Panduan Memberi Makanan Bayi Usia 6 bulan Agar Tidak Sembelit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bayi yang baru mengenal makanan padat selain ASI (MPASI) rentan mengalami sembelit. Kondisi ini bisa terjadi karena sistem pencernaan si kecil yang baru beradaptasi dengan makanan baru. Bisa juga karena Anda memberikan makanan yang tidak tepat untuknya. Agar bayi usia 6 bulan tidak sembelit, makanan apa yang harus diberikan? Lihat panduannya berikut ini.

Panduan makanan bayi 6 bulan agar tidak sembelit

Masalah sembelit alias susah buang air besar adalah gangguan pencernaan yang kerap kali menyerang anak-anak. Hal ini pun berdampak pada menurunnya nafsu makan sehingga membuat Anda khawatir.

Menurut Mayo Clinic, bayi dikatakan sembelit jika ia menunjukkan gejala, seperti jarang buang air besar, disertai dengan feses yang keras dan ukurannya lebih kecil. Bila Anda perhatikan, si kecil akan menunjukkan wajah kesakitan, bahkan menangis ketika buang air besar.

Salah satu penyebab sembelit pada bayi adalah MPASI, yang mengarah pada pilihan makanan atau cara Anda mengenalkan makanan tidak tepat dengan sistem pencernaan si kecil.

Jadi, agar bayi usia 6 bulan tidak sembelit karena makanan atau cara MPASI yang kurang tepat, lihat panduannya, seperti:

1. Hati-hati dalam memilih makanan berserat

makanan penyebab sembelit pada bayi

Kurang serat menjadi penyebab bayi sembelit saat MPASI. Serat pada makanan bertugas untuk melunakkan feses dengan menarik banyak air ke usus. Selain itu, jenis serat tertentu juga membantu merangsang pergerakan usus jadi lebih cepat sehingga feses bisa terdorong mencapai anus dan mudah dikeluarkan.

Itu sebabnya, memberikan makanan yang mengandung serat sangat direkomendasikan untuk mencegah masalah susah BAB pada anak. Sayangnya, tidak semua makanan berserat bisa dikonsumsi bayi yang baru memulai MPASI.

Beberapa contoh makanan yang dianjurkan agar bayi usia 6 bulan tidak sembelit, antara lain:

  • Susu tinggi serat
  • Sayuran: brokoli, wortel, daun kale, lobak hijau, dan bayam.
  • Buah-buahan: pisang, apel, pir, alpukat, pepaya, jeruk atau stroberi
  • Kacang-kacangan: kacang hijau, kacang polong, atau kacang merah

Selain pilihan makanan, agar bayi tidak sembelit, asupannya juga tidak boleh berlebihan. Dikutip dari situs Kids Pediatric, bayi usia 6 bulan hingga 1 tahun membutuhkan sekitar 5 gram serat per hari.

2. Perkenalkan makanan baru satu per satu

mpasi bayi 6 bulan pertama makanan agar sembelit

Agar bayi usia 6 bulan tidak mengalami sembelit, Anda tidak boleh memberikan berbagai jenis makanan secara berbarengan. Itu artinya, Anda wajib mengenalkan makanan baru pada si kecil satu per satu dengan pola pergantian jenis makanan setiap 3 atau 5 hari sekali.

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pada usia 6 hingga 7 bulan, jenis makanan selain ASI yang diberikan pada bayi dapat berbentuk sarinya saja.

Setelah memasuki usia 7 bulan, barulah si kecil boleh mengonsumsi makanan dalam bentuk bubur. Anda bisa menghaluskan daging buah apel, rebusan kacang polong atau kacang merah.

3. Agar bayi 6 bulan tidak sembelit, hindari makanan pemicu

kebanyakan makan daging

Selain ada makanan yang memperlancar BAB bayi, ada juga yang bisa memicu sembelit. Pasalnya, makanan ini tidak mengandung serat yang dibutuhkan si kecil.

Makanan yang sebaiknya dihindari bayi usia 6 bulan agar tidak sembelit, antara lain:

  • Fast food yang banyak mengandung lemak
  • Makanan olahan, seperti sosis, bakso, dan pizza
  • Keripik, biskuit, wafer, dan makanan ringan lainnya
  • Daging sapi olahan

Makanan yang mengandung lemak, garam, gula, dan pengawet tidak hanya menyebabkan sembelit, tapi juga tidak sehat bagi kesehatan tubuh si kecil.

Pada beberapa kasus, makanan pemicu sembelit juga dilihat berdasarkan masalah kesehatan yang dimiliki si kecil. Contohnya, bayi yang memiliki intoleransi laktosa tidak bisa mengonsumsi susu formula dari sapi, kambing, atau domba maupun produk olahannya.

Bila si kecil diberi makanan ini, ia bisa mengalami berbagai gejala, salah satunya sembelit. Jika Anda kesulitan untuk menemukan makanan pemicu sembelit, konsultasikan pada dokter.

Selain menemukan makanan pemicu sembelit, dokter juga akan membantu Anda agar kebutuhan nutrisi si kecil tetap terpenuhi meski tidak boleh mengonsumsi makanan tertentu.

4. Sajikan makanan sesuai usianya

alergi pisang

Rata-rata bayi usia 6 bulan belum memiliki gigi utuh yang bisa mengunyah makanan bertekstur keras. Oleh karena itu, pastikan makanan yang Anda sajikan teksturnya lembut dan mudah ditelan. Lihat contoh menyajikan makanan untuk bayi usia 6 bulan agar tidak sembelit.

Sari buah jeruk

Pilih buah jeruk yang manis, kupas kulitnya dan cuci hingga bersih. Lalu belah menjadi 2 potong, peras dan saring biji-bijinya. Tambahkan sedikit gula pasir agar lebih manis.

Pisang atau pepaya

Pilih buah yang matang sempurna. Buah dicuci dengan benar dan dikupas kulitnya. Kemudian, kerik buah tersebut dengan sendok makan dan bisa langsung Anda suapkan pada bayi.

5. Seimbangkan dengan cairan

air putih untuk bayi

Mencegah sembelit pada bayi usia 6 bulan tidak hanya dilihat dari pilihan makanan saja, tapi juga asupan cairan. Serat makanan yang diperoleh bayi bisa bekerja dengan optimal dengan bantuan air.

Air berguna untuk membentuk feses jadi lebih bervolume dan lunak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Nah, bayi usia 6 bulan mendapatkan air dari ASI, air putih, dan makanan yang dikonsumsi.

Untuk susu formula pilihlah susu formula yang baik untuk pencernaan anak, yaitu yang mengandung tinggi serat dan kaya nutrisi. Selain memenuhi kebutuhan cairan anak, Anda bisa sekaligus memenuhi kebutuhan serat harian anak.

Selain makanan, tips agar bayi 6 bulan tidak sembelit

Mencegah sembelit pada bayi usia 6 bulan, tidak hanya sebatas memerhatikan pilihan makanannya saja. Anda juga perlu mengatur jam makannya jadi lebih teratur. Pasalnya, makan adalah kegiatan yang merangsang gerakan usus.

Bila jam makanan anak teratur, otomatis gerakan usus juga akan lebih stabil. Tindakan ini juga membiasakan bayi untuk BAB lebih teratur. Selain itu, mengatur jam makan bayi dengan baik dan benar, menghindari bayi dari kelaparan maupun kekenyangan.

Untuk waktu pemberian makanan, lihat panduannya berikut yang dibuat oleh Kemenkes RI, yaitu:

  • Pukul 06:00 beri bayi ASI (sesuai kebutuhan)
  • Pukul 09:00 beri sari buah atau bubur buah untuk bayi
  • Pukul 12:000 beri ASI untuk si kecil
  • Pukul 15:00 kembali beri bayi sari buah atau bubur buah
  • Pukul 18:00 dan pukul 21:00 beri bayi ASI

Bayi usia 6 hingga 9 bulan, bayi harus menerima makanan sebanyak 3 kali sehari, belum termasuk ASI. Secara bertahap porsi makanan ditingkatkan sampai 2/3 mangkuk ukuran 250 ml tiap kali makan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 15, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca