Usia Berapa Bayi Mulai Boleh Diberi Makan Madu?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Madu adalah sumber pemanis alami dengan warna kuning kecokelatan yang khas. Berkat rasa manis serta segudang manfaat di baliknya membuat madu jadi kegemaran banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Namun, bagi Anda yang memiliki bayi, mungkin Anda sering bertanya-tanya sudah amankan kalau si kecil diberi madu sejak dini? Atau adakah patokan usia terbaik dalam mengenalkan madu untuk bayi?

Kapan boleh memberikan madu untuk bayi?

Sebagai orangtua yang memiliki bayi, Anda mungkin harus lebih meluangkan banyak waktu untuk mengajari dan memantau semua hal terkait tumbuh kembangnya. Mulai dari mengajaknya bermain, mengajarinya bicara, memerhatikan perkembangan tingkah lakunya, hingga mengenalkannya dengan beragam sumber makanan harian.

Nah, satu di antara sumber makanan yang sering jadi pertanyaan untuk diberikan pada bayi adalah madu. Ini karena madu punya rasa manis alami dengan tekstur lembut sehingga membuat banyak orangtua berpikir bahwa madu untuk bayi aman diberikan di usia berapa pun. Padahal kenyataannya tidak semudah itu.

Menurut ikatan dokter anak di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics (AAP), waktu paling aman untuk memberikan bayi madu yaitu saat usianya telah menginjak satu tahun, dilansir dari laman Very Well Family. Baik berupa madu murni ataupun madu olahan.

Aturan ini tidak hanya berlaku untuk madu asli yang berbentuk cair saja, tapi juga untuk semua makanan yang diolah bersama madu.

minum madu

Bagaimana cara memperkenalkan madu untuk bayi yang aman?

Sesuai aturan sebelumnya, Anda tidak perlu buru-buru dalam memberikan madu untuk bayi. Berikan madu di waktu terbaik sesuai usianya. Sebaiknya, biarkan si kecil mencicipi madu dalam jumlah sedikit dulu sebagai langkah pertama dalam proses pengenalan makanan.

Setelah itu, coba tunggu kurang lebih tiga sampai empat hari bila ingin beralih mengenalkan jenis makanan baru lainnya. Tujuannya agar Anda dapat menilai apakah bayi alergi terhadap madu atau tidak. Jika Anda langsung memberikan jenis makanan baru selama beberapa hari berturut-turut setelah mengenalkan madu, takutnya Anda akan kesulitan dalam menemukan makanan mana yang menimbulkan gejala alergi pada bayi.

Setelah bayi tidak menunjukkan gejala alergi apa pun, Anda boleh mulai mencampurkan madu ke dalam sajian anak — entah sebagai makanan maupun minuman. Pastikan Anda menyajikan makanan yang bisa menarik minatnya untuk mencicipi madu.

Misalnya mencampurkan madu bersama dengan yogurt, oatmeal, smoothie, dan lain sebagainya. Sebisa mungkin ciptakan kesan yang baik bagi pengalaman pertama si kecil.

manfaat madu mentah

Hati-hati, madu berisiko menimbulkan penyakit!

Bukan hanya ditakutkan bisa menimbulkan alergi atau tersedak saja jika diberikan pada bayi kurang dari satu tahun. Alasan utama kenapa Anda tidak dianjurkan memberikan madu untuk bayi terlalu dini, karena madu mengandung spora dari bakteri Clostridium botulinum.

Bakteri ini bisa tinggal dan berkembang di dalam sistem pencernaan bayi, bahkan menghasilkan racun berbahaya dan mengakibatkan penyakit botulisme. Bayi yang terserang botulisme akan menunjukkan beberapa gejala awal, meliputi sembelit atau konstipasi, lemas, berkurangnya nafsu makan, hingga kejang.

Gejala awal botulisme ini biasanya muncul dalam waktu 12-36 jam usai makan makanan yang terkontaminasi bakteri. Jika Anda menyadari adanya tanda-tanda botulisme pada bayi, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat. Diagnosis dini bisa memperbesar peluang bayi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Dalam beberapa kasus yang parah, botulisme bisa mengganggu pernapasan karena otot-otot pernapasan tidak mampu bekerja secara optimal sehingga berujung pada kematian.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca