Tips Diet untuk Bayi dan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah salah satu penyakit dari lahir yang paling banyak terjadi pada bayi dan anak di Indonesia. Kondisi ini membuat jantung kesulitan untuk memompa darah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Maka itu, makanan untuk anak dengan penyakit jantung bawaan tidak bisa sembarangan. Aturan diet ini juga penting dilakukan untuk menunjang pengobatannya.

Tips diet untuk anak dengan penyakit jantung bawan

Pada dasarnya, anak dengan penyakit jantung bawaan membutuhkan asupan kalori yang lebih tinggi ketimbang anak-anak seusianya. Hal ini disebabkan karena tubuhnya harus bekerja super keras untuk menyalurkan makanan ke seluruh sel. Maka itu, jika dibiarkan anak dengan gangguan fungsi jantung ini berisiko alami kekurangan gizi.

Tak hanya itu, nafsu makan yang buruk, penurunan kemampuan makan karena napas yang cepat dan mudah lelah, gangguan penyerapan zat gizi di saluran cerna, dan seringnya mengalami infeksi saluran napas ikut memperparah kondisi malnutrisi bayi dan anak.

Berikut adalah tips yang dapat dilakukan supaya anak dengan penyakit jantung bawaan tetap tercukupi kebutuhan nutrisi hariannya.

1. Atur jadwal makannya

Prinsip utama dalam memberikan makan pada bayi dengan PJB adalah fleksibel, entah itu jadwal atau cara memberikan makanan padanya.

Bagi bayi yang masih menyusu, ASI dapat diberikan secara langsung sesuai dengan keinginan bayi. Idealnya diberikan setiap dua jam, termasuk pada malam hari. Biasakan untuk membangunkan bayi pada jadwal menyusu, pola tersebut dapat terus dilanjutkan hingga bayi terbiasa minum dengan volume yang lebih besar sehingga frekuensi sudah dapat dikurangi.

Bayi yang sudah cukup menyusu biasanya ditandai dengan :

  • frekuensi menyusu 8-12 kali per hari
  • menempel pada payudara ibu dengan baik hingga terdengar suara menelan
  • ganti popok 6-8 kali sehari
  • berat badan naik cukup konsisten.

2. Sesuaikan dengan kemampuannya

Bayi yang menyusu langsung pada ibu membutuhkan tenaga yang lebih sedikit untuk menghisap, serta memiliki oksigen yang lebih banyak dibanding menyusu lewat botol dot. Beberapa penelitian juga menunjukan bayi dengan PJB yang menyusu langsung memiliki konsistensi kenaikan berat badan yang lebih baik.

Namun perlu selalu diingat, bukan berarti yang paling ideal adalah selalu menyusu langsung. Setiap anak, apalagi dengan penyakit jantung bawaan tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam mencapai tumbuh kembangnya.

Apabila kondisi tidak memungkinkan, pemberian ASI atau pemilihan susu formula tinggi energi, baik dengan botol dot atau alat bantu lain seperti nasogastric tube. Selalu konsultasikan perkembangan kondisi bayi dan anak dengan dokter anak dan dietisien anak terkait anjuran pemberian makan.

3. Porsi kecil tapi sering

Kondisi PJB ada yang dapat membaik tanpa operasi atau ada yang harus diperbaiki dengan tindakan operasi. Seiring dengan bertambahnya usia, anak dengan penyakit jantung bawaan cenderung memiliki status gizi yang kurang dibanding dengan seusianya.

Anak yang alami gangguan fungsi jantung ini cenderung lebih cepat lelah dan sering susah untuk makan. Solusi untuk hal tersebut adalah pengasuh harus lebih telaten dalam membujuk dan memberikan makanan lebih sering.

Berikan makanan sesering mungkin, bisa saja sampai 5-6 kali sehari. Tidak perlu membandingkan dan mengikuti pola makan anak sehat, yaitu tiga kali makan besar dan dua kali selingan karena anak dengan PJB memiliki kemampuan yang terbatas.

4. Pilih makanan dengan kalori tinggi

Anak dengan penyakit jantung bawaan tidak perlu menjalani diet rendah lemak karena umumnya anak memiliki nafsu makan yang kurang dan justru harus meningkatkan asupan makanan. Jangan batasi konsumsi lemak pada anak, terutama pada dua tahun pertama karena masa tersebut adalah masa emas bagi tumbuh kembang anak.

Berikut adalah tips untuk menyiasati untuk menambah kalori energi agar kebutuhan energi anak terpenuhi

  • Tambahkan susu di menu makanan anak, entah itu di campuran menu makanannya atau diminum langsung
  • Gunakan butter/margarin tambahan saat memasak nasi, kentang, atau menumis sayur.
  • Tambahkan ekstra protein, seperti penambahan keju, telur, dan selai kacang.
  • Hindari snack ringan seperti keripik, permen, minuman manis kemasan.

Orangtua juga harus rajin berkonsultasi dengan dokter anak dan ahli gizi ketika memberikan makan. Pasalnya, terkadang anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki kebutuhan khusu lainnya, jadi diet yang diberikan harus disesuaikan.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca