Berapa Banyak Porsi Gula untuk Anak Dalam Sehari yang Masih Sehat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Makanan manis erat hubungannya dengan camilan anak-anak. Memang sih, gula dibutuhkan tubuh untuk dijadikan energi. Tapi segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Selain merusak gigi, kebanyakan makan gula dapat menyebabkan meningkatkan risiko anak terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Terlalu banyak makanan manis juga dapat membahayakan jantung. Untuk itu, Anda sebagai orangtua yang bijak harus mengetahui batas kadar gula normal untuk anak dalam sehari agar tak merugikan kesehatannya.

Rekomendasi batas kadar gula normal untuk anak dalam sehari

Tubuh anak-anak dirancang agar lebih mudah membakar kalori dibandingkan orang dewasa, namun tubuh mereka sangat rentan terhadap efek negatif akibat terlalu banyak konsumsi gula. Oleh karena itu, jangan samakan kebutuhan gula harian anak kecil Anda dengan kakaknya, atau bahkan dengan Anda sendiri.

Menurut WHO, tubuh Anda hanya membutuhkan gula kurang dari 10% dari total asupan energi atau setara dengan 50 gram gula per hari (jika kebutuhan energi harian Anda 2000 kalori/hari). Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, anjuran konsumsi gula harian menurut kelompok umur adalah:

  • Umur 3 tahun: 2-5 sendok teh
  • Umur 4-6 tahun: 2,5-6 sendok teh
  • Umur 7-12 tahun: 4-8 sendok teh
  • Lebih dari 13 tahun, dan termasuk dewasa: 5-9 sendok teh (40 gram)

American Heart Association merekomendasikan untuk anak usia 2-18 tahun sebaiknya hanya mengonsumsi enam sendok teh per hari untuk menjaga kesehatan jantung.

Sedangkan untuk anak-anak di bawah umur 2 tahun, sebaiknya sama sekali tidak mengonsumsi gula tambahan. Hal ini dikarenakan kebutuhan kalori mereka yang masih lebih rendah. Selain itu, rentang usia ini merupakan masa penting untuk mengembangkan selera makan. Dengan membatasi kadar gula normal, diharapkan anak tidak memilih-milih makanan sehingga suka dengan berbagai makanan yang penting untuk mencapai nutrisi yang seimbang.

Tips membatasi konsumsi gula harian anak

FDA mengatakan bahwa adanya keterangan mengenai gula tambahan pada label makanan dapat membantu meningkatkan kesadaran konsumen mengenai jumlah gula tambahan yang terkandung pada produk makanan tertentu. Sebaiknya, jika Anda sudah mengetahui batas asupan gula per hari, Anda perlu memperhatikan kandungan gula pada produk makanan yang Anda beli, terutama kandungan gula tambahannya.

Bila dalam setiap makanan yang Anda sajikan sudah ditambah gula, maka Anda bisa mengira-kira berapa sisa kebutuhan konsumsi gula harian anak ketika akan memberikan si kecil minuman kemasan. Inilah alasan mengapa Anda harus mencermati label pada makanan atau minuman. 

Saat Anda membaca label produk makanan tersebut, Anda harus lebih jeli karena sering kali kata gula ditulis dengan istilah lain, seperti gula tebu, sirup gula, gula pasir, dekstrosa, fruktosa, madu, sukrosa, atau kata apapun yang berakhiran dengan “-osa”.

Selain itu, hal yang membuat anak sulit menghindari gula adalah rasa manis yang dihasilkannya; sehingga salah satu cara untuk mengurangi gula adalah dengan menambahkan lebih banyak rasa pada makanan atau minuman yang ia konsumsi. Anda dapat menggunakan bubuk kakao atau vanila, rempah-rempah seperti pala, jahe, kayu manis, dan lain-lain. Penambahan rempah sebagai bumbu masakan juga dapat menjadi cara jitu untuk mempertajam indera perasa dan memperluas pengetahuannya tentang macam-macam rasa.

Jangan lupa juga untuk mengimbangi asupan gula anak dengan protein, lemak sehat, dan serat pada makanannya. Kombinasi tersebut dapat memperlambat pelepasan gula darah ke dalam tubuh dan membuatnya kenyang lebih lama.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 18, 2017 | Terakhir Diedit: September 26, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca