Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mana yang Lebih Sehat: Gula Aren, Batu, atau Stevia?

DISPONSORI OLEH:

Mana yang Lebih Sehat: Gula Aren, Batu, atau Stevia?

Gula merupakan bahan yang sering digunakan dalam keseharian kita, mulai dari minuman sampai masakan. Dari sekian banyak jenis gula, ada pemanis alami yang bisa menjadi alternatif pengganti, yaitu gula batu, aren, dan stevia. Dari ketiganya, gula mana yang lebih sehat?

Manfaat memakai gula yang lebih sehat

Biasanya gula digunakan untuk memaniskan minuman, memasak, dan membuat kue. Berikut dua manfaat memakai jenis gula yang lebih sehat.

Mengontrol berat badan

Mengutip dari Cleveland Clinic, pemanis alami pengganti gula yang rendah atau bebas kalori bisa membantu menurunkan atau mempertahankan berat badan Anda.

FDA merekomendasikan jenis pemanis alami rendah kalori dengan sedikit atau bahkan tidak ada kalori sama sekali, yaitu yang berasal dari tumbuhan, seperti stevia.

Jika ingin mencegah kenaikan berat badan, sebaiknya ganti gula Anda menjadi pemanis alami, terapkan pola makan dengan nutrisi seimbang, olahraga rutin, dan istirahat cukup.

Alternatif rasa manis untuk diabetesi tipe 2.

Manfaat lain dari pemanis alami adalah sebagai alternatif rasa manis untuk diabetesi tipe 2.

Namun, Anda perlu konsultasi dahulu ke dokter mengenai gula darah dan kategori pemanis alami pengganti gula yang akan digunakan.

Sebab tidak semua jenis alternatif pemanis alami aman untuk diabetesi sehingga Anda perlu menyesuaikan dengan kondisi kesehatan.

Lalu, gula mana yang lebih sehat?

Ada beberapa jenis gula yang biasanya digunakan sebagai alternatif rasa manis. Namun, hanya satu yang baik untuk diabetesi.

Agar mendapat manfaat yang maksimal, Anda perlu mengetahui jenis gula yang lebih sehat untuk tubuh.

Gula batu

jenis gula macam

Gula batu merupakan salah satu jenis gula yang umum dipakai di Indonesia, yaitu biasanya disajikan bersama teh poci.

Jenis gula batu umumnya terbuat dari gula pasir dan berbentuk kristal bening dengan berwarna putih atau kuning kecoklatan.

Gula ini dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami proses kristalisasi secara lambat. Secara rasa, gula batu tidak semanis gula pasir karena adanya air di dalam kristal.

Tingkat kemanisan yang rendah dibanding gula pasir, membuat gula batu sering dianggap lebih sehat dan cocok buat diabetesi.

Meski gula batu memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan gula pasir, tapi kalori per sendok teh justru lebih besar daripada gula pasir.

Hal ini tentu penting diperhatikan agar tidak sampai menyebabkan asupan kalori harian meningkat.

Gula batu juga umumnya terbuat dari gula pasir sehingga memiliki komposisi kimiawi yang sama dengan gula pasir.

Gula aren

gula aren untuk diabetes yang sehat

Penelitian dari Journal of Wetlands Environmental Management menunjukkan, gula aren terbuat dari tanaman nira aren atau dikenal dengan sebutan nipah.

Gula aren memiliki aroma dan warna yang khas sehingga banyak disukai dan umum digunakan pada makanan dan cemilan tradisional.

Gula aren memiliki kandungan sukrosa (jenis senyawa gula pada gula pasir) yang tinggi.

Sebuah riset di Lampung menunjukkan bahwa gula aren tergranulasi mengandung 75-88% sukrosa.

Selain itu, kandungan kalori pada gula aren juga relatif tinggi dan hampir setara dengan kandungan kalori pada gula pasir.

Tingginya kandungan sukrosa dan kalori dalam gula aren, Anda dan diabetesi tetap perlu mewaspadai dan membatasi konsumsinya.

Gula stevia

stevia-pengganti-gula

Salah satu pengganti gula yang lebih sehat, mudah didapatkan, dan aman bagi tubuh adalah stevia. Gula stevia adalah pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana.

Daun stevia mengandung senyawa-senyawa yang memiliki rasa sangat manis dengan tingkat kemanisan sekitar 200-300 kali dibanding gula pasir.

Keunggulan-keunggulan ini menyebabkan gula stevia cocok dan dapat bermanfaat untuk diabetesi, obesitas, dan mereka yang sedang menjaga asupan kalori atau berdiet.

Meski tentu saja, gula stevia dapat dikonsumsi oleh semua orang.

Sebagai pemanis, gula stevia sudah dinyatakan aman dan banyak digunakan di berbagai negara termasuk Jepang, Korea, China, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

Penggunaannya pun bervariasi di berbagai macam produk mulai dari minuman, permen, acar sayuran, hingga produk makanan laut.

tropicana stevia

Jika ingin mencari pemanis alami pengganti gula, gunakan Tropicana Slim Stevia yang merupakan gula nol kalori alami dari daun stevia. Keunggulan daun stevia yaitu:

  • bebas gula dan nol kalori,
  • gula nol kalori alami dari daun stevia, dan
  • cocok untuk diabetes serta diet.

Selain itu, pemanis alami pengganti gula dari stevia juga bisa bantu menjaga asupan gula setiap hari yang bermanfaat untuk menjaga dan mengontrol berat badan agar menurunkan risiko diabetes.

Jadi, mulai sekarang sudah tidak perlu bingung lagi untuk menentukan pemanis alami pengganti gula yang tepat.

Anda bisa menggunakan pemanis alami daun stevia dari Tropicana Slim yang nol kalori.

Gula Tropicana Slim Stevia juga cocok untuk diet dan aman untuk diabetesi sebagai pilihan rasa manis yang lebih sehat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

A Diabetic’s Guide to Natural Sweeteners | St. Luke’s Health. (2019). accessed 8 March 2022, from https://www.stlukeshealth.org/resources/diabetics-guide-natural-sweeteners 

Sugars, sugar substitutes and sweeteners: natural and artificial | Diabetes UK. Accessed 8 March 2022, from https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/carbohydrates-and-diabetes/sugar-sweeteners-and-diabetes  

Sugar Substitutes & Non-Nutritive Sweeteners | Cleveland Clinic. (2019). Accessed 8 March 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15166-sugar-substitutes–non-nutritive-sweeteners 

Food Composition: Nutritive and Nonnutritive Sweetener Resources | National Agricultural Library. Accessed 8 March 2022, from https://www.nal.usda.gov/legacy/fnic/nutritive-and-nonnutritive-sweetener-resources 

Pepino, M., Tiemann, C., Patterson, B., Wice, B., & Klein, S. (2013). Sucralose Affects Glycemic and Hormonal Responses to an Oral Glucose Load. Diabetes Care, 36(9), 2530-2535. doi: 10.2337/dc12-2221

Radam, R., Sari, H., & Lusyani, H. (2016). Chemical Compounds Of Granulated Palm Sugar Made From Sap Of Nipa Palm (Nypa Fruticans Wurmb) Growing In Three Different Places. Journal Of Wetlands Environmental Management, 2(1). doi: 10.20527/jwem.v2i1.37

Carakostas, M., Curry, L., Boileau, A., & Brusick, D. (2008). Overview: The history, technical function and safety of rebaudioside A, a naturally occurring steviol glycoside, for use in food and beverages. Food And Chemical Toxicology, 46(7), S1-S10. doi: 10.1016/j.fct.2008.05.003

Varanuj Chatsudthipong, Chatchai Muanprasat. (2009). Stevioside and related compounds: therapeutic benefits beyond sweetness. Pharmacology & Therapeutics. 121(1):41-54. doi: 10.1016/j.pharmthera.2008.09.007.

S K Goyal, Samsher, R K Goyal. Stevia (Stevia rebaudiana) a bio-sweetener: a review. (2010). International Journal of Food Sciences and Nutrition. 61(1):1-10. doi: 10.3109/09637480903193049.

E Koyama, K Kitazawa, Y Ohori, O Izawa, K Kakegawa, A Fujino, M Ui41. In vitro metabolism of the glycosidic sweeteners, stevia mixture and enzymatically modified stevia in human intestinal microflora. (2003). Food and Chemical Toxicology. (3):359-74. doi: 10.1016/s0278-6915(02)00235-1.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fatin Nur Jauhara Diperbarui Apr 11
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto