Kapan Anak Dikatakan Terlambat Berjalan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan tiap anak tentu berbeda-beda tahapannya, termasuk tahapan berjalan. Ada anak yang mungkin sudah bisa berjalan di usia kurang dari satu tahun, sedangkan anak lainnya baru bisa berjalan di usia lebih dari satu tahun. Hal ini tentu normal terjadi. Namun, sebenarnya kapan sih bisa dikatakan anak terlambat berjalan?

Kapan seharusnya anak mulai belajar berjalan?

Berjalan merupakan sebuah proses perkembangan penting pada anak. Anak harus melalui berbagai tahapan sampai benar-benar bisa berjalan sendiri. Mulai dari belajar berguling terlebih dahulu, duduk, kemudian merangkak, merambat, lalu berjalan sendiri.

Umumnya, sebagian besar bayi melakukan langkah pertama mereka pada saat usia satu tahun. Selanjutnya, pada usia 15 bulan sebagian besar bayi sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan. Namun, ada juga bayi yang baru bisa berjalan sendiri di usianya yang ke 17 atau 18 bulan. Anda tidak perlu khawatir dengan hal ini.

Kapan anak sudah bisa dikatakan terlambat berjalan?

Anda mungkin khawatir dengan perkembangan motorik anak jika anak terus merangkak dan merayap sementara anak lain seusianya sudah bisa berjalan sendiri. Namun, jangan terburu-buru menganggap bahwa anak Anda terlambat berjalan. Bisa saja ini masih dalam kategori perkembangan anak yang normal. Lalu, kapan anak dikatakan terlambat berjalan?

Jika anak Anda masih belum bisa berjalan sendiri tanpa bantuan di usianya yang sudah menginjak 18 bulan, ini mungkin bisa dikatakan bahwa anak Anda terlambat berjalan. Hal ini bisa menjadi tidak biasa tapi mungkin masih normal atau juga bisa menandakan ada sesuatu yang salah dalam perkembangan anak.

Apa penyebab anak terlambat berjalan?

Anak bisa saja terlambat berjalan karena memang kurang dukungan dari keluarga dan lingkungannya, sehingga otot-otot anak belum kuat untuk bisa berjalan sendiri pada usia 18 bulan. Untuk mendapatkan otot yang kuat, otot-otot anak harus terus bekerja dan dilatih dengan cara melakukan berbagai aktivitas yang dibantu oleh orangtua.

Sementara, jika orangtua atau keluarga jarang melakukan aktivitas bersama anak atau anak terlalu banyak duduk (tidak didukung untuk belajar berjalan), otot-otot anak mungkin kurang bekerja dengan baik. Hal ini bisa membuat anak terlambat berjalan.

Selain itu, kondisi seperti hipotonia (tonus otot yang menurun) dan hipertonia (tonus otot yang tinggi) juga dapat menyebabkan anak kesulitan berjalan karena kurang bisa mengontrol keseimbangan tubuh.

Tak hanya itu, kelainan panggul atau displasia panggul pada bayi juga bisa menyebabkan keterlambatan berjalan. Panggul yang miring pada bayi dapat membuat bayi merasakan sakit saat harus menopang berat badannya saat berjalan. Displasia panggul dapat ditandai dengan salah satu kaki terlihat lebih pendek daripada kaki satunya.

Kapan harus periksa ke dokter?

Memeriksakan ke dokter mungkin dapat membuat Anda bisa melepaskan sedikit kekhawatiran Anda mengenai keterlambatan perkembangan anak dalam hal berjalan. Anda bisa berkonsultasi ke dokter dan mencari tahu apa yang menyebabkan anak terlambat berjalan, apakah memang ada kelainan atau hal lain.

Sebaiknya, periksakan anak Anda ke dokter jika:

  • Anak belum bisa berjalan di usia lebih dari 18 bulan
  • Anak berjalan hanya di atas jari kakinya (jinjit)
  • Anda mempunyai kekhawatiran dengan kaki anak
  • Gerakan satu kaki anak berbeda dengan gerakan satu kaki lainnya (seperti pincang)

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan pertama bayi

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 27/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 22/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 21/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 5 menit
tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 18 menit
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 8 menit
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 10 menit