Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penggunaan Baby Walker, Aman atau Malah Berbahaya?

Penggunaan Baby Walker, Aman atau Malah Berbahaya?

Salah satu hal yang dinantikan orangtua di masa perkembangan bayi adalah melihat si kecil mulai berdiri lalu berjalan. Oleh karenanya, baby walker. biasanya menjadi salah satu yang orangtua siapkan supaya si kecil lebih lancar berjalan. Namun sebenarnya, apakah penggunaan baby walker ini aman atau malah berbahaya? Simak penjelasannya di sini yuk, Bu!

Tahapan sebelum anak mulai berjalanbaby walker untuk bayi

Sebelum benar-benar bisa berjalan, si kecil perlu memiliki keterampilan atau kekuatan dari tubuhnya terlebih dahulu.

Sebagai contoh, keseimbangan, koordinasi, berdiri, hingga mampu menopang tubuhnya dengan kedua kaki.

Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, bayi biasanya akan mulai berjalan dalam rentang usia 8 – 18 bulan sesuai dengan kemampuannya.

Sebelum berjalan, ia sudah bisa merangkak dan mencoba untuk berdiri walaupun masih sering terjatuh.

Berikut adalah tahapan perkembangan saat anak mulai berjalan, seperti berikut ini.

  • Berguling-guling di lantai.
  • Mencoba untuk duduk.
  • Merangkak serta melatih diri untuk bergeser.
  • Berusaha menarik diri untuk berdiri.
  • Bergerak serta mencoba berkeliling meja, kursi, dan lain-lain.

Jadi, bisa dikatakan si kecil akan menghabiskan banyak waktu dalam mempelajari cara berjalan.

Apakah baby walker dapat membantu anak berjalan?

baby walker

Ada berbagai cara melatih anak berjalan yang bisa dilakukan orangtua. Anda bisa memulainya dari memegang tubuhnya, memegang kedua tangan, hingga menyiapkan alat bantu.

Sebagian orangtua berpikir bahwa salah satu perlengkapan bayi dan penggunaan alat ini dapat membantu anak agar lebih cepat berjalan.

Nyatanya, baby walker tidak cukup membantu perkembangan serta kemampuan anak dalam berjalan. Semakin sering ia menggunakan alat ini, maka akan semakin tertunda pekembangannya.

Dikutip dari Mayo Clinic, American Academy of Pediatric juga mengimbau agar orang tua tidak menggunakan baby walker atau alat bantu jalan tersebut.

Hal ini karena bisa memicu terjadinya kejadian yang tidak diinginkan, seperti berikut.

  • Tersandung dan terjatuh.
  • Terjatuh dan berguling ke bawah.
  • Bergerak terlalu cepat ke area yang berbahaya untuk anak.
  • Mengalami patah tulang.
  • Mengalami cedera di area kepala.

Tidak hanya itu saja, penggunaan baby walker pada anak diklaim tidak membantu proses dan menghilangkan keinginannya untuk berjalan.

Mengapa baby walker dapat menghambat proses berjalan?

Berikut beberapa alasan yang membuat alat bantu jalan bayi ini bisa menghambat perkembangan motorik dan proses berjalan, di antaranya adalah:

1. Otot kaki menjadi tegang

Salah satu hal penting yang perlu dilatih bayi untuk mulai berjalan adalah melatih kekuatan di seluruh tubuhnya.

Sementara itu, saat menggunakan baby walker, si kecil akan melewati latihan penting, yaitu gerakan berulang yang dibutuhkannya.

Gerakan berulang ini misalnya saat ia merayap di tembok dan mencoba berdiri dari posisi duduk.

Walaupun terjatuh, ia akan secara alami mempelajarinya dan terus mengulangnya hingga bisa.

Sementara saat menggunakan alat batu jalan tersebut, anak hanya duduk dan menggerak gerakkan kakinya tanpa melatih kekuatannya.

Tidak hanya itu saja, saat menggunakan baby walker, ia hanya akan menggunakan jari-jari kakinya saja.

Hal ini akan mengganggu proses berjalan secara normal karena otot kaki menjadi tegang. Padahal, diperlukan kekuatan kaki secara keseluruhan saat berjalan.

2. Sulit menyeimbangkan tubuh

Saat bayi belajar berdiri dengan sendirinya, ia akan mengetahui proses keseimbangan tubuh.

Hal ini terlihat ketika ia mencoba berdiri, berjalan sedikit demi sedikit walaupun sambil berpegangan.

Nah, proses menyeimbangkan tubuh ini akan semakin lama dipelajari jika anak menggunakan baby walker.

Pasalnya, tanpa melatih keseimbangan, ia sudah bisa berdiri tegak karena alat ini memiliki “kaki” beserta rodanya.

3. Tidak melatih area bahu dan panggul

Ketika anak terlalu sering berada di baby walker, artinya waktunya juga menjadi lebih sedikit melatih tangan dan lutut dalam posisi merangkak.

Padahal, melatih area tubuh seperti merangkak dapat memperkuat bahu serta panggul.

Jadi, mengapa alat bantu berjalan ini dapat menghambat perkembangan dan proses berjalan karena anak jadi semakin jarang melatih area tubuhnya.

Apakah ada cara aman menggunakan baby walker?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa penggunaan alat bantu jalan untuk anak ini lebih banyak risikonya.

Akan tetapi, jika Anda memutuskan agar si kecil tetap menggunakannya, perhatikan beberapa tips di bawah ini:

  • Memastikan merek yang digunakan sudah tersertifikasi dan mempunyai pengaman.
  • Tetap berada di dekat bayi saat ia menggunakannya.
  • Tidak menggunakannya sebelum anak bisa duduk atau lancar berjalan.
  • Sebaiknya, anak tidak menggunakannya lebih dari 15 menit.

Walaupun ada beberapa cara aman yang bisa dilakukan orangtua saat anak menggunakan baby walker, membiarkan bayi berada di lantai masih menjadi hal yang direkomendasikan.

Alasannya, lantai dengan alas empuk menjadi tempat yang aman untuknya belajar berguling, duduk, dan melatih berdiri sendiri.

Maka dari itu, sebagai orangtua berikanlah yang terbaik untuk si kecil. Tidak semua peralatan untuk bayi dapat memberikan manfaat.

Selalu perhatikan apakah perlengkapan yang akan Anda beli aman atau tidak untuknya.

Lalu, apabila masih belum yakin dengan keputusan Anda, coba berkonsultasi dengan dokter untuk penjelasan lebih lanjut.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Jenco, M. (2021). Study: Infant walker injuries support AAP’s call for a ban. AAP News. Retrieved from https://www.aappublications.org/news/2018/09/17/babywalkers091718

Baby Walker Safety. (2021). Retrieved 4 February 2021, from https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/health-wellness-and-safety-resources/education-store/baby-walker-safety

Baby walkers: Are they safe?. (2021). Retrieved 4 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/baby-walkers/faq-20058263

Baby walkers. (2021). Retrieved 4 February 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/baby-walkers

Claire McCarthy, M. (2018). Parents: Don’t use a baby walker – Harvard Health Blog. Retrieved 4 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/parents-dont-use-a-baby-walker-2018092714895

Baby Walkers: A Dangerous Choice. (2021). Retrieved 4 February 2021, from https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/Pages/Baby-Walkers-A-Dangerous-Choice.aspx

Learning to walk. (2021). Retrieved 4 February 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/learning-to-walk

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita