backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Penggunaan Baby Walker, Aman atau Malah Berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Penggunaan Baby Walker, Aman atau Malah Berbahaya?

Salah satu hal yang dinantikan orangtua di masa perkembangan bayi adalah melihat si Kecil mulai berdiri lalu berjalan. Untuk mendukung hal ini, beberapa orangtua memilih penggunaan baby walker guna membantu anak agar lebih lancar berjalan.

Namun sebenarnya, apakah penggunaan baby walker ini aman atau malah berbahaya? Simak penjelasannya di sini yuk, Bu!

Apakah baby walker dapat membantu anak berjalan?

baby walker

Nyatanya, penggunaan baby walker tidak membantu perkembangan serta kemampuan anak dalam berjalan.

Semakin sering ia menggunakan alat ini, maka akan semakin tertunda perkembangannya untuk berjalan sendiri.

Dikutip dari Mayo Clinic, American Academy of Pediatric juga mengimbau agar orangtua tidak menggunakan baby walker atau alat bantu jalan tersebut.

Kenapa anak tidak disarankan memakai baby walker?Penggunaan baby walker pada anak dinilai tidak membantu proses dan menghilangkan keinginannya untuk berjalan.

Bahaya pakai baby walker

Baby walker berisiko memicu terjadinya kejadian yang tidak diinginkan, seperti berikut.
  • Tersandung dan terjatuh.
  • Terjatuh dan berguling ke bawah.
  • Bergerak terlalu cepat ke area yang berbahaya untuk anak.
  • Mengalami patah tulang.
  • Mengalami cedera di area kepala.

Sebagai gantinya, ada berbagai cara melatih anak berjalan yang bisa dilakukan orangtua. Anda bisa memulainya dari memegang tubuhnya, memegang kedua tangan, hingga menyiapkan alat bantu.

Mengapa baby walker dapat menghambat proses berjalan?

Berikut beberapa alasan yang membuat alat bantu jalan bayi ini bisa menghambat perkembangan motorik dan proses berjalan.

1. Otot kaki menjadi tegang

Salah satu hal penting yang perlu dilatih bayi untuk mulai berjalan adalah melatih kekuatan di seluruh tubuhnya.

Sementara itu, saat menggunakan baby walker, si Kecil akan melewati latihan penting, yaitu gerakan berulang yang dibutuhkannya.

Gerakan berulang ini misalnya saat ia merayap di tembok dan mencoba berdiri dari posisi duduk. Walaupun terjatuh, ia akan secara alami mempelajarinya dan terus mengulangnya hingga bisa.

Sementara saat menggunakan alat batu jalan tersebut, anak hanya duduk dan menggerak gerakkan kakinya tanpa melatih kekuatannya.

Tidak hanya itu saja, saat menggunakan baby walker, ia hanya akan menggunakan jari-jari kakinya saja.

Hal ini akan mengganggu proses berjalan secara normal karena otot kaki menjadi tegang. Padahal, diperlukan kekuatan kaki secara keseluruhan saat berjalan.

2. Sulit menyeimbangkan tubuh

Saat bayi belajar berdiri dengan sendirinya, ia akan mengetahui proses keseimbangan tubuh. Hal ini terlihat ketika ia mencoba berdiri, berjalan sedikit demi sedikit walaupun sambil berpegangan.

Nah, proses menyeimbangkan tubuh ini akan semakin lama dipelajari jika anak menggunakan baby walker.

Pasalnya, tanpa melatih keseimbangan, ia sudah bisa berdiri tegak karena alat ini memiliki “kaki” beserta rodanya.

3. Tidak melatih area bahu dan panggul

Ketika anak terlalu sering berada di baby walker, artinya waktunya juga menjadi lebih sedikit melatih tangan dan lutut dalam posisi merangkak.

Padahal, melatih area tubuh seperti merangkak dapat memperkuat bahu serta panggul.

Jadi, salah satu alasan mengapa alat bantu berjalan ini dapat menghambat perkembangan dan proses berjalan karena anak jadi semakin jarang melatih anggota tubuhnya.

Apakah ada cara aman menggunakan baby walker?

baby walker untuk bayi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa penggunaan alat bantu jalan untuk anak ini lebih banyak risikonya.

Akan tetapi, jika Anda memutuskan agar si kecil tetap menggunakannya, perhatikan beberapa tips di bawah ini.

  • Memastikan merek yang digunakan sudah tersertifikasi dan mempunyai pengaman.
  • Tetap berada di dekat bayi saat ia menggunakannya.
  • Tidak menggunakannya sebelum anak bisa duduk atau lancar berjalan.
  • Sebaiknya, anak tidak menggunakannya lebih dari 15 menit.
  • Walaupun ada beberapa cara aman yang bisa dilakukan orangtua saat anak menggunakan baby walker, membiarkan bayi berada di lantai masih menjadi hal yang direkomendasikan.

    Alasannya, lantai dengan alas empuk menjadi tempat yang aman untuknya belajar berguling, duduk, dan melatih berdiri sendiri.

    Maka dari itu, sebagai orangtua berikanlah yang terbaik untuk si Kecil. Tidak semua peralatan untuk bayi dapat memberikan manfaat.

    Selalu perhatikan apakah perlengkapan yang akan Anda beli aman atau tidak untuknya.

    Lalu, apabila masih belum yakin dengan keputusan Anda, coba berkonsultasi dengan dokter untuk penjelasan lebih lanjut.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 07/09/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan