Benarkah Anak Kurus Lebih Mudah Terkena Penyakit Infeksi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Seringnya, Anda mungkin berpikir bahwa anak kurus lebih mudah terserang penyakit, sedangkan anak yang gemuk lebih sehat dan lebih jarang sakit. Penyakit memang berhubungan dengan status gizi seseorang yang bisa dilihat dari ukuran tubuhnya. Namun, tidak semudah itu menyatakan anak lebih mudah terserang penyakit atau tidak.

Benarkah anak kurus lebih gampang sakit?

Sebenarnya bukan seperti itu. Tidak semua anak kurus lebih rentan terkena penyakit atau lebih sering sakit. Lebih tepatnya adalah anak yang underweight atau kekurangan berat badan lebih berisiko terkena penyakit. Saat anak kekurangan berat badan atau kekurangan gizi, kekebalan tubuh anak akan lebih lemah dalam melawan infeksi, sehingga kurang mampu melindungi anak dari penyakit.

Perlu Anda ketahui, tidak semua anak kurus itu adalah underweight atau kekurangan berat badan. Kurus dan underweight mungkin terlihat sama jika dilihat sekilas, namun keduanya berbeda. Bisa saja anak terlihat kurus di mata Anda, tapi sebenarnya jika diukur anak tersebut masuk dalam kategori status gizi normal.

Anda harus mengetahui status gizi anak Anda untuk menentukan apakah anak Anda termasuk kekurangan berat badan atau tidak. Anda bisa membawa anak Anda ke Posyandu untuk ditimbang berat badannya dan diukur tingginya, atau Anda juga bisa membawa anak ke dokter untuk mengetahui status gizi anak.

Anak underweight atau kurang nutrisi lebih rentan sakit

Status gizi yang rendah atau saat anak tidak bisa memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik, maka anak akan lebih mudah terkena infeksi. Gizi berhubungan dengan kekebalan tubuh tubuh Anda. Semakin baik status gizi Anda, kekebalan tubuh Anda juga semakin baik. Sebaliknya, status gizi yang buruk dapat membuat kekebalan tubuh Anda semakin lemah.

Hal ini juga diungkapkan oleh Elena Blanco-Schumacher, RD, seorang ahli gizi klinis. Beliau mengatakan bahwa orang dengan berat badan kurang lebih rentan terkena infeksi. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuhnya lemak dan mudah terganggu, dilansir dari Today’s Dietitian. Jadi, tak heran jika anak dengan status gizi buruk lebih rentan terhadap penyakit.

Penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Dobner dan Kaser (2017) juga membuktikan bahwa anak yang kekurangan berat badan berhubungan dengan risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit infeksi. Tidak hanya itu, penelitian yang diterbitkan oleh European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases ini juga membuktikan bahwa anak yang kelebihan berat badan atau obesitas juga sama-sama memiliki risiko yang lebih tinggi untuk penyakit infeksi.

Penting bagi Anda untuk menjaga status gizi anak

Untuk membuat anak lebih sehat dan terhindar dari penyakit, penting bagi Anda untuk menjaga status gizi anak. Bagaimana caranya?

  • Beri anak makanan yang bergizi. Usia anak merupakan usia di mana kebutuhan zat gizi sedang tinggi. Untuk itu, anak perlu makan berbagai jenis makanan. Biasakan anak untuk suka semua jenis makanan. Tawarkan anak berbagai macam makanan, sehingga variasi makanan yang masuk ke dalam tubuh anak bertambah banyak.
  • Rutin mengukur status gizi anak. Membawa anak ke Posyandu untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan sangat penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan status gizi anak. Sehingga, Anda juga bisa menentukan langkah apa yang akan Anda ambil jika status gizi anak kurang atau berlebih.
  • Biarkan anak aktif atau biasakan anak melakukan olahraga teratur. Hal ini penting dilakukan agar terjadi keseimbangan dalam tubuh anak. Keseimbangan energi yang masuk dan juga energi yang keluar. Sehingga, status gizi normal lebih mudah untuk tercapai dan dipertahankan. Jangan biarkan anak berlama-lama di depan tv atau komputer, ini hanya akan membuatnya malas untuk bergerak.
  • Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Tidur sangat diperlukan anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Saat tidur, sel-sel dalam tubuh anak memperbaiki dirinya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca