5 Makanan yang Memberikan Nutrisi untuk Otak Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: .

Pada masa anak-anak, diperlukan nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat. Selain itu, juga diperlukan nutrisi untuk membantu kecerdasan otak anak. Makanan sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak anak karena makanan menyediakan nutrisi penting yang diperlukan otak, seperti glukosa, protein, lemak esensial, serta vitamin dan mineral.

Tahukah Anda bahwa glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak? Untuk melakukan kerjanya, otak membutuhkan glukosa sebagai energi utama. Glukosa merupakan bentuk paling kecil dari karbohidrat. Karbohidrat bisa Anda dapatkan dari nasi, roti, kentang, jagung, tepung, dan lainnya.

Selain glukosa dari karbohidrat, asam amino dan asam lemak dalam jumlah cukup juga diperlukan otak untuk menunjang kerjanya, seperti membentuk jaringan baru atau membentuk selubung saraf. Anda memperoleh asam amino dari makanan yang mengandung protein dan memperoleh asam lemak dari lemak.

Kita mungkin selalu berpikiran negatif terhadap lemak. Namun, tidak semua lemak membawa dampak negatif bagi tubuh. Lemak baik justru diperlukan tubuh. Bahkan sekitar 60% otak terbentuk dari lemak. Jumlah yang cukup banyak, bukan?

Berbagai nutrisi ini diperlukan otak dalam jumlah yang cukup. Terlalu sedikit atau terlalu banyak jumlah nutrisi dalam otak dapat mempengaruhi kerja sistem saraf, membuat kerja sistem saraf tidak normal.

Nah, apa saja sih makanan yang dapat menyediakan sumber nutrisi bagi otak?

Makanan yang memberikan nutrisi untuk otak anak

Sama seperti organ lain, otak membutuhkan berbagai jenis nutrisi untuk melakukan fungsinya. Terutama pada masa anak-anak di mana perkembangan otak masih berlangsung, tentu dibutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan baik untuk otak anak. Berikut ini beberapa makanan yang mengandung nutrisi untuk otak anak.

1. Gandum

Gandum mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik rendah. Otak kita membutuhkan energi yang didapatkan dari glukosa dalam karbohidrat untuk melakukan kerjanya. Kemampuan otak untuk berkonsentrasi dan fokus bisa didapat dari jumlah energi yang cukup, tersedianya energi yang dalam otak. Indeks glikemik yang rendah pada gandum membantu tubuh untuk melepaskan glukosa ke dalam darah dengan lambat sehingga menjaga kadar glukosa dalam darah tetap stabil. Hal ini membantu agar tubuh selalu bisa menyediakan energi dari glukosa untuk otak, sehingga membuat Anda selalu fokus sepanjang hari.

Gandum bisa Anda dapatkan dari sereal gandum, roti gandum, beras merah, dan pasta.

2. Ikan laut

Ikan mengandung asam lemak esensial yang diperlukan oleh otak. Asam lemak esensial ini tidak diproduksi dalam tubuh, sehingga Anda perlu mendapatkannya dari konsumsi makanan. Jenis asam lemak yang sangat dibutuhkan otak adalah asam lemak omega-3 dan omega-6.

Pernah mendengar istilah DHA dan AA? DHA merupakan asam dokoheksanoat yang dibentuk dari asam lemak omega-3. Sedangkan asam lemak omega-6 akan diubah menjadi AA atau asam arakidonat. Jadi, DHA dan AA tidak lain adalah bentuk dari asam lemak omega-3 dan omega-6 yang merupakan nutrisi penting untuk membantu perkembangan otak anak. Asam lemak omega-3 dapat diperoleh dalam ikan, seperti ikan salmon, tuna, makerel, hering, dan sarden.

3. Biji-bijian

Biji-bijian tertentu juga mengandung asam lemak. Asupan asam lemak yang tidak seimbang dapat mengganggu performa otak dan menyebabkan penyakit. Asam lemak merupakan salah satu nutrisi penting yang dapat menentukan kemampuan otak anak.  Asam lemak omega-6 berpengaruh dalam fungsi otak karena mempengaruhi pelepasan neurotransmiter dan juga mempengaruhi kemampuan neuron untuk menggunakan glukosa. Makanan yang mengandung asam lemak omega-6 ini adalah biji kenari, biji bunga matahari, dan biji wijen.

4. Telur

Telur merupakan sumber protein dan kaya akan vitamin B kompleks, seperti vitamin B6, B12, dan asam folat. Selain itu, telur juga mengandung asam lemak omega-3. Protein dikenal sebagai zat pembangun dan juga berfungsi dalam pembentukan neurotransmiter. Sedangkan vitamin B kompleks dapat membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah. Kadar homosistein tinggi dalam darah berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit stroke, gangguan kognitif, dan penyakit Alzheimer.

5. Brokoli

Brokoli merupakan sumber vitamin K yang baik bagi tubuh. Vitamin K diketahui berfungsi untuk mendukung fungsi kognitif dan meningkatkan kekuatan otak. Penelitian menunjukkan brokoli mengandung glukosinolat, yang dapat memperlambat pemecahan neurotransmiter dan asetilkolin. Neurotransmiter dan asetilkolin diperlukan oleh sistem saraf pusat untuk berfungsi dengan baik dan untuk menjaga otak dan ingatan tetap tajam. Kadar asetilkolin yang rendah dalam otak berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

Selain kelima makanan di atas, makanan lain juga diperlukan untuk perkembangan otak anak, seperti makanan yang mengandung mineral zat besi, seperti pada daging, kacang merah, hati, jagung, dan nasi; mineral seng, seperti pada telur dan udang; serta mineral magnesium, seperti pada jagung dan kacang-kacangan.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca