Begini Caranya Memompa ASI dengan Benar

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Februari 14, 2020
Bagikan sekarang

Menyusui bayi langsung dari payudara menjadi cara yang paling banyak dipilih bagi banyak ibu. Namun, ada kalanya ibu tidak bisa menyusui langsung sehingga harus memompa ASI. Memompa ASI bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu memerah melalui pijatan langsung dengan tangan atau menggunakan alat pompa ASI. Bagaimana cara memompa ASI yang benar agar lancar dan tidak sakit?

Kenapa harus memompa ASI dari payudara?

tips memerah asi

Memompa ASI dengan cara yang tepat dapat membantu memberikan manfaat ASI bagi bayi ketika Anda tidak bisa langsung menyusuinya. Biasanya, para ibu menyusui menggunakan pompa ASI dalam beberapa kondisi tertentu.

Ambil contohnya jika bayi lahir prematur, pompa berguna untuk menyediakan stok ASI saat ibu bekerja atau agar ASI tidak menumpuk di payudara guna mencegah terjadinya pembengkakan.

Selain bayi prematur, bayi baru lahir yang memiliki masalah kesehatan tertentu juga mungkin sulit menyusu langsung dari payudara (direct breastfeeding).

Kondisi inilah yang mau tidak mau membuat Anda harus menggunakan pompa ASI agar bayi tetap bisa mendapatkan ASI, terutama selama 6 bulan pertama atau ASI eksklusif.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), alasan perlunya menggunakan pompa ASI adalah sebagai berikut:

  • ASI harus dikeluarkan karena kondisi payudara sudah bengkak, tetapi bayi belum mau menyusu.
  • Merangsang produksi ASI pada payudara.
  • Bayi belum bisa menyusu langsung dari payudara.
  • Puting payudara lecet bila bayi menyusu langsung.

Di sisi lain, memompa ASI dengan cara yang tepat juga dapat membantu menyediakan produksi ASI meski Anda sedang tidak berada di dekat si kecil.

Ambil contohnya, hal ini bisa terjadi ketika Anda sedang dirawat untuk sementara waktu di rumah sakit atau bekerja sehingga tidak bisa menyusui secara langsung.

Apa saja jenis pompa ASI?

Sesuai dengan namanya, pompa ASI adalah sebuah alat khusus yang berguna untuk memerah ASI agar keluar dari payudara. Pompa ASI juga dikenal dengan nama breast pump.

Ada dua jenis pompa ASI yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan, yaitu:

Pompa ASI manual

pompa ASI manual

Manual breast pump atau pompa ASI manual adalah jenis pompa yang bekerja secara manual alias menggunakan tangan. Dengan kata lain, Anda mengandalkan kemampuan dan kekuatan tangan untuk memompa ASI dengan cara yang tepat.

Sedikit berbeda dengan cara memerah ASI menggunakan tangan secara langsung, pompa ASI manual melibatkan pemakaian alat. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot memerah ASI sendiri menggunakan tangan karena sudah ada bantuan dari alat.

Pompa ASI elektrik

pompa ASI elektrik

Electric breast pump atau pompa ASI elektrik adalah jenis pompa yang bekerja dengan bantuan listrik maupun baterai. Ada jenis elektrik yang harus selalu dicolokkan ke listrik terdekat selama digunakan, tetapi ada juga yang menggunakan baterai.

Pompa ASI elektrik yang memakai baterai biasanya perlu melakukan pengisian daya setiap kali akan digunakan. Perbedaan utama pompa elektrik dan manual yakni terletak pada teknik penggunaannya.

Selain itu, waktu yang dihabiskan untuk memerah ASI menggunakan pompa elektrik dan manual juga berbeda. Pompa ASI elektrik cenderung menghabiskan waktu yang lebih singkat dan cepat ketimbang pompa manual.

Bagi ibu menyusui yang tidak punya banyak waktu tapi ingin memompa ASI, Anda bisa memilih penggunaan pompa elektrik.

Bagaimana cara memompa ASI yang tepat?

memompa ASI

Anda dapat memompa atau mengeluarkan ASI dengan cara memijat payudara dengan tangan atau menggunakan pompa.

Menggunakan pijatan tangan

Berbeda dengan penggunaan alat pompa ASI, mengeluarkan ASI melalui pijatan tangan mungkin bukan cara yang mudah ketika Anda mencobanya pertama kali.

Anda mungkin merasa putus asa ketika sudah mencoba berkali-kali, tetapi hanya mampu menghasilkan sedikit bahkan beberapa tetes ASI.

Namun, jika sudah terbiasa, lama-kelamaan Anda akan terbiasa memompa ASI dengan cara pijatan tangan. Tidak menutup kemungkinan, Anda juga akan tahu bagaimana cara memompa ASI yang mudah menggunakan pijatan tangan.

Cara memompa ASI melalui pijatan tangan bisa dilakukan dengan menekan kelenjar susu di bagian belakang puting dan bukan dengan meremas puting Anda.

Proses pengeluaran seluruh ASI yang ada di kedua payudara mungkin membutuhkan waktu sekitar 15-45 menit atau bahkan lebih. Hal ini tergantung dari banyaknya ASI yang ada di payudara Anda.

Sebaiknya, kosongkan salah satu payudara dulu sebelum Anda beralih memerah ASI di payudara yang lain.

Cara memompa ASI dengan pijatan tangan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan cara berikut saat memompa ASI menggunakan tangan:

  1. Siapkan wadah bersih untuk menampung ASI. Anda bisa menggunakan wadah dengan mulut yang lebar seperti mangkuk agar lebih mudah.
  2. Sebelum mulai menerapkan cara memompa ASI, sebaiknya cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat kemudian pijat payudara dengan lembut.
  3. Cari tempat dan posisi duduk yang paling santai. Duduk dengan posisi badan sedikit condong ke depan sembari memangku wadah untuk menampung ASI.
  4. Pijat payudara dengan lembut dari bagian dasar ke arah puting susu untuk merangsang produksi hormon oksitosin (let down reflex).
  5. Rangsang puting dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk secara bersamaan. Anda juga bisa menggunakan kompres hangat atau mandi air hangat untuk membantu ASI lebih mudah keluar.
  6. Pegang payudara Anda tepat di belakang areola (daerah berwarna hitam pada payudara) dengan menggunakan ibu jari di bagian atas dan jari telunjuk di bagian bawah.
  7. Tekan jari Anda ke arah belakang dada kemudian pencet payudara di antara jari jempol dan telunjuk. Kemudian dorong ke arah puting seolah menyerupai gerakan bayi yang sedang mengisap.
  8. Hindari meremas puting Anda langsung karena akan membuat Anda kesakitan dan ASI tidak dapat keluar.
  9. Lepaskan tekanan, kemudian ulangi. Cobalah untuk tidak menggeser posisi jari Anda.
  10. Jika tetes ASI yang keluar cenderung lambat, gerakkan jari-jari Anda memutar sekitar payudara dan coba bagian yang berbeda dari payudara Anda.
  11. Ulangi cara memompa dengan tangan ini sampai payudara menjadi lembek dan terasa sudah kosong.

Mungkin awalnya hanya setetes dua tetes ASI yang keluar, tetapi jika terus dilakukan dapat membuat produksi ASI di dalam payudara lebih banyak.

Dengan sedikit latihan dan waktu, proses memompa ASI dengan menggunakan tangan dapat dilakukan dengan lancar.

Menggunakan pompa ASI (breast pump)

Jika Anda memilih menggunakan pompa ASI yang lebih mudah, Anda cukup meletakkan alat isapnya di payudara Anda. Tekan pegangannya jika Anda menggunakan pompa ASI manual atau Anda hanya cukup menghidupkan mesin untuk pompa ASI elektrik.

Pompa ASI akan menekan payudara Anda dan menyimpan ASI dalam botol yang terpasang. Supaya lebih jelas, berikut panduan cara menggunakan pompa ASI manual dan elektrik.

Cara menggunakan pompa ASI manual

Tahapan cara menggunakan jenis pompa manual yakni sebagai berikut:

  1. Siapkan alat pompa ASI manual, kemudian pasang masing-masing alat sesuai tempatnya.
  2. Masukkan pompa di posisi yang tepat dengan puting dan payudara sampai dirasa sudah nyaman.
  3. Posisikan salah satu tangan memegang pompa dan tangan lainnya menopang payudara.
  4. Gerakkan tuas pompa secara perlahan dengan hitungan seperti isapan bayi saat menyusui.
  5. Ulangi gerakan tangan saat memompa sampai jumlah ASI dirasa sudah cukup atau payudara telah kosong.
  6. Cuci bersih tangan dan semua peralatan setelah selesai digunakan.

Cara menggunakan pompa ASI elektrik

Tahapan cara menggunakan pompa elektrik yakni sebagai berikut:

  1. Siapkan alat pompa ASI elektrik, kemudian pasang masing-masing alat sesuai tempatnya.
  2. Letakkan pelindung payudara pada posisi yang tepat dan tidak terasa mengganggu atau sakit. Jika pelindung tersebut dirasa kurang pas, Anda bisa menekannya perlahan agar tidak mudah lepas nantinya.
  3. Colokkan pompa ASI elektrik ke sumber listrik terdekat atau langsung digunakan saat baterai masih tersedia.
  4. Nyalakan tombol “on” dan atur ke intensitas pompa sesuai keinginan Anda.
  5. Jika Anda menggunakan pompa ASI elektrik yang hanya memiliki satu pompa, ulangi tahapan sebelumnya di kedua sisi payudara.
  6. Lakukan proses memompa ASI dengan cara yang tepat sampai jumlah ASI yang diperoleh telah cukup atau payudara sudah kosong.
  7. Cuci bersih tangan dan semua peralatan setelah selesai digunakan.

Jika Anda memakai pompa untuk mengeluarkan ASI, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihannya. Sebaiknya cuci dengan air panas dan sabun sebelum dan setelah pompa digunakan agar pompa tetap steril.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum memompa ASI?

warna ASI bayi menyusui

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan dengan baik sebelum memompa ASI, entah dengan cara langsung menggunakan tangan maupun alat pompa.

Melansir dari American Pregnancy Association, berikut beberapa persiapan sebelum memompa ASI:

  1. Biasakan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memompa ASI.
  2. Pastikan seluruh komponen yang akan digunakan untuk memompa ASI sudah dalam kondisi bersih dan steril.
  3. Jika Anda menggunakan tangan secara langsung, pastikan tangan dan wadah penampung ASI sudah bersih. Jika Anda menggunakan pompa ASI manual maupun elektrik, pastikan seluruh komponen alat tersebut sudah steril.
  4. Cari ruangan atau tempat yang sepi dan nyaman untuk memompa ASI. Setelah ini, Anda siap untuk memompa ASI dengan cara yang telah dijelaskan sebelumnya.

Setelah selesai dipompa, ASI perah harus disimpan dengan cara yang tepat untuk menjaga kualitasnya. Jangan lupa perhatikan juga waktu menyusui bayi sesuai dengan jadwalnya setiap hari.

Bagaimana cara memompa ASI agar lebih banyak keluar?

memompa asi di kamar mandi

Terdapat beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk mendorong let-down reflex (ASI keluar dengan lancar), sehingga ASI lebih banyak keluar ketika Anda memompa. Berikut ini merupakan caranya:

1. Cobalah untuk tenang

Cari tempat yang tenang, nyaman, dan hangat untuk memerah ASI. Ketika sedang mengeluarkan ASI, tariklah napas dalam-dalam secara perlahan.

Agar mendapatkan suasana tenang, Anda bisa menggunakan metode yang sesuai dengan Anda. Ambil contohnya, Anda bisa mendengarkan musik.

Anda juga bisa memberi kehangatan pada payudara Anda sebelum mengeluarkan ASI. Sebagai gambaran, Anda bisa mandi air hangat atau mengompres payudara Anda dengan air hangat sebelum Anda memulai untuk mengeluarkan ASI.

2. Pijat payudara dengan lembut

Menyentuh dan memijat payudara dapat memicu proses let-down reflex. Hal ini bertujuan agar nantinya ASI dapat keluar dengan lancar.

3. Minta dukungan dari orang-orang terdekat

Banyak ibu yang merasa sangat terbantu ketika orang di sekelilingnya mendukungnya untuk memberikan ASI kepada bayi. Anda bisa meminta dorongan dari suami, orangtua, mertua, atau teman sekalipun.

Dukungan ini membuat ibu semangat dan percaya diri untuk dapat memberikan ASI kepada buah hati.

Berapa banyak ASI yang harus dipompa?

mencampur ASI perah di waktu berbeda

Seberapa banyak ASI yang akan Anda keluarkan tergantung dari alasan mengapa Anda mengeluarkan ASI. Jika Anda mengeluarkan ASI untuk meringankan pembengkakan pada payudara, mungkin Anda hanya butuh mengeluarkan ASI sampai Anda merasa payudara Anda lebih baik dan nyaman.

Seberapa banyak ASI yang dapat Anda keluarkan tergantung dari kemampuan produksi ASI masing-masing ibu. Ada ibu menyusui yang mampu mengeluarkan ASI dalam jumlah atau volume yang besar setiap beberapa jam sekali.

Di sisi lain, ada juga ibu yang hanya bisa mengeluarkan ASI dengan jumlah atau volume kecil tetapi dalam waktu yang lebih sering. Namun, sebaiknya Anda tidak menilai kemampuan produksi ASI dari seberapa banyak jumlah yang dihasilkan.

Pilihan untuk memompa ASI, entah dengan menggunakan tangan atau alat pompa, merupakan cara kedua saat Anda tidak bisa menyusui secara langsung maupun perlu mengeluarkan ASI.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Aman dan Nyaman Pompa ASI di Tempat Umum

Saat tidak bersama si kecil, Ibu bisa mengikuti tips pompa ASI yang aman dan nyaman di manapun Ibu berada, termasuk di tempat umum.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Parenting, Menyusui April 1, 2020

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Parenting, Menyusui Februari 23, 2020

Bisakah Kandungan Susu Formula Menggantikan Manfaat ASI?

Kandungan susu formula tidak akan sama dengan ASI. Namun, apakah ada kandungan penting dalam susu formula yang bisa menggantikan manfaat ASI pada bayi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Parenting, Nutrisi Anak Januari 7, 2020

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhan Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Parenting, Menyusui Januari 6, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 28, 2020
Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang April 27, 2020
Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang April 21, 2020