9 Cara Meningkatkan Produksi ASI yang Dipompa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak ibu yang mungkin memiliki pengalaman sulit untuk mengeluarkan ASI terutama ketika dipompa. Perlu Anda ketahui, payudara memproduksi dan mengeluarkan ASI ketika ada rangsangan seperti hisapan bayi. Lalu bagaimana saat memerah ASI dengan pompa? Mari kita simak cara untuk meningkatkan produksi ASI yang dipompa.

Tips memerah ASI dengan pompa

1. Pilih pompa ASI yang tepat

Pilihlah pompa dengan kualitas yang baik. Pompa elektrik dinilai lebih baik daripada pompa yang dioperasikan dengan tangan. Sebenarnya boleh saja jika ibu terkadang menggunakan pompa dengan tangan, tetapi hal tersebut tidak cukup baik untuk menjaga kelancaran pengeluaran ASI.

Selain itu, pilihlah ukuran pompa yang sesuai dengan payudara ibu. Jika ukurannya tidak pas, dapat membuat payudara menjadi lecet. Kemudian, untuk mendapatkan hasil yang terbaik, ikuti petunjuk yang diberikan ketika menggunakan pompa.

2. Rajinlah memompa

Ibu harus memerah ASI menyesuaikan dengan jadwal bayi menyusu. Bayi baru lahir biasanya minum susu setiap 2-3 jam (8-12 kali per hari). Berarti ibu juga harus rajin dalam memompa tiap 2-3 jam. Lakukan pompa selama 10-15 menit setiap kalinya.

Saat memompa, dapat ditemukan juga let down reflex yaitu saat air susu keluar dengan sendirinya. Tetapi let down reflex biasanya terjadi beberapa saat setelah dipompa. Lanjutkan memompa sampai tidak ada susu lagi yang keluar dari payudara. Ibu juga dapat menambahkan durasi setiap kali memompa 1-2 menit lebih lama.

3. Metode power pump

Terdapat sebuah metode yang disebut dengan power pump untuk meningkatkan produksi ASI yang dipompa. Perlu diingat bahwa metode ini bukan sebagai pengganti jadwal pompa yang biasanya ibu lakukan. Metode ini digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan produksi ASI. Metode ini dilakukan dengan cara membuat payudara kosong sehingga akan memberikan sinyal ke tubuh untuk meningkatkan produksi ASI.

Untuk melakukan power pump, sediakan waktu selama satu jam setiap harinya (misalnya pada tiap jam 7 pagi) dan lakukan pola memompa seperti berikut:

  1. Pompa selama 20 menit; istirahat selama 10 menit
  2. Pompa selama 10 menit lagi; istirahat selama 10 menit
  3. Pompa selama 10 menit lagi; lalu selesai

Dalam metode ini, berarti ibu melakukan pompa selama 40 menit dalam total waktu 60 menit. Setelah itu, lakukan pompa sesuai jadwal rutin yang biasa dilakukan. Sebagian besar ibu merasakan hasil dari metode power pump ini setelah 3 hari tetapi ada juga yang baru merasakan hasilnya setelah 7 hari.

4. Memompa dalam posisi yang nyaman

Posisikan diri Anda dalam posisi yang nyaman. Usahakan ibu tetap dekat dengan bayi. Ketika ibu dekat dengan bayi, hal tersebut dapat meningkatkan ASI dan memicu terjadinya let down reflex ketika memompa.

5. Gunakan handuk hangat

Sebelum memompa, Anda dapat melakukan kompres dengan menaruh  handuk hangat pada payudara. Selain itu juga dapat dilakukan pijatan pada payudara. Hal ini dapat membantu melancarkan pengeluaran ASI.

6. Makan makanan yang bergizi

Ketika ibu sedang menyusui maupun memompa, asupan makanan harus tetap terjaga dengan baik karena produksi ASI memerlukan energi tambahan. Makanlah makanan yang bergizi termasuk di dalamnya yang tinggi kalori dan makanan yang dapat menambah produksi ASI.

7. Banyak minum air

Sama seperti ibu yang menyusui langsung, ibu yang memerah ASI atau menggunakan pompa untuk menyusui harus minum air sebanyak 6-8 gelas tiap harinya. Hindari minuman yang mengandung kafein seperi kopi, teh atau soda.

8. Obat penambah ASI

Jika ibu tetap mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI yang dipompa, coba konsultasikan ke dokter. Terdapat obat yang memang fungsinya dapat meningkatkan produksi ASI (galactagogues). Akan tetapi, konsumsi obat saja tidak cukup baik untuk meningkatkan produksi ASI. Ibu juga tetap harus rajin memompa untuk memberikan stimulasi pada payudara.

9. Istirahat yang cukup

Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya yaitu istirahat yang cukup. Ibu harus tetap memiliki waktu istirahat meskipun memompa dilakukan dengan sering. Ibu tetap harus memperhatikan kesehatan dan jangan sampai kelelahan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca