3 Penyebab Pipi Bayi Merah yang Tidak Normal dan Harus Diwaspadai Ortu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Saat melihat acara televisi, bayi yang memiliki pipi merah memang terlihat lucu dan menggemaskan. Pada kehidupan nyata, kondisi ini memang bisa terjadi pada bayi. Umumnya, terjadi saat gigi bayi mulai tumbuh. Akan tetapi, bisa juga menjadi tanda adanya penyakit pada bayi. Apa saja penyebab pipi bayi merah? Yuk, cari tahu penyebabnya berikut ini.

Umumnya, pipi bayi akan memerah saat gigi mulai tumbuh

Pipi memerah merupakan salah satu tanda bahwa gigi bayi sedang tumbuh. Kenapa? Kemerahan pada kulit tersebut terjadi karena gigi bayi mulai menembus gusi anak.

Selain itu, produksi air liur juga semakin meningkat sehingga saat mengenai kulit akan muncul ruam di sekitar pipi atau dagu. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit dan terkadang demam. Itu sebabnya bayi akan menjadi sulit untuk tidur dan tidak mau makan.

Namun Anda tidak perlu khawatir, Anda bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh bayi. Caranya, tempelkan kain lap yang dingin pada pipi bayi untuk mengurangi pembengkakan dan kemerahan. Jaga selalu area pipi dan dagu bayi tetap kering dari air liur atau ASI. Oleskan obat salep sesuai resep dokter pada kulit yang mengalami ruam.

Waspada, pipi bayi merah bisa jadi tanda suatu penyakit

Ternyata, pipi bayi merah bisa terjadi ketika si kecil mengalami suatu penyakit. Jadi, Anda harus memerhatikan gejala apa saja yang muncul selain kemerahan pada pipi, supaya bayi lebih cepat maedapatkan pengobatan dari dokter. Berikut beberapa penyakit yang menyebabkan pipi bayi merah.

1. Fifth disease

masalah kulit bayi prematur

Fifth disease (erythema infectiosum) memiliki banyak nama, yaitu slapped cheeks disease atau penyakit kelima. Nama penyakit ini menggambarkan gejala kemerahan pada kulit seperti habis ditampar.

Dibanding orang dewasa, penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Namun, gejalanya bisa sangat parah jika dialami oleh wanita hamil atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyakit ini disebabkan oleh parvovirus B19 yang bisa menyebar melalui air liur dan pernapasan. Selain menyebabkan pipi merah, gejala lain yang mungkin terjadi sangat beragam. Gejalanya hampir menyerupai flu, seperti:

  • Sakit kepala
  • Tubuh lemas
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Mual
  • Hidung berair atau tersumbat

Selain gejala flu, ruam yang muncul bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tahapan awal rona akan muncul pada area pipi, kemudian menyebar ke bagian lengan kaki, dan tubuh lain dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

Gejala kemerahan pada pipi ini biasanya hanya muncul pada anak-anak. Orang dewasa cenderung merasakan nyeri sendi pada pergelangan tangan, kaki, atau lutut sebagai gejala utama.

Penyakit ini dapat diatasi dengan meminum obat paracetamol, perbanyak istirahat, dan minum air putih. Namun, pada kasus berat yang mengancam jiwa, imunoglobin intravena (IVIG) dapat diberikan.

2. Alergi

obat pilek bayi

Munculnya ruam merah pada pipi bisa jadi tanda reaksi alergi, terutama alergi terhadap makanan. Kondisi ini bisa terjadi pada usia berapa pun, tapi lebih sering terjadi saat usia anak-anak. Ketika makanan yang menjadi penyebab alergi dikonsumsi si kecil, sistem imunnya langsung menyerang zat makanan tersebut dan menganggapnya sebagai zat yang berbahaya.

Munculnya ruam pada pipi biasanya disertai rasa gatal. Lama-lama, ruam bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Tanpa perawatan, alergi makanan bisa bertambah parah dan menjadi eksim. Perlu Anda ketahui bahwa, gejala ini muncul beberapa menit atau jam setelah anak memakan sesuatu. Gejala alergi lainnya yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Batuk
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Hidung tersumbat, hidung meler, atau terus bersin
  • Sakit perut
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Pembengkakan wajah dan peningkatan denyut jantung (reaksi alergi berat)

Jika bayi mengalami gejala-gejala alergi, segera lakukan pemeriksaan pada dokter. Yang terpenting, Anda harus memastikan makanan bayi bebas dari makanan pemicu alergi.

3.Rosacea

eksim pada bayi

Rosacea adalah peradangan pada kulit terluar yang disebabkan oleh bakteri yang hidup di usus, tungau, dan juga masalah pada pembuluh darah di sekitar wajah. Walaupun cenderung terjadi pada anak-anak yang lebih dewasa dan orang dewasa, balita juga bisa mengalami kondisi ini.

Selain pipi bayi merah, area dahi, hidung, dan dagu juga bisa menunjukkan gejala ruam. Gejala lain yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Kulit menebal dan kering
  • Pori-pori terlihat lebih besar
  • Hidung membengkak
  • Ada benjolan di kelopak mata
  • Sensasi terbakar pada kulit

Sama seperti alergi, gejala penyakit ini kambuhan. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mandapatkan obat yang sesuai untuk bayi Anda. Jangan lupa untuk melakukan perawatan pada kulit bayi, seperti mengoleskan pelembap dan menjaga kebersihan pakaian serta menjaga kelembapan udara.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca