home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gejala Campak yang Perlu Diketahui Orangtua

Gejala Campak yang Perlu Diketahui Orangtua

Saat muncul bintik-bintik, ruam, atau gabagen pada anak serta bayi apa yang pertama kali Anda lakukan sebagai orangtua? Walaupun terlihat sepele, tidak menutup kemungkinan gejala ini mengarah pada masalah kesehatan yang cukup serius seperti campak. Simak penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri atau gejala campak yang perlu Anda ketahui di bawah ini!

Apa itu kondisi campak pada anak dan bayi?

Mengutip dari Mayo Clinic, campak atau rubeola adalah masalah kesehatan yang terjadi karena infeksi dari paramyxovirus.

Tidak hanya itu saja, campak pada bayi juga merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang tergolong sangat menular.

Campak atau tampek menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Biasanya, campak yang bisa serius hingga fatal ini ditularkan lewat kontak langsung dan melalui udara.

Kondisi ini juga menyebabkan timbulnya ruam pada kulit atau gabagen di seluruh tubuh pada bayi maupun anak-anak.

Penyakit ini juga tidak bisa disepelekan karena campak bisa membunuh 100 ribu orang per tahun, sebagian besar anak dan bayi di bawah usia 5 tahun.

Namun, vaksin campak atau vaksin MMR bisa menurunkan kematian bayi maupun anak sekitar 73 persen atau sekitar 23,3 juta jiwa, antara tahun 2000 sampai 2018.

Apa saja gejala dan ciri-ciri campak?

gejala campak anak bayi

Setelah anak atau bayi terpapar virus campak, diperlukan waktu 7 hingga 14 hari hingga akhirnya gejala campak mulai terlihat.

Saat sudah terinfeksi, gejala pertama yang muncul biasanya adalah batuk demam tinggi, serta mata terlihat merah.

Lalu, ada kemungkinan juga mengalami bintik Koplik (bintik merah kecil bercampur biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam atau gabagen muncul pada anak atau bayi.

Berikut beberapa gejala atau ciri-ciri campak pada anak maupun bayi yang perlu diperhatikan orangtua:

Setelah dua hingga tiga hari, gejala atau ciri-ciri campak yang juga muncul, di antaranya adalah:

  • Diare
  • Bintik Koplik
  • Ruam atau gabagen yang menyebar pada seluruh tubuh bayi maupun anak

Perlu pula diketahui orangtua bahwa gejala serta infeksi campak terjadi secara berurutan dalam jangka waktu dua hingga tiga minggu, seperti:

1. Masa infeksi dan inkubasi

Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, virus campak mempunyai masa inkubasi di dalam tubuh yaotu sekitar 7 hingga 14 hari.

Pada masa ini, tidak akan terlihat gejala apapun pada tubuh anak maupun bayi termasuk ruam atau gabagen.

2. Gejala dan ciri-ciri campak nonspesifik

Gejala campak pada anak maupun bayi biasanya dimuali dengan demam ringan hingga sedang.

Lalu, seringkali disertai pula dengan batuk terus menerus, pilek, hingga sakit tenggorokan. Kondisi ini tergolong ringan dan berlangsung selama dua hingga tiga hari.

3. Kondisi akut dan munculnya ruam

Setelah itu, muncul gejala campak lainnya seperti ruam atau gabagen pada anak maupun bayi. Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil dan ada beberapa di antaranya sedikit menonjol.

Bercak, bintik merah, yang tergolong rapat bisa membuat tampilan kulit di selurut tubuh terlihat kemerahan. Bagian tubuh yang pertama kali muncul bintik atau gabagen pada bayi adalah wajah.

Beberapa hari kemudian, ruam mulai menyebar ke bagian lengan, perut, paha, hingga kaki. Pada saat yang sama, demam pada anak mulai mengalami peningkatan hingga 40°C.

Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena gejala campak ini akan berangsur-angsur mereda dan menghilang.

Ruam biasanya terjadi 14 hari setelah terpapar virus, dengan kisaran 7-18 hari.

Lalu, ruam, bintik-bintik atau gabagen pada bayi maupun anak ini berlangsung selama 5-6 hari hingga akhirnya memudar.

4. Periode gejala yang menular

Saat gejala campak sudah muncul, ada kemungkinan anak dapat menyebarkan virus ke orang lain selama delapan hari.

Penularan ini dimulai ketika gejala seperti ruam atau gabagen pada bayi maupun anak muncul selama empat hari.

Kapan harus ke dokter setelah gejala campak muncul?

Campak merupakan salah satu penyakit yang cukup serius dan sangat menular.

Maka dari itu, ketika Anda sudah melihat ciri-ciri campak pada bayi maupun anak, tidak ada salahnya untuk langsung bertemu dokter.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran serta anak bisa mendapatkan penanganan secara langsung.

Ada beberapa kondisi dari gejala serta ciri-ciri campak yang membuat Anda harus membawa anak ke dokter, yaitu:

  • Sulit dibangunkan
  • Linglung atau terus menerus mengigau
  • Kesulitan bernapas dan tidak membaik setelah Anda membersihkan hidungnya
  • Mengeluhkan sakit kepala parah
  • Terlihat sangat pucat, lemah, dan lunglai
  • Mengeluhkan sakit telinga
  • Mengeluarkan cairan kuning dari mata
  • Masih demam setelah hari keempat ruam timbul
  • Demam semakin parah

Dokter biasanya bisa mendiagnosis campak dengan melihat tanda dan gejala. Selain itu, akan dilakukan tes darah untuk memastikan apakah ada virus rubella atau tidak.

Tidak hanya itu saja, apabila anak mempunyai sistem imun yang rendah, maka ia diharuskan untuk beristirahat total.

Ini dilakukan sampai semua gejala campak pada anak maupun bayi termasuk gabagen benar-benar hilang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Protecting Your Baby from a Measles Outbreak FAQs. (2020). Retrieved 1 December 2020, from https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/immunizations/Pages/Protecting-Your-Baby-from-a-Measles-Outbreak-FAQs.aspx

Measles (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 1 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/measles.html

Measles – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 1 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857

Measles Signs and Symptoms. (2020). Retrieved 1 December 2020, from https://www.cdc.gov/measles/symptoms/signs-symptoms.html

Measles. (2019). Retrieved 1 December 2020, from https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/measles

Melbourne, T. (2020). Kids Health Information : Measles . Retrieved 1 December 2020, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Measles/

Measles (Rubeola) in Children. (2020). Retrieved 1 December 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=rubeola-measles-90-P02543

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 02/02/2017
x