Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ciri-Ciri Eksim pada Bayi Menurut Perkembangan Usia

Ciri-Ciri Eksim pada Bayi Menurut Perkembangan Usia

Kulit bayi yang sensitif rentan mengalami iritasi karena penyakit kulit seperti eksim (dermatitis atopik). Namun, kebanyakan orangtua mungkin masih suka keliru mengenali atau justru melewatkan ciri-ciri eksim pada kulit bayi mereka. Padahal eksim dapat menimbulkan rasa gatal yang sangat mengganggu bayi dan perlu ditangani lebih lanjut.

Seperti apa ciri-ciri eksim pada bayi?

Penyebab eksim sampai saat ini masih belum diketahui.

Namun, beragam faktor seperti genetik, sistem imun yang sensitif, dan riwayat penyakit turunan keluarga seperti alergi makanan, asma, dan dermatitis turut berperan dalam kemunculan eksim pada kulit bayi.

Selain itu, beberapa faktor luar seperti paparan zat kimia dalam produk perawatan kulit dan perubahan suhu ekstrem juga dapat memicu kekambuhan gejala eksim pada bayi.

Nah, untuk mengetahui apakah bayi benar mengalami eksim atau penyakit kulit lain, Anda harus tahu dulu bahwa gejala eksim dapat tampak sangat berbeda pada orang dewasa dan anak-anak kecil.

Menurut National Eczema Association, ciri-ciri eksim yang muncul pada bayi bisa dibedakan berdasarkan perkembangan usia mereka. Pada bayi, gejala eksim biasanya mulai muncul di bagian wajah dalam 6 bulan pertama hidupnya.

Ciri eksim pada bayi di bawah 6 bulan

Ciri-ciri eksim yang paling khas muncul pada bayi di 6 bulan pertama usianya adalah ruam berupa kumpulan bercak atau bintik-bintik merah di pipi, dagu, dahi, dan kulit kepala. Ruam eksim juga dapat membuat kulir bayi kering dan bersisik.

Ruam kemerahan ini dapat menimbulkan rasa gatal dan perih sehingga bisa membuat bayi rewel karena tidak nyaman.

Ciri eksim pada bayi usia 6-12 bulan

Ruam eksim yang tadinya terpusat di sekitar wajah bayi kini mulai menyebar pada bagian-bagian tubuh lainnya. Bayi yang berusia di atas 6 bulan sampai 12 bulan cenderung mengalami ruam gatal kemerahan di siku, lutut, dan area lain yang mudah digaruk oleh tangannya.

Secara garis besar, ciri-ciri eksim pada bayi di atas 6 bulan dapat meliputi:

  • Beberapa bagian kulit berubah kering dan bersisik. Awalnya pada wajah yaitu pipi, dagu, dan dahi yang bisa meluas hingga ke kaki, pergelangan tangan, siku, dan bagian lipatan tubuh.
  • Terjadi iritasi kulit yang menimbulkan rasa gatal dan perih.
  • Bayi merasa tidak nyaman dan kerap menangis akibat rasa gatal
  • Ruam pada seluruh anggota tubuh umumnya memiliki bentuk yang identik.

Semakin sering digaruk, lapisan kulit bayi akan semakin rusak dan mudah terinfeksi dari kuman yang ada di lingkungan sekitar. Akibatnya, kulit bisa berubah menguning dan muncul bintil kemerahan yang menimbulkan rasa sakit saat digaruk.

Bagaimana membedakan gejala eksim pada bayi dan jerawat biasa?

Kemunculan eksim dan jerawat pada bayi sama-sama ditandai dengan bercak kemerahan pada kulit. Namun, keduanya adalah masalah kulit yang berbeda.

Jerawat pada bayi muncul akibat perubahan hormon pada tubuh ibu selama kehamilan. Sementara itu, eksim merupakan kondisi genetik ketika tubuh hanya bisa sedikit memproduksi sel lemak yang disebut ceramide.

Selain beda penyebabnya, berikut beberapa perbedaan lain antara ciri eksim dan jerawat pada bayi agar Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat untuknya:

1. Beda warna dan penampilan

Ada dua jenis jerawat yang muncul pada kulit bayi. Jerawat neonatal alias bayi baru lahir tampak seperti jerawat putih, komedo, atau bintil kemerahan yang mungkin berisi nanah pada kulit. Sementara jerawat infantil (yang muncul pada usia 3-6 bulan) bisa muncul dalam bentuk komedo hitam, komedo putih, atau membentuk kista.

Ciri-ciri eksim pada bayi berbeda. Kulit yang terkena eksim biasanya tampak memiliki bercak merah dengan permukaan yang kering, kasar, dan gatal. Jika terinfeksi, eksim akan tampak berwarna kuning dengan benjolan berisi nanah pada bagian tengahnya.

2. Beda usia kemunculan gejala

Pembentukan jerawat pada bayi berbeda sesuai jenisnya. Jerawat neonatal muncul dalam waktu 6 minggu pertama setelah kelahiran. Berbeda dengan jerawat neonatal, jerawat infantil biasanya baru muncul saat bayi berusia 3-6 bulan.

Eksim pada bayi juga dapat terjadi pada beberapa bulan awal usia bayi, terutama pada bulan pertamanya. Namun, eksim pada bayi umumnya muncul di antara usia 6 bulan hingga 5 tahun.

3. Tempat munculnya gejala

Jerawat dan eksim dapat muncul pada beberapa bagian tubuh yang sama, tapi ada pula bagian tubuh yang lebih rentan. Jerawat lebih banyak muncul pada area tertentu seperti dahi, dagu, kulit kepala, leher, dada, dan punggung.

Ciri-ciri eksim pada bayi juga bisa tampak pada area dahi dan dagu. Selama enam bulan pertama kehidupan si kecil, eksim muncul pada wajah, pipi, dan kulit kepalanya. Beberapa bayi pun bisa mengalaminya pada persendian lengan dan kaki.

4. Beda pemicunya

Ada berbagai faktor yang dapat membuat gejala jerawat pada bayi semakin parah. Faktor tersebut di antaranya paparan susu formula, bahan pakaian yang dicuci dengan detergen kuat, atau produk kebersihan yang justru menimbulkan iritasi.

Ciri-ciri eksim pada bayi dapat bertambah parah bila kulit bayi menjadi kering, terpapar pemicu iritasi dan pemicu alergi, serta terkena panas dan keringat. Kondisi seperti stres juga dapat memperparah iritasi dan rasa gatal.

Eksim pada bayi dan jerawat memang hampir mirip. Gejalanya keduanya pun bisa berlangsung selama sementara dan Anda bisa mengatasinya dengan mudah.

5. Beda perawatannya

Perbedaannya, ciri-ciri eksim pada bayi tidak dapat disembuhkan. Sedangkan jerawat pada bayi bisa diatasi. Pengobatan eksim hanya bertujuan untuk menghilangkan ciri-ciri eksim pada bayi dan mencegahnya muncul kembali.

Jadi, bila Anda mendapati munculnya gejala yang tidak wajar pada tubuh si kecil, jangan ragu untuk memeriksakannya pada dokter terkait guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah ciri-ciri eksim pada bayi bisa menghilang?

Ciri-ciri eksim pada bayi kemungkinan akan menghilang secara bertahap sampai si kecil di usia sekolah. Pasalnya, kemampuan sistem imun anak sudah bekerja lebih baik untuk melawan peradangan dan menjaga kesehatan kulit dari dalam.

Meski demikian, ada juga kasus-kasus tertentu di mana ciri-ciri eksim pada bayi telah hilang tapi biasanya kondisi kulit mereka akan tetap kering sampai memasuki usia dewasa.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baby acne vs. eczema: How to tell the difference. (2020). Retrieved 22 January 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/324234.php

Baby eczema: causes, symptoms, treatments and creams. (2020). Retrieved 22 January 2020, from https://www.babycentre.co.uk/a541297/baby-eczema-causes-symptoms-treatments-and-creams

Eczema in Children | National Eczema Association. (2020). Retrieved 22 January 2020, from https://nationaleczema.org/eczema/children/

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Babies and Eczema. Retrieved 22 January 2020, from https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-eczema-questions-answers#1

Tips on What Parents Can Do When Their Newborn Has Baby Acne. (2020). Retrieved 22 January 2020, from https://www.verywellhealth.com/newborn-baby-acne-15497

Does my baby have acne or a rash? Diagnosis and treatment. (2020). Retrieved 22 January 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/323926.php

Eczema. (2020). Retrieved 22 January 2020, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/eczema/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 13/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita