Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Bayi Bermimpi Seperti Orang Dewasa Saat Tidur?

Apakah Bayi Bermimpi Seperti Orang Dewasa Saat Tidur?

Tidak ada pemandangan yang lebih indah bagi orangtua selain melihat bayinya tidur dengan nyaman. Terlebih ketika si kecil sesekali tersenyum saat tidur, rasanya ingin sekali mengetahui apa yang sedang dimimpikannya saat itu. Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah bayi bermimpi seperti orang dewasa? Kira-kira, apa saja yang dimimpikan oleh bayi? Yuk, cari tahu lewat ulasan lengkap berikut ini.

Apakah bayi bermimpi sejak ia dilahirkan?

bayi tersenyum

Anda tentu tidak akan pernah tahu apa yang dimimpikan oleh para bayi dimulai dari ia lahir. Walaupun Anda sering melihat bayi baru lahir tersenyum saat tidur, nyatanya bayi belum mengalami fase mimpi pada dua minggu pertama ia dilahirkan.

Sebetulnya, mimpi merupakan cerminan dari apa yang kita lihat dan pikirkan sehari-hari. Nah, bayi tentu belum mengalami banyak interaksi dengan lingkungan sekitarnya seperti orang dewasa. Akibatnya, mereka belum punya bayangan apa pun untuk dikirim ke otak dan diolah menjadi mimpi.

Menurut para ahli, bayi mulai bisa bermimpi secara aktif sejak usia dua minggu. Jodi Mindell, Ph.D., Kepala Sleep Center di The Children’s Hospital of Philadelphia mengungkapkan kepada Parenting bahwa saat bayi mulai bisa bermimpi, yang muncul dalam mimpinya hanyalah berupa kumpulan citra atau kejadian tanpa dialog. Hal ini karena bayi belum mengenal bahasa layaknya orang dewasa, sehingga mimpi mereka kemungkinan besar diam tanpa suara.

Seperti apa tahapan mimpi yang dialami oleh bayi saat tidur?

bayi tidur setelah vaksin

Sama seperti orang dewasa, bayi juga mengalami fase tidur yaitu REM (rapid eye movement) dan non-REM. Bedanya, bayi yang baru lahir bisa menghabiskan separuh waktu tidurnya pada fase REM. Sementara itu, orang dewasa hanya menghabiskan seperempat waktu tidurnya di fase REM dan sisanya lebih banyak di fase non-REM.

Fase REM merupakan tahapan tidur saat seseorang mencapai tidur yang nyenyak, mudah terbangun, dan bermimpi. Pada bayi, fase ini biasanya ditandai dengan kelopak mata yang tiba-tiba berdenyut atau tubuh yang menyentak. Tanda-tanda tersebut menandakan bahwa otak sedang melakukan pemindaian saat bayi bermimpi.

Uniknya, mimpi bayi tidak sama seperti mimpi orang dewasa. Pasalnya, yang muncul di dalam mimpi bayi hanyalah sekumpulan gambar tanpa suara yang berhasil mereka rekam saat melek atau terjaga. Misalnya suasana di kamar, mainan, hingga wajah orangtuanya, tapi tanpa dialog – alias tanpa suara.

Meski demikian, fase tidur REM dapat membantu menguatkan memori bayi terhadap hal-hal di sekitarnya. Saat bayi melek atau terjaga di siang hari, si kecil sedang berusaha menyerap segala informasi yang ada di sekitar dan membuatnya belajar banyak hal. Jadi, otak si kecil justru sama sekali tidak tertidur walaupun ia sendiri sedang tidur.

Benarkah bayi bisa mengalami mimpi buruk?

bayi menangis tiap sore

Kini Anda sudah tahu kalau bayi bermimpi mulai usia dua minggu, meski mimpinya hanya berisi kumpulan gambar tanpa suara. Nah, bagaimana dengan mimpi buruk? Apakah bayi bisa mengalami mimpi buruk?

Kalau Anda melihat si kecil tiba-tiba menjerit atau gelisah di tengah malam saat tidur, sebenarnya ini bukan berarti bayi Anda sedang mimpi buruk. Pasalnya, bayi belum bisa mengenali rasa takut akibat hal-hal buruk. Jadi, tak mungkin bayi merasa takut karena mimpi buruk sebab mereka saja belum tahu seperti apa rasa takut itu.

Bayi mungkin gelisah karena tidak nyaman. Entah suhu kamarnya terlalu dingin atau panas, ia merasa lapar, atau posisi tubuhnya tidak enak.

Mulai memasuki usia 2 sampai 3 tahun, anak-anak baru mulai bisa membedakan mana rasa bahagia dan mana rasa takut. Hal inilah yang membuat anak-anak mulai bisa merasa ketakutan dan berujung pada mimpi buruk.

Maka itu, tak perlu buru-buru panik kalau bayi tiba-tiba menjerit saat tidur. Bayi Anda akan kembali tenang – bahkan tanpa terbangun sama sekali – dengan sendirinya setelah beberapa menit. Jadi, Anda tak perlu berusaha menghiburnya, sebab hal ini justru akan membuatnya terbangun dan melek lebih lama di tengah malam.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Do Babies Dream? https://www.parenting.com/article/do-babies-dream. Accessed 3/7/2018.

What Do Babies Dream About? https://www.livescience.com/33702-babies-dream-sleep.html. Accessed 3/7/2018.

What is My Baby Dreaming About? https://www.healthline.com/health/parenting/baby-dreaming. Accessed 3/7/2018.

Baby Dreams. https://www.nytimes.com/2005/11/22/health/science/q-a-baby-dreams.html. Accessed 3/7/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 12/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x