10 Tipe Anak yang Butuh Menjalani Play Therapy (Apa Fungsinya?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/12/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak sangat suka bermain. Selain memuaskan rasa ingin tahu, anak juga bisa belajar berbagai hal lewat permainan. Selain itu, bermain juga menawarkan berbagai manfaat lainnya untuk tumbuh kembang anak Itulah kenapa bermain juga dapat dijadikan sebagai perawatan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Metode ini dikenal dengan terapi bermain (play therapy). Namun, anak-anak dengan kondisi apa saja yang disarankan mengikuti terapi ini?

Manfaat terapi bermain untuk anak

Anak berkebutuhan khusus umumnya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas yangbisa  dilakukan anak lain dengan mudah. Namun, kondisi ini tidak jadi penghalang bagi anak untuk bisa beraktivtas dan berinteraksi dengan teman-teman seusianya.

Untuk mengatasinya, biasanya dokter anak, dokter spesialis kejiwaan anak, atau psikolog akan merekomendasikan terapi bermain atau play therapy. Ada banyak manfaat play therapy untuk anak, antara lain:

  • Mengembangkan rasa percaya diri anak pada kemampuannya
  • Menumbuhkan empati, rasa hormat, dan menghargai orang lain
  • Meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan diri dan keterampilan sosial
  • Belajar untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat
  • Mengasah kemampuan untuk memecahkan masalah lebih baik
  • Melatih anak untuk bertanggung jawab atas perilakunya

Seperti namanya, terapi dilakukan dengan berbagai permainan anak, mulai dari bermain boneka, menyusun balok, menggambar, mewarnai, bermain alat musik, dan permainan lainnya.

anak hiperaktif adalah

Anak-anak yang direkomendasikan untuk ikut terapi ini

Play therapy sering digunakan sebagai perawatan anak-anak yang merasa tertekan, hidupnya penuh stres, atau memiliki kondisi medis tertentu. Anak-anak yang membutuhkan terapi ini, meliputi:

  • Anak-anak yang ditelantarkan orangtua
  • Anak yang orangtuanya bercerai dan hidup terpisah.
  • Memiliki penyakit kronis, gangguan kecemasan, penyakit ADHD, stres, atau depresi
  • Anak yang cacat akibat luka bakar, penyintas kecelakaan, dan/atau memiliki cacat bawaan lahir, seperti tuli, buta, atau bisu.
  • Mengalami gangguan belajar seperti disleksia
  • Anak yang prestasi akademisnya buruk karena satu dan lain hal
  • Anak yang mengalami trauma akibat kecelakaan, kekerasan dalam rumah tangga, korban bencana alam, atau korban kekerasan seksual.
  • Mengalami kesedihan atau kecenderungan depresi setelah ditinggal orang yang disayanginya.
  • Anak yang memiliki fobia dan menarik diri dari dunia luar.
  • Anak yang cenderung bersikap agresif, susah diatur, dan sulit mengendalikan emosi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 8 menit