backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

6 Cara Memupuk Sikap Tanggung Jawab pada Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 06/01/2023

6 Cara Memupuk Sikap Tanggung Jawab pada Anak

Anda pasti sering mendengar pepatah yang berbunyi, “Berani berbuat berani bertanggung jawab,” bukan? Walaupun maknanya cukup mudah dimengerti, sebagian besar orang dewasa masih saja ada yang lalai. Agar sejak kecil anak sudah punya sikap tanggung jawab, cari tahu, yuk cara memupuk sikap tanggung jawab pada anak!

Cara memupuk sikap tanggung jawab pada anak

cara agar anak mendengarkan orangtua

Memupuk rasa tanggung jawab harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, proses untuk membentuk sikap anak yang bertanggung jawab tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Selain membutuhkan komunikasi yang baik dengan anak dan konsistensi dari orangtua, terdapat beberapa cara memupuk sikap tanggung jawab yang bisa Anda ikuti berikut ini.

1. Beri pemahaman tentang tanggung jawab

Cara pertama untuk memupuk sikap tanggung jawab pada anak, yakni dengan memberi pemahaman padanya.

Jika anak mulai berulah tapi bersikeras tidak mengakui kesalahan, jangan langsung dimarahi atau dibentak.

Pasalnya, jika Anda marah, anak semakin tidak akan mau mendengarkan perkataan Anda.

Mereka mungkin akan membalas perkataan Anda atau malah menangis. Tentu ini akan semakin sulit untuk dihadapi.

Jadi, langkah yang sebaiknya Anda lakukan adalah hadapi anak dengan tenang. Jelaskan apa kesalahannya dan tanyakan padanya siapa yang harus bertanggung jawab.

Penjelasan sebab-akibat diyakini bisa menjadi salah satu cara untuk membantu menanamkan apa itu sikap tanggung jawab pada anak.

Apabila anak masih belum memahami, buatlah penjelasan yang lebih sederhana.

Selain itu, ingatkan anak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu, termasuk untuk tidak lagi menyalahkan orang lain.

2. Ajari anak untuk memecahkan masalah

Ketika anak mencoba melimpahkan kesalahannya pada orang lain, ajari anak untuk membedakan apa itu alasan dan penjelasan. Alasan adalah cara seseorang untuk tidak mengakui kesalahan.

Ini berbeda dengan penjelasan yang dimaksudkan untuk membantu orang lain memahami situasi yang sedang dihadapinya.

Biasanya, anak-anak mengalami kesulitan untuk membedakannya dan butuh waktu untuk memahaminya.

Saat anak terus beralasan, yang harus Anda lakukan menyuruhnya untuk berhenti dan fokus kembali dengan “kesalahan”.

Tanyakan kembali adakah hal yang bisa anak lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Jika anak mengalami kesalahan, maka beri anak beberapa pilihan. Cara ini mampu merangsang anak untuk membuat beberapa pilihan jika dihadapkan dalam sebuah masalah.

Selain itu, si Kecil juga dapat mengetahui apa risiko yang akan dihadapi dan akhirnya bisa menjadi cara memupuk sikap tanggung jawab.

3. Kenalkan anak dengan berbagai peraturan

Waktu luang antara Anda dan anak adalah kesempatan yang baik untuk memberi penjelasan mengenai berbagai peraturan, entah itu peraturan yang ada di rumah, di sekolah, atau di tempat umum.

Jika aturan tersebut itu dilanggar, maka jelaskan juga konsekuensi yang harus anak dapatkan.

Dengan begitu, anak akan mengikuti aturan sebaik mungkin dan lebih berhati-hati dalam berbicara atau bertindak.

Selain itu, jelaskan pada anak bahwa aturan di buat bukan tanpa sebab. Ini dilakukan orangtua sebagai salah satu cara memupuk sikap tanggung jawab pada anak.

4. Beri tahu anak bahwa melakukan kesalahan itu tidak selalu buruk

Anak-anak kadang merasa takut dan cemas saat melakukan kesalahan. Mereka takut akan dihukum atau dimarahi sehingga cenderung untuk menyalahkan orang lain.

Untuk mengatasi ini, tunjukkan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Katakan pada anak Anda jika hal ini wajar saja, asal tidak mengulang-ulang kesalahan yang sama.

Walaupun akan ada konsekuensinya, anak bisa belajar dari kesalahan ini supaya tidak mengulanginya lagi.

Anda juga bisa memberikan pujian jika si Kecil sudah berani mengakui kesalahannya. Cara ini diyakini berguna untuk memupuk sikap tanggung jawab pada anak.

5. Jadilah contoh yang baik

Anda pasti telah mengetahui bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Ya, jadi tidak usah heran jika si Kecil sering kali mengikuti apa yang diucapkan dan dilakukan oleh orangtuanya.

Menurut Baby Centre, salah satu cara terbaik untuk menanamkan sikap tanggung jawab pada anak adalah dengan menjadi orangtua yang baik.

Bukan hanya baik dalam bertutur kata, tetapi orangtua juga harus bisa menjadi panutan bagi anak dengan menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab.

Mengajarkan anak bertanggung jawab tidak harus pada masalah yang besar. Anda bisa menanamkan sikap tanggung jawab pada anak bisa dengan cara merapikan mainan atau barang-barang milik pribadi setelah menggunakannya.

Setelah itu, setelah si Kecil selesai makan minta ia untuk membersihkan meja makan dan meletakkan piring kotor ke wastafel.

6. Berikan kebebasan

Biasanya, anak-anak lebih cenderung dapat mengikuti aturan dan bertanggung jawab ketika mereka memiliki andil untuk menyuarakan pendapat dalam membuat rencana dan keputusan.

Pasalnya, mereka merasa mendapatkan kesempatan sekaligus kebebasan untuk melakukan tanggung jawabnya tersebut.

Sementara itu, Anda juga dapat melihat bahwa memberi anak kebebasan yang lebih besar dapat menjadi cara memupuk sikap tanggung jawab.

Hal yang Perlu Orangtua Pahami

gaya pengasuhan orangtua

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memupuk sikap tanggung jawab pada anak.

Sebagian besar anak-anak memang sering kali berbuat salah dan mereka belum mampu mengendalikan emosi dengan baik.

Mereka cenderung tidak berpikir lebih dahulu apa risikonya sebelum bertindak. Namun sebenarnya, mereka sendiri tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu salah.

Jadi, wajar saja bila Anda sering melihat anak-anak yang menyalahkan orang lain atau keadaan jika dirinya melakukan kesalahan.

Selain tidak menyadari kesalahannya, melimpahkan kesalahan pada orang lain adalah cara polos anak-anak untuk menghindari hukuman atau konsekuensinya.

Nah, untuk mengubah pola pikir anak dalam kasus seperti ini, Anda harus mengajarinya rasa tanggung jawab sejak dini.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 06/01/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan