Orangtua Wajib Tahu Tanda-Tanda Anak Kurang Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Beberapa tanda kurang tidur yang umum, seperti mata sayu, lingkaran hitam di bawah mata, hingga sering menguap mungkin mudah Anda kenali. Namun kadang, anak-anak bisa menunjukkan tanda-tanda lain yang lebih saru. Ini membuat orangtua kesulitan menentukan apakah itu benar karena anak kurang tidur atau karena masalah lainnya. Nah agar Anda tak dibuat bingung, simak berbagai tanda anak kurang tidur sesuai dengan usianya di bawah ini.

Kenapa anak butuh tidur cukup?

Semua orang butuh tidur yang cukup, termasuk anak-anak. Terutama anak usia sekolah. Tidur yang cukup penting bagi mereka untuk bisa belajar tenang selama di sekolah.

Tidur cukup artinya otak yang segar untuk fokus memusatkan perhatian, menyerap informasi-informasi baru dan menyimpannya dalam memori jangka panjang. Tidur teratur juga memperkuat ingatan anak. Selain itu, tidur meningkatkan sistem kekebalan dan stamina tubuh anak. Ini semua akan berdampak baik pada performa akademis anak hingga seterusnya.

Sebaliknya, efek kurang tidur pada anak sudah lama dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan kronis di masa depan. Mulai dari obesitas, diabetes, penyakit jantung, sleep apnea, hingga gangguan kesehatan mental seperti depresi dan ADHD.

Maka penting bagi setiap orangtua untuk memastikan anak-anak mereka cukup tidur.

Berbagai tanda anak kurang tidur sesuai dengan usianya

Tanda anak kurang tidur tidak cuma menguap dan mata panda saja. Beda usia, beda pula tanda-tanda yang bisa mereka tunjukkan.

Anak kecil (bayi, batita, dan balita)

  • Anak cenderung rewel atau cengeng, terutama pada sore hari.
  • Manja dan tak mau ditinggal.
  • Menunjukkan perilaku gelisah, tidak tenang, atau hiperaktif.
  • Pasif dan tidak banyak bicara.
  • Tidur lagi setelah sempat terbangun dan agak sulit dibangunkan.
  • Hanya ingin tiduran atau tidur siang sepanjang hari.
  • Anak tertidur di mobil, kursi makan, atau saat nonton TV (padahal bukan waktunya tidur siang).
  • Mendengkur ketika tidur.

Anak-anak usia sekolah dasar

  • Hiperaktif.
  • Sering tertidur di saat yang tidak tepat.
  • Perlu dibanguNkan berkali-kali pada pagi hari.
  • Kurang tertarik dan bersemangat pada hal-hal yang disukainya.
  • Terlihat lemah dan lesu.
  • Mengantuk di sekolah atau di rumah selama mengerjakan PR.
  • Sulit tidur di malam hari.
  • Memiliki masalah akademis (nilai jelek atau naik turun tidak konsisten; sering lupa/tidak mengumpulkan tugas; sering ketiduran di kelas; dst).
  • Mengalami tidur sambil berjalan untuk pertama kalinya.
  • Merasa butuh lebih banyak waktu untuk tidur siang.
  • Mendengkur dengan keras.
  • Mengalami sleep apnea, atau henti napas saat tertidur.
  • Tidak mau jauh dari Anda entah itu pada siang dan malam hari.

Remaja

  • Sulit bangun pagi.
  • Sering terlambat masuk sekolah.
  • Moody (mood cepat berubah-ubah).
  • Sulit konsentrasi.
  • Merasa tidak bersemangat dan tidak punya motivasi.
  • Mudah marah di sore hari.
  • Sering ketiduran di siang hari.
  • Mengalami masalah akademik (nilai jelek atau naik turun tidak konsisten; sering lupa/tidak mengumpulkan tugas; sering ngantuk di kelas; dst).
  • Tidur lama di akhir pekan.
  • Hiperaktif atau agresif.
  • Merasa gelisah.
  • Minum minuman berkafein dalam porsi berlebih (kopi, minuman energi)
  • Menggunakan obat-obatan tertentu.
  • Tidak memerhatikan penampilan, terlihat lusuh.
  • Terlihat bingung atau linglung.
  • Mendengkur dengan keras.

Durasi waktu tidur yang ideal untuk anak

Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), rekomendasi waktu tidur yang ideal bagi anak-anak sesuai rentang umurnya adalah:

  • Bayi usia 4 sampai 12 bulan: 12 sampai 16 jam (termasuk tidur siang)
  • Batita usia 1 sampai 2 tahun: 11 sampai 14 jam (termasuk tidur siang)
  • Balita usia 3 sampai 5 tahun: 10 sampai 13 jam (termasuk tidur siang)
  • Anak usia 6 sampai 12 tahun: 9 sampai 12 jam
  • Remaja usia 13 sampai 18 tahun: 8 sampai 10 jam

Berdasarkan rekomendasi tersebut, mulai sekarang pastikan anak Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup, ya!

Tips agar anak mendapatkan waktu tidur yang cukup

  • Tetapkan waktu tidur dan bangun pagi yang teratur setiap hari. Pastikan agar anak tidak melewati waktu tersebut. Termasuk pada akhir pekan.
  • Buat rutinitas tidur yang santai, seperti menganjurkan anak mandi air hangat atau membaca dongeng sebelum tidur.
  • Jangan memberikan anak makanan atau minuman apapun yang mengandung kafein enam jam sebelum tidur.
  • Pastikan suhu di kamar anak nyaman dan kamar tidur dalam keadaan gelap.
  • Jadikan waktu setelah makan malam sebagai waktu bermain yang santai, karena terlalu banyak aktivitas menjelang tidur justru dapat membuat anak-anak terjaga.
  • Pastikan Anda tidak menyalakan TV, komputer, ponsel, radio, atau musik saat anak akan tidur. TV dan video game harus dimatikan setidaknya satu jam sebelum anak tidur.
  • Bayi dan anak-anak harus ditidurkan ketika mereka tampak lelah, walaupun mereka masih kuat melek.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Alasannya Kenapa Banyak Orang Tidur Mangap

Mungkin Anda adalah salah satu orang yang memiliki kebiasaan tidur mangap. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kebiasaan tersebut? Apakah ada dampaknya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 26 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Gangguan Cemas Seringkali Berkaitan dengan Gangguan Tidur?

Cemas dan masalah tidur adalah dua yang kerap kali saling berkaitan. Cemas menyebabkan masalah tidur dan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kecemasan.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Apa yang terjadi pada tubuh saat jam tidur kita mundur 3 jam, atau waktu tidur berkurang 2 jam, atau jika kita mendadak menambahkan tidur siang 2 jam?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab orang mengigau

Mengapa Ada Orang yang Suka Mengigau Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
kurang asupan makanan

7 Ciri-Ciri pada Tubuh yang Menandakan Anda Kurang Asupan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidur lebih lama

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidur berlebihan

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Pikun?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit