backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

20

Tanya Dokter
Simpan

Penting, Ini 10 Cara Menghilangkan Trauma pada Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 01/02/2024

Penting, Ini 10 Cara Menghilangkan Trauma pada Anak

Menghilangkan trauma pada anak bukanlah sesuatu yang mudah. Anak yang pernah mengalami trauma membutuhkan perhatian khusus agar dampak trauma yang ia rasakan tidak berkepanjangan dan memengaruhi perkembangannya. Simak artikel berikut untuk tahu cara menghilangkan trauma pada anak yang bisa orangtua lakukan.

Gejala atau ciri-ciri trauma pada anak

cara mengajari anak bahasa inggris

Cara mengatasi trauma pada anak akan semakin sulit bila kondisi tersebut sudah berlarut-larut.

Sayangnya, Anda mungkin tidak menyadari trauma yang si Kecil alami bila terjadi tanpa sepengetahuan Anda. 

Beberapa kejadian traumatis seperti kekerasan seksual atau bullying dari teman-teman biasanya sangat sulit diketahui oleh orangtua atau keluarga dekat.

Maka dari itu, agar bisa menghilangkan trauma dengan segera, pastikan Anda memperhatikan perubahan perilaku yang bisa menjadi ciri-ciri atau gejala trauma pada anak sejak usia dini, seperti berikut.

  • Sangat sensitif misalnya mudah marah atau mudah menangis.
  • Susah tidur, sering bermimpi buruk, atau mengompol saat tidur.
  • Sakit perut atau sakit kepala tanpa alasan yang jelas.
  • Menarik diri dari keluarga dan teman.
  • Sulit fokus pada pelajaran.
  • Kurang bergairah untuk melakukan aktivitas yang ia sukai.

Bila trauma terjadi pada anak yang usianya lebih tua, gejalanya dapat berupa kenakalan remaja seperti minum alkohol, merokok, atau pakai narkoba.

Bagaimana cara menghilangkan trauma pada anak?

akibat anak sering dipukul

Melansir Child Mind Institute, cara menghilangkan trauma pada anak dapat disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan gejala trauma yang anak alami.

Secara umum, berikut upaya atau cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi trauma pada anak.

1. Buat anak merasa aman

Trauma biasanya terjadi akibat anak mengalami atau menyaksikan hal-hal yang berbahaya, seperti tindakan kriminal, bencana alam, dan lain sebagainya.

Kejadian tersebut tentunya membuat anak merasa tidak aman. Kekhawatiran mengenai kejadian serupa terus menghantui anak dan membuatnya merasa ketakutan.

Oleh karena itu, cara pertama yang sebaiknya Anda lakukan untuk menghilangkan rasa trauma pada anak adalah dengan sebisa mungkin menciptakan suasana aman. 

Yakinkan anak bahwa kejadian tersebut sudah berlalu dan saat ini ia sudah berada dalam situasi yang aman.

2. Tetaplah tenang

Guna mengatasi trauma pada anak, usahakanlah untuk selalu bersikap tenang di hadapannya.

Kekhawatiran yang Anda tunjukkan akan membuat ia merasa berada di situasi yang buruk. Hindari membahas tentang hal-hal yang membuat anak cemas.

Bila ingin menanyakan tentang kronologi kejadian yang anak alami, lakukanlah secara perlahan dan pastikan saat ia dalam kondisi siap.

3. Usahakan tetap beraktivitas seperti biasa

Kejadian yang tak terduga seperti bencana alam memang dapat mengubah aktivitas Anda sehari-hari.

Meski begitu, segeralah kembali ke rutinitas Anda bersama si Kecil, seperti makan dan menonton TV bersama.

Bila anak sedang berada di tempat yang asing seperti kamp pengungsian, sebisa mungkin tetaplah lakukan aktivitas rutin seperti halnya di rumah, meski dalam situasi yang berbeda.

4. Beri pengalihan perhatian

Agar dapat menghilangkan trauma pada anak dengan cepat, berikan ia pengalihan perhatian. 

Ambil contohnya dengan mengajak anak melakukan aktivitas yang ia sukai seperti bermain bersama teman atau menonton film kartun kesayangan.

Dengan begitu, pikiran si Kecil dapat segera teralihkan dari kejadian buruk yang sudah ia alami.

5. Beri perhatian khusus

Sesudah mengalami trauma, anak cenderung lebih bergantung pada orangtua, terutama ibu. Oleh karena itu, pastikan Anda memberikan perhatian lebih agar ia segera pulih dari trauma.

Beri ia pelukan agar merasa lebih aman dan nyaman. Jika mereka takut tidur, Anda dapat menyalakan lampu kamar atau biarkan ia tidur bersama Anda. 

6. Jauhkan dari hal-hal yang berhubungan dengan penyebab trauma

Agar segera mengatasi trauma pada anak, pastikan jauhkan ia dari hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis yang ia alami.

Misalnya, dengan tidak menonton berita dan menghindarkan ia dari pembicaraan tentang kejadian tersebut.

Menonton berita tentang kejadian yang pernah anak alami dapat membuat trauma anak memburuk. Bahkan, mengingat kembali apa yang terjadi akan membuat anak takut dan stres.

7. Pahami reaksi anak terhadap trauma

Reaksi anak terhadap trauma berbeda-beda. Bagaimana Anda memahami dan menerima reaksi anak tersebut dapat membantunya pulih dari trauma. 

Si Kecil mungkin dapat bereaksi dengan cara sangat sedih dan marah, tidak dapat berbicara, dan mungkin ada yang berperilaku seolah-olah tidak pernah terjadi hal menyakitkan terhadap dirinya. 

Beri anak pengertian bahwa perasaan sedih dan kecewa merupakan perasaan yang wajar mereka rasakan saat ini.

8. Berbicara pada anak

Cara lainnya untuk membantu menghilangkan trauma pada anak yakni dengan coba memahami perasaan mereka dan mendengarkan ceritanya.

Beri jawaban yang jujur dan mudah dimengerti jika ia bertanya. Hindari memarahi anak jika ia terus menanyakan hal yang sama. Itu tandanya ia sedang kebingungan dan mencoba memahami apa yang terjadi.

Gunakan kata-kata yang membuat si Kecil nyaman, bukan menggunakan kata-kata yang dapat membuat anak takut. Bantu anak dalam mengutarakan apa yang mereka rasakan dengan baik.

9. Dukung anak dan beri rasa nyaman

Anak sangat membutuhkan Anda agar ia bisa terlepas dari beban trauma yang dirasakannya.

Oleh sebab itu, temanilah setiap saat ia membutuhkan Anda. Beri keyakinan pada anak bahwa ia bisa melewati hal ini dan juga katakan bahwa Anda sangat menyayanginya.

10. Mengikuti terapi khusus

Pada kondisi yang cukup parah, trauma yang anak alami bisa berkembang menjadi gangguan mental. Kondisi ini disebut dengan post-traumatic stress disorder (PTSD) pada anak.

Melansir Kids Health, PTSD ditandai dengan gejala kecemasan yang cukup parah.

Bila tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan anak. Bahkan, trauma tersebut bisa terbawa hingga dewasa.

Untuk menghilangkan trauma pada anak yang sudah berkembang menjadi masalah kejiwaan, dibutuhkan penanganan khusus dari psikiater.

Kesimpulan

  • Trauma pada anak sering kali sulit diidentifikasi. Namun, membiarkan trauma berlarut-larut bisa membuatnya semakin sulit dihilangkan.
  • Jadi, pahami ciri-ciri anak mengalami trauma, seperti sulit fokus, menjadi sangat sensitif, menarik diri dari lingkup keluarga dan teman, serta perubahan perilaku lainnya.
  • Lalu, terapkan cara-cara mengatasi di atas agar trauma yang dialami sejak dini bisa menghilang dan tidak berlanjut hingga ia tumbuh dewasa.
  • Dengan begitu, anak juga bisa terhindar dari kondisi lainnya yang mungkin dipicu oleh trauma tersebut, seperti kenakalan atau bahkan tindakan kriminal.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 01/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan