Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penting! Ini 10 Cara untuk Bantu Atasi Trauma pada Anak

Penting! Ini 10 Cara untuk Bantu Atasi Trauma pada Anak

Menghilangkan trauma pada anak bukanlah sesuatu yang mudah. Anak yang pernah mengalami trauma membutuhkan perhatian khusus agar dampak trauma yang ia rasakan tidak berkepanjangan dan memengaruhi perkembangannya. Simak artikel berikut untuk tahu cara menghilangkan trauma anak yang bisa orangtua lakukan.

Bagaimana cara menghilangkan trauma pada anak?

akibat anak sering dipukul

Melansir situs Child Mind Institute, cara menghilangkan trauma pada anak dapat disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan gejala trauma yang anak alami.

Secara umum, berikut upaya atau cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi trauma pada anak.

1. Buat anak merasa aman

Trauma biasanya terjadi akibat anak mengalami atau menyaksikan hal-hal yang berbahaya, seperti tindakan kriminal, bencana alam, dan lain sebagainya.

Kejadian tersebut tentunya membuat anak merasa tidak aman.

Kekhawatiran mengenai kejadian serupa terus menghantui anak dan membuatnya merasa ketakutan.

Oleh karena itu, cara pertama yang sebaiknya Anda lakukan untuk menghilangkan rasa trauma pada anak adalah dengan sebisa mungkin menciptakan suasana aman.

Selain itu, yakinkan si kecil bahwa kejadian tersebut sudah berlalu dan saat ini ia sudah berada dalam situasi yang aman.

2. Tetaplah tenang

Untuk mengatasi trauma pada anak, usahakanlah untuk selalu bersikap tenang di hadapannya.

Kekhawatiran yang Anda tunjukkan akan membuat ia merasa berada di situasi yang buruk.

Hindari membahas tentang hal-hal yang membuat anak cemas.

Bila ingin menanyakan tentang kronologi kejadian yang anak alami, lakukanlah secara perlahan dan pastikan saat ia dalam kondisi siap.

3. Usahakan tetap beraktivitas seperti biasa

Kejadian yang tak terduga seperti bencana alam memang dapat mengubah aktivitas Anda sehari-hari.

Meski begitu, segeralah kembali ke rutinitas Anda bersama si kecil, seperti makan dan menonton TV bersama.

Bila anak sedang berada di tempat yang asing seperti kamp pengungsian, sebisa mungkin tetaplah lakukan aktivitas rutin seperti halnya di rumah, meski dalam situasi yang berbeda.

4. Beri pengalihan perhatian

Agar dapat menghilangkan trauma pada anak dengan cepat, berikan ia pengalihan perhatian.

Ambil contohnya dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang ia sukai seperti bermain bersama teman atau menonton film kartun kesayangan.

Dengan begitu, pikiran si kecil dapat segera teralihkan dari kejadian buruk yang sudah ia alami.

5. Beri perhatian khusus

Sesudah mengalami trauma, anak cenderung lebih bergantung pada orangtua, terutama ibu. Oleh karena itu, pastikan Anda memberikan perhatian lebih agar ia segera pulih dari trauma.

Beri ia pelukan agar merasa lebih aman dan nyaman. Jika mereka takut tidur, Anda dapat menyalakan lampu kamar atau biarkan ia tidur bersama Anda.

jenis kecemasan pada anak

6. Jauhkan dari hal-hal yang berhubungan dengan penyebab trauma

Agar segera mengatasi trauma pada anak, pastikan jauhkan ia dari hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis yang ia alami.

Misalnya dengan tidak menonton berita dan menghindarkan ia dari pembicaraan tentang kejadian tersebut.

Menonton berita tentang kejadian yang pernah anak alami dapat membuat trauma anak memburuk.

Bahkan, mengingat kembali apa yang terjadi akan membuat anak takut dan stres.

7. Pahami reaksi anak terhadap trauma

Reaksi anak terhadap trauma berbeda-beda, bagaimana Anda memahami dan menerima reaksi anak tersebut dapat membantunya pulih dari trauma.

Si kecil mungkin dapat bereaksi dengan cara sangat sedih dan marah, tidak dapat berbicara, dan mungkin ada yang berperilaku seolah-olah tidak pernah terjadi hal menyakitkan terhadap dirinya.

Beri anak pengertian bahwa perasaan sedih dan kecewa merupakan perasaan yang wajar mereka rasakan saat ini.

8. Berbicara pada anak

Cara lainnya untuk membantu menghilangkan trauma pada anak yakni dengan coba dengarkan pahami perasaan mereka dan dengarkan ceritanya.

Beri jawaban yang jujur dan mudah dimengerti jika ia bertanya.

Hindari memarahi anak jika ia terus menanyakan hal yang sama. Itu tandanya ia sedang kebingungan dan mencoba memahami apa yang terjadi.

Gunakan kata-kata yang membuat si kecil nyaman, bukan menggunakan kata-kata yang dapat membuat anak takut. Bantu anak dalam mengutarakan apa yang mereka rasakan dengan baik.

9. Dukung anak dan beri ia rasa nyaman

Anak sangat membutuhkan Anda agar ia bisa terlepas dari beban trauma yang dirasakannya.

Oleh sebab itu, temanilah setiap saat ia membutuhkan Anda.

Beri keyakinan pada anak bahwa ia bisa melewati hal ini dan juga katakan bahwa Anda sangat menyayanginya.

10. Mengikuti terapi khusus

Pada kondisi yang cukup parah, trauma yang anak alami bisa berkembang menjadi gangguan mental. Kondisi ini disebut dengan post-traumatic stress disorder (PTSD) pada anak.

Melansir situs Kids Health, PTSD ditandai dengan gejala kecemasan yang cukup parah.

Bila tidak segera diatasi, dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan anak, bahkan trauma tersebut bisa terbawa hingga dewasa.

Untuk menghilangkan trauma pada anak yang sudah berkembang menjadi masalah kejiwaan, dibutuhkan penanganan khusus dari psikiater.

Waspadai gejala trauma pada anak sejak dini

cara mengajari anak bahasa inggris

Cara mengatasi trauma pada anak akan semakin sulit bila kondisi tersebut sudah berlarut-larut.

Sayangnya, Anda mungkin tidak menyadari trauma yang si kecil alami bila terjadi tanpa sepengetahuan Anda.

Beberapa kejadian traumatis seperti kekerasan seksual, bullying dari teman-teman, dan lain sebagainya biasanya sangat sulit diketahui oleh orang tua atau keluarga dekat.

Oleh karena itu, agar bisa menghilangkan trauma pada anak dengan segera, pastikan Anda memerhatikan perilaku dan gejala-gejala trauma pada anak seperti:

  • sangat sensitif misalnya mudah marah atau mudah menangis,
  • susah tidur, sering bermimpi buruk, atau mengompol saat tidur,
  • sakit perut atau sakit kepala tanpa alasan yang jelas,
  • menarik diri dari keluarga dan teman,
  • sulit fokus pada pelajaran, dan
  • kurang bergairah untuk melakukan aktivitas yang ia sukai.

Bila trauma terjadi pada anak yang usianya lebih tua, gejalanya dapat berupa kenakalan remaja seperti minum alkohol, merokok, atau pakai narkoba.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Helping Children Cope After a Traumatic Event. Retrieved 19 October 2021, from https://childmind.org/guide/helping-children-cope-after-a-traumatic-event/

NIMH » Helping Children and Adolescents Cope with Disasters and Other Traumatic Events: What Parents, Rescue Workers, and the Community Can Do. Retrieved 19 October 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/helping-children-and-adolescents-cope-with-disasters-and-other-traumatic-events

The National Child Traumatic Stress Network. Retrieved 19 October 2021, from https://www.nctsn.org/

Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) (for Parents) – Nemours Kidshealth. (2021). Retrieved 19 October 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/ptsd.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 26/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita