Polio

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Definisi

Apa itu polio?

Polio, atau yang disebut juga dengan poliomyelitis, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kerusakan pada sistem saraf motorik.

Kondisi tersebut dapat mengakibatkan kelumpuhan pada otot, baik yang bersifat sementara maupun permanen. Pada kasus yang lebih berat, polio dapat memengaruhi kemampuan bernapas dan menelan pada penderita.

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Untungnya, sekarang sudah ada vaksinasi yang dapat mencegah penularan penyakit ini.

Selain itu, angka kejadian penyakit ini telah mengalami penurunan yang signifikan, meskipun kasusnya masih banyak terjadi di negara-negara berkembang.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit ini diperkirakan pertama kali muncul sekitar 6000 tahun lalu dan sempat menjadi wabah di Amerika dan di belahan dunia lainnya pada tahun 1940 dan 1950-an.

Pada akhirnya vaksinasi penyakit ini ditemukan pada tahun 1950-an.

Sejak tahun 1988, kasus kejadian penyakit telah berkurang sejauh 99 persen. Bahkan, World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa beberapa negara, seperti Amerika, telah terbebas dari penyakit ini.

Akan tetapi, keberadaan virus tersebut masih dapat ditemukan di negara-negara berkembang, terutama Pakistan, Afghanistan, dan Nigeria.

Penyakit ini lebih mudah menyerang wanita hamil, anak kecil yang belum diimunisasi, dan orang dengan sistem imun tubuh yang buruk.

Meskipun tidak dapat disembuhkan secara total, polio dapat diatasi dan dicegah dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polio?

Polio memiliki tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Namun, terkadang beberapa orang yang sudah terinfeksi virus tidak menunjukkan tanda-tanda dan gejala apapun.

Gejala yang muncul juga tergantung pada jenis polio apa yang menyerang penderita.

Terdapat 3 jenis infeksi, yaitu nonparalitik, paralitik, erta sindrom pascapolio. Ketiganya memiliki gejala-gejala yang sedikit berbeda.

1. Nonparalitik

Tanda-tanda dan gejala dari jenis nonparalitik dapat berlangsung dari 1 hingga 10 hari. Gejala yang muncul mungkin menyerupai flu biasa, dan disertai pula dengan:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Tubuh kelelahan
  • Meningitis

Jenis nonparalitk juga biasa disebut dengan polio abortif.

2. Paralitik

Sekitar 1 persen kasus polio dapat berkembang menjadi jenis paralitik.

Sesuai dengan namanya, jenis paralitik dapat menyebabkan kelumpuhan (paralysis) pada saraf tulang belakang (spinal), batang otak (bulbar), atau keduanya (bulbospinal).

Gejala awal yang muncul mungkin tidak berbeda jauh dengan gejala nonparalitik. Namun, setelah 1 minggu, gejala yang lebih parah akan timbul. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Kehilangan refleks
  • Nyeri dan kejang otot yang parah
  • Salah satu bagian tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga
  • Kelumpuhan tiba-tiba, dapat bersifat sementara atau permanen
  • Bentuk bagian tubuh yang tidak sempurna, terutama di pinggang, pergelangan kaki, dan kaki

Perhatikan bila Anda merasakan gejala di atas.

3. Sindrom pascapolio

Ada kemungkinan polio kembali lagi meski Anda sudah disembuhkan. Kondisi ini dapat terjadi sekitar 15 hingga 40 tahun setelah pertama kali terinfeksi virus.

Tanda-tanda dan gejala yang umumnya muncul adalah:

  • Lemah otot dan sendi
  • Nyeri otot yang semakin memburuk
  • Lebih mudah lelah
  • Penyusutan otot
  • Kesulitan bernapas dan menelan (disfagia)
  • Depresi
  • Kesulitan mengingat dan berkonsentrasi

Diperkirakan sekitar 25 hingga 50 persen orang yang sembuh dari polio kembali menunjukkan tanda-tanda dan gejala di atas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan, periksakan apapun gejala yang Anda rasakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Apa saja komplikasi kesehatan yang diakibatkan oleh penyakit ini?

Polio, terutama yang berjenis paralitik, dapat mengakibatkan kelumpuhan temporer (sementara) atau permanen pada otot.

Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan cacat fisik, kelainan bentuk tulang, bahkan kematian. Penderita juga kemungkinan dapat mengembangkan kondisi yang disebut dengan sindrom post-polio.

Tanda-tanda dan gejalanya meliputi:

  • Nyeri otot dan sendi yang bertambah parah
  • Penyusutan otot
  • Kelelahan tanpa alasan yang jelas
  • Lebih mudah kedinginan
  • Mengalami gangguan tidur, seperti sleep apnea
  • Kesulitan konsentrasi
  • Daya ingat menurun
  • Perubahan suasana hati, yang berpotensi menjadi depresi

Sindrom ini rata-rata akan muncul 35 tahun setelah penderita pertama kali terinfeksi.

Penyebab

Apa penyebab polio?

Polio adalah penyakit yang sangat mudah menular. Virus umumnya ditemukan di feses yang terinfeksi.

Terkadang, virus juga dapat ditularkan melalui batuk atau bersin karena virus tersebut dapat bertahan hidup di dalam tenggorokan dan usus. Namun, kasus kejadiannya lebih jarang ditemukan.

Orang-orang yang tinggal di daerah dengan akses air bersih yang kurang, atau sistem sanitasi yang buruk, lebih mudah terpapar virus akibat meminum air yang terkontaminasi.

Wanita hamil, orang-orang dengan sistem imun tubuh yang lemah, penderita HIV, dan anak-anak adalah golongan orang yang lebih mudah terserang virus polio.

Jika belum pernah menerima suntik vaksin polio, Anda memiliki risiko yang cukup tinggi untuk terserang penyakit ini. Beberapa risiko lain yaitu :

  • Bepergian ke area yang baru saja dilanda wabah
  • Tinggal bersama orang yang menderita penyakit tersebut
  • Bekerja di laboratorium dan menangani virus tersebut
  • Baru saja melakukan operasi pengangkatan amandel
  • Menderita stres berat

Selain itu, tinggal berdekatan atau bersama dengan orang yang terinfeksi juga dapat meningkatkan risiko penularan.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk terkena polio?

Meski angka kejadiannya telah mengalami penurunan, polio adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir semua orang. Penyakit ini tidak mengenal kelompok usia serta golongan ras penderitanya.

Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Perlu diketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti pasti akan terserang penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang untuk terkena polio:

1. Usia

Polio adalah penyakit yang dapat menyerang individu dari semua usia. Namun, angka kejadiannya lebih banyak ditemukan pada anak-anak.

2. Tidak pernah mendapatkan suntik vaksinasi atau imunisasi

Apabila belum pernah mendapatkan suntik vaksinasi atau imunisasi untuk pencegahan penyakit ini, risiko Anda untuk terinfeksi virus jauh lebih tinggi.

3. Wanita hamil

Wanita yang sedang mengandung juga memiliki peluang yang cukup besar untuk terinfeksi virus penyakit polio.

4. Bepergian atau tinggal di daerah dengan virus atau wabah polio

Jika Anda sedang mengunjungi daerah yang pernah atau baru saja mengalami wabah penyakit tersebut, kemungkinan untuk tertular jauh lebih besar. Hal ini dapat semakin memburuk apabila Anda belum pernah menjalani vaksinasi.

5. Berdekatan langsung dengan orang yang terinfeksi virus

Virus dari penyakit ini sangat mudah menular dari satu penderita ke orang-orang di sekitarnya. Hal ini dikarenakan virus mudah menempel di mana saja, bahkan pada partikel-partikel udara.

Jika Anda sering berdekatan, terlebih lagi melakukan kontak fisik dengan orang yang sudah terinfeksi, risiko Anda untuk tertular virus lebih tinggi.

6. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk

Tubuh dengan sistem imun atau kekebalan yang kurang baik tidak dapat melawan infeksi virus dan bakteri dengan maksimal. Hal ini menyebabkan berbagai penyakit, termasuk polio, mudah menyerang tubuh.

Beberapa orang mengidap penyakit autoimun yang menyebabkan kekebalan tubuhnya tidak bekerja dengan sempurna, seperti penderita HIV/AIDS.

7. Pernah menjalani prosedur tonsilektomi

Jika pernah melakukan prosedur pengangkatan amandel atau tonsilektomi, besar kemungkinan Anda dapat tertular oleh virus penyakit ini.

Hal ini disebabkan karena amandel memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

8. Sedang stres berat

Tubuh yang sedang didera banyak beban pikiran dapat memicu stres. Stres juga membuat tubuh lebih rentan terserang berbagai macam infeksi virus dan bakteri, termasuk polio.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis polio?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah Anda mengalami kelumpuhan atau kaku di bagian leher dan punggung, kesulitan bernapas, menelan, dan reflek tubuh lainnya yang tidak wajar.

Selain itu, untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, dokter akan mengambil sampel dari sumsum tulang belakang.

Cairan tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya tanda-tanda infeksi.

Poliovirus juga mungkin dapat bersarang di cairan dahak tenggorokan, feses, atau cairan serebrospinal (cairan yang melapisi otak dan saraf tulang belakang).

Kemungkinan, dokter juga dapat mengambil sampel dari area-area tersebut.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk mengatasi polio?

Polio merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total. Beberapa jenis obat yang mungkin diberikan dokter adalah:

Pengobatan yang ada hanya berfokus pada pereda rasa sakit, mencegah terjadinya komplikasi kesehatan, serta menambah tenaga.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polio?

Polio memang tidak dapat disembuhkan, tapi dapat mencegahnya dengan cara melakukan vaksinasi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksinasi polio dapat dilakukan melalui oral polio vaccine (OPV) inactivated polio vaccine (IPV). Pemberian keduanya dilakukan secara bertahap yaitu pada usia anak :

  • Pemberian OPV dilakukan pada saat baru lahir
  • Usia 2,3,4 bulan dapat diberikan OPV maupun IPV, namun disarankan setidaknya mendapatkan sekali vaksin IPV.
  • usia 18 bulan sebagai boaster
  • Antara 4-6 tahun, ketika anak baru pertama kali masuk sekolah dasar

IPV berpotensi menyebabkan alergi pada beberapa orang. Efek samping dari alergi ini dapat berupa sesak napas, mengi, percepatan detak jantung, hingga pusing.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mencegah penyakit ini:

  • Hindari makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi orang yang terinfeksi.
  • Bertanya ke tim medis apakah sudah pernah mendapatkan vaksinasi atau belum.
  • Sering mencuci tangan.
  • Gunakan hand sanitizer jika tidak ada sabun.
  • Pastikan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang benar-benar bersih.
  • Menutup mulut ketika sedang batuk atau bersin.
  • Hindari kontak fisik secara langsung dengan penderita, seperti berpelukkan atau berbagi peralatan makan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Labirinitis

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa? Cek Di Sini! ...

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Zoonosis, Penyakit Infeksi dari Hewan yang Menular pada Manusia

Zoonosis adalah penyakit infeksi yang berasal dari hewan yang kemudian ditularkan pada manusia. Kenali jenis-jenisnya untuk mencegah penularan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi 4 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Babesiosis

Babesiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kutu. Cari tahu obat diare, penyebab, gejala, cara mengatasi, dan makanan untuk babesiosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gastritis adalah radang lambung

Gastritis (Radang Lambung)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyakit pes

Penyakit Pes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
gambar apa itu botulisme

Botulisme

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit