Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/07/2020 . Waktu baca 18 menit
Bagikan sekarang

Tahap perkembangan yang dialami anak di usia 6-9 tahun adalah perkembangan fisik, emosi, sosial, kognitif, bahasa, serta berbicara. Setiap bertambahnya usia anak, perkembangan yang dialami pun berbeda-beda. Kira-kira apa saja yang dialami anak pada tahapan perkembangan di usia sekolah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Tahap perkembangan anak di usia 6-9 tahun

Seiring pertambahan usianya, setiap anak akan mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan.

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui gambaran secara umum tahap apa saja yang dialami anak usia 6-9 tahun pada masa perkembangannya.

Tahap perkembangan anak usia 6 tahun

manfaat bilingual untuk anak

Perkembangan anak usia 6 tahun adalah tahap awal dari berbagai tahapan perkembangan yang dialami anak usia 6-9 tahun.

Di usia ini, anak akan mengalami perkembangan fisik, emosi, sosial, berbicara, bahasa, dan kognitif.

Perkembangan fisik usia 6 tahun

Jika diberikan gambaran secara umum, pada usia 6 tahun, anak sekolah akan mengalami perkembangan fisik berupa:

  • Tinggi badan anak bertambah hingga 6 sentimeter (cm)
  • Berat badan anak bertambah hingga 3 kilogram (kg)
  • Gigi susu anak mulai lepas satu-persatu
  • Kemampuan motorik kasar anak masih terus berkembang dan perlu diasah

Di samping itu, pada tahapan perkembangan fisik usia 6 tahun, anak juga akan meningkatkan kemampuan fisiknya.

Tidak ada salahnya untuk mengajak anak bermain di luar rumah dan melakukan berbagai aktivitas fisik anak.

Tahap perkembangan anak di usia sekolah, yaitu 6-9 tahun, juga ditandai dengan kemampuan koordinasi motorik halus yang juga mulai terbentuk.

Anak usia 6 tahun semakin lihai dalam menggambar dan menulis sehingga gambarnya sudah mulai memiliki bentuk yang lebih mudah dimengerti.

Begitu pula dengan tulisan tangannya yang menjadi lebih mudah dibaca.

Perkembangan emosi usia 6 tahun

Selain perkembangan fisik, anak usia 6-9 tahun juga akan mengalami tahap perkembangan lain, misalnya perkembangan psikologi, seperti emosi.

Berikut perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun:

  • Anak mungkin memiliki perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Anak masih tergolong sensitif saat dikritik atau diberi tahu kesalahannya.
  • Anak masih kesulitan mengakui kesalahan yang diperbuatnya.
  • Anak sudah mulai memiliki perasaan bersalah saat membuat kesalahan.

Di usia 6 tahun, anak memang menjadi lebih peka terhadap emosi atau perasaan, baik perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain.

Selain itu, pada usia ini, anak juga mulai membentuk sikap kemandirian.

Hal ini mungkin ditandai dengan mulai mandi sendiri, memilih dan mengenakan pakaiannya sendiri, hingga menyisir rambutnya sendiri.

Sebagai orangtua, Anda bisa menawarkan bantuan kepada anak jika ia terlihat masih kesulitan melakukannya sendiri.

Perkembangan sosial anak usia 6 tahun

Di usia 6 tahun atau awal sekolah, anak juga akan mengalami perkembangan sosial yang ditandai dengan beberapa hal berikut:

  • Anak mulai membuat peraturan saat bermain bersama teman.
  • Anak sudah bisa menghargai kerjasama tim dan pertemanan.
  • Anak mulai memiliki keinginan untuk disukai dan diterima oleh teman sebaya.
  • Anak mulai menunjukkan sikap mandiri dalam keluarga.

Anak yang berusia 6 tahun mulai bisa mahir dalam menjaga hubungan dengan teman dan anggota keluarga.

Sebagai bentuk perkembangan sosial di tahap awal pada anak usia 6-9 tahun, memasuki usia ini anak mulai senang berbagi. Jadi, Anda bisa mendidik anak untuk berbagai.

Anak umur 6 tahun sudah mulai mau berbagi makanan, mainan, atau benda-benda lainnya bersama dengan teman di sekolah maupun saudara di rumah.

Perkembangan kognitif anak usia 6 tahun

Perkembangan kognitif anak adalah perkembangan terkait kemampuan berpikir.

Pada tahap awal tumbuh kembang untuk anak usia 6-9 tahun ini, anak usia 6 tahun akan mengalami perkembangan kognitif yang ditandai dengan:

  • Anak sudah bisa memberi tahu Anda berapa usianya.
  • Anak sudah bisa berhitung dan sudah memahami konsep dari angka.
  • Anak mulai belajar untuk mengekspresikan dirinya melalui rangkaian kata atau kalimat.
  • Anak mulai mengerti hubungan antara sebab dan akibat.
  • Anak mulai belajar menulis dengan baik dan benar.
  • Anak mulai memahami konsep dasar dari waktu.
  • Anak perlahan mulai berpikir lebih realistis.

Salah satu tahap perkembangan anak usia 6 tahun ini juga ditandai dengan kemampuan anak untuk berkonsentrasi lebih lama.

Perkembangan bahasa usia 6 tahun

Perkembangan bahasa juga termasuk ke dalam salah satu tahap perkembangan anak yang dialami selama usia 6-9 tahun. Di usia ini, perkembangan bahasa ditandai dengan:

  • Anak mampu menjelaskan tentang acara televisi, film, cerita, atau berbagai kegiatan lain yang disukainya.
  • Anak sudah mulai bisa berbicara dengan tata bahasa yang benar, meski terkadang masih salah.
  • Anak sudah bisa mengeja namanya dengan baik.
  • Anak sudah bisa menulis beberapa huruf dan angka dengan tepat.
  • Anak sudah mampu membaca kata-kata yang sederhana.

Seiring dengan bertambahnya usia anak, kemampuannya dalam berbahasa juga semakin meningkat.

Anak semakin senang membaca, bahkan beberapa di antaranya menjadi gemar menulis cerita, khususnya tentang dirinya.

Dalam membaca, anak mungkin mulai menikmati waktunya membaca buku cerita dan menceritakannya kembali kepada orang lain.

Tahap perkembangan anak, 6-9 tahun usia 7 tahun

melatih anak mengorganisasikan sesuatu perkembangan

Tahap perkembangan selanjutnya pada anak kelas usia 6-9 tahun yakni perkembangan anak usia 7 tahun.

Sama seperti tahapan perkembangan di usia 6 tahun, pada usia ini anak juga akan mengalami perkembangan fisik, emosi, sosial, kognitif, dan juga bahasa.

Perkembangan fisik usia 7 tahun

Menurut C. S. Mott Children’s Hospital, perkembangan fisik anak di usia ini ditandai dengan pertambahan tinggi sebanyak 6 cm dan berat badan 3 kg.

Tak hanya itu, gigi susu anak yang perlahan lepas juga mulai berganti dengan gigi permanen.

Selain itu, perkembangan fisik anak usia 7 tahun juga ditandai dengan hal-hal berikut:

  • Anak sudah mulai bisa mengendarai sepeda roda dua.
  • Anak bisa melakukan variasi gerakan saat sedang berdiri, misalnya berputar dan berbalik arah.
  • Anak menunjukkan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan rumah yang tergolong mudah, seperti menyapu lantai dan membersihkan tempat tidur.

Sedikit berbeda dengan perkembangan fisik yang terjadi pada usia 6 tahun, pada usia 7 tahun nini, perkembangan fisik yang dialami anak lebih ke bentuk penyempurnaan.

Artinya, tidak banyak kemampuan fisik baru yang dimiliki anak, melainkan kemampuan fisik yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

Perkembangan emosi usia 7 tahun

Tahap perkembangan emosi pada usia 7 tahun juga termasuk rangkaian perkembangan anak di usia 6-9 tahun. Perkembangan ini ditandai dengan:

  • Anak sudah bisa menjelaskan apa yang sedang dirasakan, misalnya, “Aku merasa sangat sedih karena aku ingin pergi ke luar rumah tapi tidak bisa melakukannya sekarang.”
  • Anak sudah bisa mengatur perasaannya lebih baik, khususnya di ruang publik seperti di keramaian.
  • Anak sudah bisa menenangkan dirinya sendiri, misalnya dengan menarik napas dalam-dalam saat sedang kesal atau marah.

Bisa dikatakan bahwa pada usia 7 tahun anak sudah lebih dewasa dalam mengatur perasaan yang dimilikinya.

Meski begitu, anak Anda mungkin sesekali masih sering tidak bisa menahan dirinya saat merasa sedih atau marah.

Walaupun sudah tumbuh menjadi anak yang lebih dewasa, bukan berarti beradaptasi menjadi hal yang mudah baginya.

Anak mungkin sudah bisa dengan adanya berbagai perubahan yang dihadapi saat berada di luar rumah.

Akan tetapi, anak cenderung mendapatkan rasa aman dan nyaman saat masih bisa menjalani rutinitasnya selama di rumah.

Sejak usia dini, biasakan untuk menerapkan cara mendisiplinkan anak dan membiasakan anak jujur dalam hal apa pun.

Perkembangan sosial usia 7 tahun

Berikutnya, bagian dari tahap tumbuh kembang anak usia 6-9 tahun adalah perkembangan sosial yang dialaminya di usia 7 tahun.

Di usia ini, tumbuh kembang sosial anak akan ditandai dengan hal berikut:

  • Anak bersedia untuk berbagi hal-hal yang diketahuinya dengan teman sebaya.
  • Anak sudah bisa menghargai temannya saat sedang bermain bersama.
  • Anak menjadi lebih sensitif terhadap perasaan yang dimiliki oleh orang lain.
  • Anak bisa mengatasi rasa takut yang dimilikinya, meski rasa itu terkadang muncul kembali.
  • Anak sudah bisa menjalin persahabatan dengan teman sebaya meski hanya dengan teman sesama jenis.
  • Anak sudah mau bermain dengan teman-teman dalam jumlah yang lebih banyak, meski terkadang masih suka bermain sendiri.

Sebagai bagian dari perkembangan sosialnya, anak mulai lebih peduli terhadap apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Anda bisa terus mendidik anak untuk peduli dengan apa pun sekitarnya.

Anak juga mulai membentuk kedekatan dengan orang dewasa lain yang bukan orangtuanya. Sebagai contoh, anak mulai dekat dengan guru, kerabat, atau teman orangtuanya.

Hal ini terjadi karena lingkup sosial anak juga mulai meluas.

Perkembangan kognitif usia 7 tahun

Perkembangan kognitif di usia 7 tahun ini juga bagian dari tahap tumbuh kembang anak sekolah usia 6-9 tahun. Di usia ini, anak akan mengalami beberapa hal berikut:

  • Anak mulai memiliki pemahaman mengenai waktu dengan lebih baik. Ia mulai memahami detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya.
  • Anak sudah mulai memiliki kecenderungan mengenai gaya belajar yang disukainya.
  • Anak sudah bisa menyelesaikan persoalan matematika menggunakan bantuan benda.

Bagian dari tahap perkembangan anak usia sekolah, yaitu 6-9 tahun ini juga ditandai dengan meningkatnya rasa penasaran anak terhadap dunia di sekelilingnya.

Anak mulai bertanya dan mencari tahu tentang berbagai hal yang ditemui dan dilihatnya.

Tak segan, anak juga akan menceritakan apa yang diketahuinya kepada orang yang ditemuinya dengan sangat bangga.

Bahkan, anak dengan senang hati membagi pengetahuan yang dimilikinya pada saudara yang lebih muda darinya.

Perkembangan bahasa usia 7 tahun

Pada usia 7 tahun, perkembangan bahasa anak juga semakin meningkat, misalnya:

  • Anak sudah mulai sering berbicara saat berada di dalam lingkungan yang membuatnya nyaman.
  • Anak sudah bisa melafalkan kata demi kata dengan tepat.
  • Anak sudah bisa membaca dengan baik, meski masih terbatas pada kata yang susah dieja.

Kemampuan anak dalam membaca memang akan terus meningkat di usia 7 tahun. Anak mungkin semakin suka membaca buku dengan cerita yang lebih kompleks.

Anak juga akan semakin cepat saat membaca dan sudah bisa diajak berdiskusi mengenai isi buku yang dibacanya.

Bahkan, anak pada usia ini juga semakin lancar membuat tulisan yang lebih rumit dan menarik dalam bentuk esai maupun cerita.

Untuk mendukung perkembangan bahasa anak, Anda bisa membantunya agar lebih suka membaca buku. Contoh nyatanya yakni dengan mengajak anak untuk membaca buku bersama-sama.

Tahap perkembangan anak usia 8 tahun

membentuk jiwa sosial anak

Pada usia 8 tahun, anak juga akan mengalami berbagai tahap perkembangan yang merupakan bagian dari perkembangan anak usia 6-9 tahun.

Perkembangan anak usia 8 tahun juga mencakup segi fisik, emosi, sosial, hingga kognitif.

Perkembangan fisik usia 8 tahun

Sama seperti perkembangan fisik di usia sebelumnya, anak akan mengalami peningkatan tinggi dan berat badan.

Tinggi badan anak akan bertambah hingga 6 cm, sedangkan berat badan anak akan meningkat 3 kg lebih berat dari tahun sebelumnya.

Selain itu, perkembangan fisik anak akan ditandai dengan beberapa hal berikut:

  • Anak sudah benar-benar bisa menggunakan pakaian sendiri.
  • Kemampuan koordinasi fisik anak meningkat, sehingga ia bisa melompat, bermain lompat tali, atau main kejar-kejaran.
  • Meski gigi susu anak masih ada yang belum lepas, tapi gigi permanen sudah mulai tumbuh.
  • Kemampuan anak mengatur kekuatan ototnya semakin baik, sehingga kegiatan bermain alat musik atau menggunakan peralatan lainnya juga semakin mudah dan menyenangkan bagi anak.

Tahap perkembangan fisik anak di usia 8 tahun merupakan bagian dari perkembangan anak usia 6-9 tahun.

Maka itu, selama anak usia ini, sebaiknya izinkan anak untuk bermain di luar rumah.

Selain itu, ajak anak untuk aktif berkegiatan fisik seperti berolahraga dan lain sebagainya.

Perkembangan emosi usia 8 tahun

Bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun juga mencakup perkembangan emosi yang dialami anak pada usia ini.

Beberapa tanda perkembangan emosi anak usia 8 tahun adalah sebagai berikut.

  • Anak mulai membutuhkan privasi atau ruang untuk sendiri.
  • Anak makin butuh diberi kasih sayang melalui kontak fisik dari orangtua, meski terkadang anak justru risih jika disayang-sayang melalui cara tersebut.
  • Anak semakin mampu mengatasi perasaan stres, frustasi, dan rasa kecewa.

Pada usia ini, anak mungkin mulai bisa menutupi perasaan demi menjaga perasaan orang lain.

Sebagai contoh, saat ditawari makanan di rumah teman, anak mungkin bilang makanan tersebut enak.

Padahal, sesungguhnya anak tidak menyukai makanan tersebut. Anak juga mulai memahami sebagian kecil dari identitas dirinya.

Tak jarang, pada bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun ini, anak juga mulai mengalami pergulatan batin antara rasa percaya dan rasa ragu terhadap diri sendiri.

Perkembangan sosial usia 8 tahun

Ada pula perkembangan sosial pada usia 8 tahun sebagai bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun. Beberapa hal yang mungkin dialami anak adalah:

  • Anak merasa dirinya harus bisa diterima oleh teman-teman di sekelilingnya. Jika tidak, anak mungkin akan merasa amat tertekan.
  • Anak belajar bekerjasama dan saling berbagi dengan orang di sekitarnya.
  • Anak sudah mulai terbiasa bermain dengan lawan jenis.
  • Anak laki-laki di usia ini mulai suka permainan yang melibatkan kompetisi di dalamnya.
  • Anak mulai belajar antara benar dan salah akan suatu hal.

Pada usia 8 tahun ini perkembangan anak sangat terlihat sudah memiliki beberapa teman dekat.

Jika anak menunjukkan gejala berbeda, misalnya anak takut pergi ke sekolah, Anda perlu mencari tahu apa penyebabnya.

Perkembangan kognitif usia 8 tahun

Tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun juga ditandai dengan adanya perkembangan kognitif pada usia 8 tahun.

Di usia ini, perkembangan kognitif usia 8 tahun ditandai dengan:

  • Kemampuan anak berkonsentrasi semakin meningkat.
  • Kemampuan membaca anak juga semakin mengesankan karena anak sudah mulai membaca karena ingin mengetahui isinya, bukan karena sedang belajar membaca.
  • Anak mulai mengetahui bahwa ada beberapa kata yang memiliki lebih dari satu makna.

Sebagai bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun, perkembangan kognitif anak di usia 8 tahun ini juga ditandai dengan kemampuan berpikirnya.

Pikiran anak mulai terpengaruh oleh perasaan yang dimilikinya.

Saat itu, anak mungkin mulai kesulitan untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah saat sedang merasa marah.

Perkembangan bahasa usia 8 tahun

Sementara itu, tahap perkembangan bahasa anak usia 6-9 tahun juga mencakup perkembangan yang dialami pada usia 8 tahun.

Biasanya, pada usia ini, anak mulai memiliki semakin banyak kosakata yang sudah dipahami.

Jika anak Anda dibiasakan membaca, mungkin kosakata yang dimilikinya bisa lebih banyak lagi.

Tahap perkembangan anak 6-9 tahun, usia 9 tahun

resep camilan anak

Sebagai bagian dari usia sekolah, yaitu 6-9 tahun, anak usia 9 tahun juga mengalami variasi tahap perkembangan yang menarik.

Beberapa di antaranya adalah berbagai perkembangan anak usia 9 tahun:

Perkembangan fisik usia 9 tahun

Sama seperti tahap perkembangan fisik yang dialami anak usia sekolah lainnya, yaitu pada usia 6-9 tahun, tinggi dan berat badan anak pada usia ini juga meningkat.

Tinggi anak meningkat hingga 6 cm dan berat badan anak bertambah hingga 3 kg.

Namun, tak hanya itu, perkembangan fisik di usia ini juga ditandai oleh beberapa hal berikut:

  • Meski masih belum bisa dikatakan remaja, pada usia ini anak mulai mengalami perkembangan fisik yang menjurus terhadap jenis kelamin masing-masing.
  • Tidak sedikit anak perempuan yang sudah mulai mengalami masa puber di usia ini.
  • Payudara anak perempuan mulai terbentuk.
  • Anak perempuan Anda mungkin ada yang sudah mengalami menstruasi pertamanya.
  • Masih sama seperti sebelumnya, gigi susu anak masih ada yang lepas dan gigi permanen sudah banyak yang tumbuh.

Ya, pada usia ini, anak perempuan mungkin sudah banyak yang mengalami pubertas. Bahkan, tubuhnya perlahan menunjukkan ciri-ciri pubertas pada anak perempuan.

Akan tetapi, hal ini mungkin berbeda dengan yang terjadi pada anak laki-laki. Biasanya, pada usia ini, anak laki-laki belum menunjukkan tanda-tanda puber.

Perkembangan emosi usia 9 tahun

Sementara itu, tahap perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun juga mencakup perkembangan emosi di usia 9 tahun ini.

Anak usia 9 tahun akan mengalami perkembangan emosi berupa:

  • Anak mulai melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri, meski terkadang masih mau mendengarkan orang lain.
  • Anak mulai menunjukkan sikap-sikap yang kurang sopan jika suatu hal terjadi tidak sesuai yang diharapkannya.
  • Anak mulai mencari rasa nyaman dari teman sebaya saat merasakan hal yang membuatnya merasa tidak nyaman, meski terkadang lebih suka mengatasinya sendiri.

Anak mungkin sering mengalami perubahan suasana hati dalam waktu yang begitu cepat.

Hal ini memang merupakan bagian dari tahap perkembangan emosi anak di usia sekolah yaitu 6-9 tahun.

Perkembangan sosial usia 9 tahun

Sementara itu, tahap perkembangan anak usia sekolah, yaitu 6-9 tahun, juga ditandai dengan berbagai hal yang dialami pada usia 9 tahun. Beberapa di antaranya adalah:

  • Anak mulai memahami sudut pandang yang dimiliki oleh orang lain.
  • Anak sudah bisa berkomunikasi dengan cara yang baik.
  • Anak bisa bekerjasama dengan orang lain untuk meraih tujuan bersama.

Di usia 9 tahun, tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun ini juga ditandai dengan semakin banyaknya waktu yang dihabiskan anak bersama dengan temannya.

Namun, anak mulai menikmati waktu bersama dengan teman dengan cara yang berbeda.

Sebagai contoh, anak laki-laki cenderung lebih suka menghabiskan waktu bermain hal-hal yang melibatkan fisik.

Sementara, anak perempuan memiliki kecenderungan untuk lebih suka permainan seperti board games dan sejenisnya.

Perkembangan kognitif usia 9 tahun

Usia 9 tahun termasuk bagian dari usia sekolah. Maka itu, tahap perkembangan kognitif yang dialami pada usia ini juga termasuk pada tahap perkembangan usia 6-9 tahun.

Perkembangan kognitif yang dialami anak usia 9 tahun di antaranya:

  • Anak mulai memahami berbagai benda di sekelilingnya bisa dikelompokkan ke dalam beberapa kategori.
  • Anak sudah bisa membaca kalimat yang terdiri dari 12 kata atau lebih.
  • Anak suka membuat perencanaan, misalnya merencanakan acara bermain dengan teman.
  • Anak sudah bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Pada bagian dari tahap perkembangan kognitif yang dialami oleh anak usia 6-9 tahun ini, anak sudah mulai bisa bekerjasama dalam mengerjakan tugas sekolah.

Kegemaran anak juga mulai berganti-ganti. Anak mungkin semakin tertarik dan ingin mempelajari banyak hal di sekolah.

Perkembangan bahasa usia 9 tahun

Tahap perkembangan bahasa dialami oleh anak usia 6-9 tahun, termasuk anak usia 9 tahun. Pada usia ini, perkembangan bahasa yang dialami anak biasanya:

  • Anak semakin sering dan semakin suka membaca buku.
  • Anak sering kali memiliki tujuan pembelajaran saat membaca buku, tapi tetap buku yang disukainya.
  • Anak sudah bisa berbicara layaknya orang dewasa.

Selain bisa berbicara dengan baik, bagian dari tahap perkembangan bahasa anak usia 6-9 tahun ini juga ditunjukkan dengan kemampuan menulis dan membaca anak yang semakin lihai.

Anda juga bisa mendukung perkembangan ini dengan memberikan semakin banyak buku bacaan yang bervariasi untuk anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 22/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 21/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 6 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 6 tahun, anak masih mengalami berbagai perkembangan. Apa saja perkembangannya? Sudahkah sesuai dengan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 20/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips melatih anak belajar tengkurap

5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 8 menit
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 10 menit
cara mengajari anak menulis

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 8 menit