Kenali Precordial Catch Syndrome, Sakit Dada yang Menyerang Anak dan Remaja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, Anda tentunya panik dan khawatir saat anak Anda mengeluhkan rasa sakit di bagian tubuh tertentu — terutama sakit dada, baik yang terasa menusuk tiba-tiba atau yang bikin anak sulit bernapas. Meski sakit dada yang dialami anak bukanlah tanda waspada dari serangan jantung, Anda tetap perlu tahu apa yang menyebabkannya. Kondisi sakit dada pada anak disebut dengan precordial catch syndrome. Apakah berbahaya?

Apa itu precordial catch syndrome?

Precordial catch syndrome (PCS) adalah kondisi sakit dada yang terasa menusuk tajam. Precordial artinya ‘di depan jantung’, maka sumber rasa sakitnya hanya terpusat pada dada bagian depan jantung.

Precordial catch syndrome paling sering menyerang anak-anak usia 6 tahun, remaja, dan dewasa muda mulai usia 20 tahun, yang tidak memiliki riwayat kelainan atau gangguan jantung apapun yang mungkin mendasarinya. Sakit dada akibat PCS bukanlah kondisi medis serius maupun gawat darurat, karena biasanya tidak membahayakan.

Tanda dan gejala sakit dada pada anak

Precordial catch syndrome biasa dialami oleh orang-orang yang tidak memiliki riwayat kelainan jantung apapun. Itu sebabnya PCS seringnya tidak memperlihatkan gejala atau perubahan fisik berarti. Detak jantung anak yang memiliki PCS pun normal, sehingga tidak menunjukkan wajah yang memucat atau suara mengi (napas berbunyi “ngik-ngik”).

Namun gejala PCS yang paling umum adalah napas dangkal yang berkepanjangan. Beberapa tanda dan gejala lain dari precordial catch syndrome, bisa meliputi:

  • Sakit dada saat sedang istirahat, terutama saat anak sedang membungkuk.
  • Mengeluh seperti terasa seperti tertusuk jarum di bagian dada.
  • Rasa sakitnya terpusat hanya pada satu bagian dada, biasanya di bawah puting susu bagian kiri.
  • Rasa sakit semakin memburuk saat melakukan pernapasan dalam
  • Terjadi sangat singkat, hanya satu kali atau lebih dari satu kali dalam sehari.

Gejala sakit dada pada anak akibat PCS pun dapat memburuk seiring tarikan napas, namun umumnya berangsur hilang sendiri setelah berlangsung hanya kurang dari beberapa menit.

Tingkat keparahan precordial catch syndrome bervariasi antar anak kecil dan orang dewasa muda. Beberapa orang akan merasakan rasa sakit yang sangat mengganggu, sementara lainnya merasakan sakit luar biasa hingga menyebabkan kehilangan penglihatan sesaat.

Apa penyebab precordial catch syndrome?

Kebanyakan kasus precordial catch syndrome tidak jelas diketahui apa penyebabnya. Diperkirakan, rasa sakit dada akibat PCS timbul disebabkan oleh kram otot atau saraf yang terjepit pada lapisan pembungkus paru (pleura). Gejala-gejalanya bisa hilang dan muncul secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat, mulai dari sakit pada dinding dada, tulang rusuk, atau jaringan ikat.

Selain itu, precordial catch syndrome dapat terjadi karena lonjakan pertumbuhan (growth spurt), postur tubuh yang buruk seperti kebiasaan membungkuk saat duduk atau menonton TV, atau trauma akibat pukulan di bagian dada.

Apakah precordial catch syndrome bisa menimbulkan komplikasi?

Anda tidak perlu cepas. Precordial catch syndrome bukanlah kondisi medis berbahaya, dan biasanya bisa pulih dalam waktu singkat tanpa pengobatan khusus. Juga, tidak ada komplikasi kesehatan terkait masalah ini yang patut untuk dikhawatirkan.

Precordial catch syndrome bisa menghilang seiring dengan bertambahnya usia anak.

Namun jika sakit dada terus terjadi berkelanjutan dan bahkan gejalanya malah memburuk, baiknya Anda diskusikan lebih lanjut dengan dokter. Dokter akan melihat riwayat medis secara lengkap, menilai gejala, dan menanyakan masalah kesehatan lainnya sebelum melakukan pemeriksaan fisik pada anak.

Pengobatan precordial catch syndrome

Sakit dada pada anak akibat precordial catch syndrome umumnya akan hilang dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, bila sakit dirasa terlalu mengganggu, dokter mungkin akan memberikan obat antiinflamasi untuk membantu meringankan rasa sakit.

Bila anak merasakan sakit di bagian dada saat menarik napas dalam-dalam, ajarkan anak untuk mengambil napas dangkal sampai rasa sakitnya hilang. Ajak anak untuk memperbaiki postur tubuh yang salah secara bertahap, misalnya dari kebiasaan membungkuk saat duduk menjadi lebih tegak dengan bahu ke belakang. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dada akibat precodial catch syndrome.

Bisakah dicegah?

Bila sakit dada pada anak disebabkan karena lonjakan pertumbuhan, hal ini tentu tidak dapat dicegah. Namun, bila disebabkan oleh postur tubuh yang buruk karena kebiasaan membungkuk, maka sakit dada PCS dapat dicegah dengan membiasakan anak untuk duduk dan berdiri tegak untuk mengurangi risikonya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit