backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Balita Anda Susah Makan? Ini 10 Kemungkinan Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 24/07/2023

Balita Anda Susah Makan? Ini 10 Kemungkinan Penyebabnya

Nafsu makan balita memang sulit ditebak. Ada kalanya balita bisa sangat lahap menyantap makanan, tapi di lain waktu ia mungkin susah makan dan menolak makanan yang Anda berikan.

Kondisi ini sering membuat orangtua cemas dengan kebutuhan gizi dan nutrisi si Kecil. Jadi, mengapa nafsu makan balita sulit dikendalikan bahkan sampai mengalami susah makan? Berikut ini berbagai ragam penyebabnya.

Penyebab balita susah makan

Balita yang susah makan memang membuat orangtua cemas karena khawatir nutrisinya tidak terpenuhi. Berikut beberapa penyebab balita susah makan.

1. Nafsu makan yang berubah-ubah

makanan untuk anak diare

Mengutip dari Family Doctornafsu makan balita yang susah ditebak sering kali membuatnya susah makan.

Akibatnya, ia kerap menolak berbagai macam jenis makanan yang Anda tawarkan.

Terkadang, ada masa di mana balita ingin makan satu menu makanan yang sama dalam satu minggu.

Kemudian pada minggu berikutnya, ia tidak ingin menyentuh makanan yang disukainya minggu kemarin.

2. Kebiasaan makan tidak sehat

Kebiasaan makan tidak sehat yang bisa memicu balita susah makan adalah ngemil di jeda waktu makan.

Dilansir dalam laman About Kids Health, kebiasaan tersebut membuat balita menolak untuk makan di saat waktu yang sudah dijadwalkan. 

Berikut beberapa kebiasaan tidak sehat lainnya yang menyebabkan balita susah makan.

  • Balita terlalu banyak minum jus dan minuman manis lainnya.
  • Balita kurang gerak, sehingga membuat energinya tidak terbakar yang membuat ia tidak merasa lapar.

3. Sensitif atau alergi terhadap makanan tertentu

Terkadang ada kondisi yang membuat balita menjadi sensitif terhadap makanan tertentu, seperti penyakit Celiac.

Penyakit Celiac membuat tubuh penderitanya bereaksi terhadap protein dan gluten.

Hal ini bisa membuat si Kecil tidak nyaman bahkan sampai merasa sakit saat makan makanan tertentu, sehingga ia menolak untuk makan.

4. Picky eater atau memilih makanan

anak susah makan saat sakit

Balita pada umumnya suka pilih-pilih makanan atau picky eater. Kondisi ini termasuk kebiasaan makan dan terbilang normal terjadi pada balita.

Si Kecil mungkin hanya ingin makan makanan dengan rasa yang ia suka dan tidak mau mencoba makanan lain dengan rasa yang berbeda. 

Misalnya, balita Anda hanya mau makan daging dan ayam, tetapi tidak mau makan sayuran.

5. Trauma makan makanan baru

Hindari memaksa balita mencoba makanan tertentu. Hal tersebut justru bisa membuat si Kecil trauma atau disebut juga dengan food neophobia.

Meski begitu, terkadang ketakutan mencoba makanan baru juga bisa terjadi secara alami sebagai fase dari tumbuh kembang balita.

Pada fase ini, meski Anda mendorong atau bahkan memaksanya, balita biasanya tetap tidak mau makan makanan yang diberikan.

Ini karena mereka perlu meyakinkan diri terlebih dahulu bahwa makanan tersebut aman untuk dimakan. Fase ini bisa terjadi dengan cepat atau lama hingga ia melewati masa kanak-kanak.

6. Mengalami masalah kesehatan

Orang dewasa sering mengeluhkan tidak nafsu makan ketika tubuhnya sedang tidak sehat, begitu juga balita.

Beberapa masalah kesehatan yang menjadi penyebab balita susah makan adalah sebagai berikut.

  • Radang tenggorokan.
  • Ruam kulit.
  • Demam.
  • Sariawan.
  • Sembelit.
  • Kekurangan zat besi.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Anemia.
  • Flu.
  • Sakit perut.
  • Bila kondisi ini berlangsung lebih dari satu minggu dan tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter.

    7. Memiliki temperamen keras

    Bukan hanya orang dewasa, balita juga bisa membentuk temperamen yang keras.

    Balita yang temperamen keras cenderung memiliki keinginan yang kuat dan batasan sendiri, termasuk dalam hal memilih makanan.

    Temperamen yang keras pada balita bisa membuatnya menjadi picky eater dan hanya ingin makan makanan yang ia mau atau suka.

    Akibatnya, balita mungkin lebih susah makan makanan yang lain.

    8. Indra pengecap yang belum berkembang sempurna

    masalah gizi balita

    Selain kebiasaan makan, seperti picky eater, indra pengecap si Kecil yang belum sempurna juga bisa memengaruhi nafsu makannya.

    Bayi dan balita normalnya sudah memiliki indra pengecap rasa manis yang berkembang sempurna. Maka dari itu, ia menyukai rasa ASI yang manis sejak baru lahir.

    Namun, indra pengecap rasa asam dan pahit belum berkembang pada bayi dan balita.

    Hal ini yang menyebabkan si Kecil cenderung susah makan makanan dengan rasa pahit atau asam, seperti sayur-sayuran.

    9. Masih dalam proses belajar makan

    Balita masih dalam proses belajar makan dengan benar semua jenis makanan. Ini termasuk belajar makan dengan rasa dan tekstur yang baru.

    Ia juga masih belajar makan di lingkungan yang berbeda, bukan hanya di rumah.

    Ini sebabnya ada balita yang bisa makan lebih baik di tempat tertentu dibandingkan saat berada di tempat-tempat lainnya.

    Suasana yang berbeda bisa membuat balita kurang nyaman, sehingga lebih susah makan.

    10. Tumbuh gigi

    Seperti pada bayi, proses tumbuh gigi pada balita bisa menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman.

    Rasa nyeri tersebut bisa membuat si Kecil kehilangan nafsu makan.

    Akibatnya, ia pun bisa menjadi lebih susah makan dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.

    Itulah beberapa penyebab balita susah makan. Meski sering mengganggu dan membuat cemas, susah makan wajar terjadi dan bahkan sering dialami oleh balita.

    Namun bila kondisi ini berlangsung terlalu lama, segera konsultasikan ke dokter agar asupan nutrisi si Kecil tidak terganggu.

    Lakukan ini jika balita susah makan

    Salah satu cara mengatasi anak susah makan adalah dengan memberikan balita ragam pilihan makanan bernutrisi. Lalu, biarkan ia memilih makanan yang ia mau. Ingat! Jangan memaksa si Kecil makan karena itu hanya membuatnya trauma dan bisa menimbulkan masalah baru.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 24/07/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan