Ciri-ciri Anak Anda Mengidap Gangguan Pendengaran

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gangguan pendengaran pada anak umumnya sulit untuk disadari oleh orang tua maupun orang lain yang berinteraksi dengan si bayi.

Orangtua seringnya bertanya-tanya, kok anak saya sudah mulai besar tapi belum juga lancar bicara. Dan setelah diperiksakan ke dokter, ternyata gangguan pendengaranlah yang menyebabkan anak mereka belum bisa berbicara.

Lalu, bisakah kita mengetahui adanya gangguan pendengaran pada anak sejak masih bayi? Apa saja penyebab gangguan pendengaran pada anak? Apa yang harus Anda lakukan sebagai orang tua?

Apa penyebab gangguan pendengaran pada anak?

Penyebab gangguan pendengaran pada anak bisa bermacam-macam. Setengah dari seluruh kasus gangguan pendengaran anak disebabkan oleh kelainan genetik, di mana beberapa di antaranya memiliki riwayat gangguan pendengaran menurun di keluarga.

Selain kelainan genetik, gangguan pendengaran pada anak juga bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi pada ibu hamil, misalnya infeksi virus atau bakteri
  • Penggunaan obat-obatan yang ototoksik oleh ibu pada saat hamil
  • Trauma lahir
  • Riwayat trauma kepala pada anak
  • Memiliki riwayat penyakit kuning atau jaudince
  • Riwayat infeksi pada otak atau tulang belakang
  • Riwayat infeksi telinga

Seperempat bayi lahir dengan gangguan pendengaran, tapi penyebabnya tidak kunjung diketahui.

Ciri dan gejala gangguan pendengaran pada anak

Meskipun sama-sama memiliki gangguan pendengaran, ciri dan gejala yang ditampilkan bisa berbeda antara bayi dan anak-anak. Semakin lama anak Anda mengalami gangguan pendengaran, maka perkembangannya akan terganggu. Jadi, dengan mengetahui gejalanya secara dini Anda dapat mencegah komplikasi yang lebih berat.

Gejala gangguan pendengaran pada bayi antara lain adalah:

  • Tidak terkejut mendengar suara yang keras
  • Tidak menoleh untuk merespon ke arah sumber suara (pada bayi usia lebih dari 6 bulan)
  • Tidak mengucapkan kata apa pun, seperti “dada” atau “mama”, pada usia 1 tahun
  • Tidak menoleh ketika dipanggil namanya, namun mengalihkan pandangannya ketika bayi melihat Anda

Sedangkan gejala gangguan pendengaran pada anak bisa termasuk:

  • Terlambat mulai berbicara atau perkembangan bicaranya tidak sesuai dengan usianya
  • Pelafalan bicara tidak jelas
  • Tidak mengikuti instruksi
  • Berbicara dengan suara yang lebih keras dari biasanya
  • Sering kali berbicara, “Hah?” atau “Apa?” ketika diajak berbicara
  • Sering menyalakan televisi dengan volume suara yang tinggi
  • Anak Anda mengatakan bahwa ia tidak mendengar suara Anda
  • Cenderung menggunakan salah satu telinga ketika mendengar atau mengeluh bahwa ia hanya bisa mendengar di salah satu telinga saja

Secara umum, gejala gangguan pendengaran lebih mudah untuk dideteksi pada bayi dan balita dibandingkan dengan anak-anak yang sudah lebih dewasa dan bisa berbicara dengan lancar.

Pada bayi dan balita, Anda bisa memantau anak Anda dengan menggunakan grafik perkembangan anak. Untuk anak yang sudah lebih besar, Anda harus memperhatikan petunjuk-petunjuk tertentu yang mengarah kepada gangguan pendengaran pada anak Anda. Petunjuk-petunjuk tersebut bisa kurang jelas dan perlu perhatian lebih untuk bisa mengenali gejala tersebut.

Apa akibat dari gangguan pendengaran pada anak?

Anak dengan gangguan pendengaran yang tidak menjalankan terapi akan mengalami gangguan perkembangan bahasa dan berbicara atau pun kemampuan kognitif (berpikir, mengetahui, dan memutuskan) yang ia butuhkan untuk belajar. Anak yang mengalami gangguan pendengaran dari lahir hingga usia 2 atau 3 tahun, memiliki risiko tinggi mengalami gangguan permanen terhadap kemampuan bicara, bahasa, dan belajar.

Dengan identifikasi gangguan pendengaran pada anak sedini mungkin, terapi pun dapat dimulai sesegera mungkin sehingga gangguan perkembangan lebih lanjut pada anak dapat dicegah seminimal mungkin. Dengan alat bantu dengar, diharapkan anak dengan gangguan pendengaran dapat berkembang selayaknya anak normal lainnya.

Yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gangguan pendengaran pada anak dan balita

Jika Anda menemukan ciri-ciri gangguan pendengaran pada anak Anda, jangan ragu untuk segera periksakan anak ke dokter. Semakin lama anak Anda mengalami gangguan pendengaran, maka perkembangannya dapat terganggu.

Dokter anak Anda akan menjalankan rangkaian pemeriksaan pendengaran untuk mengetahui apa spesifiknya yang menjadi gangguan pendengaran pada anak Anda. Selain itu Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran bayi sejak dini, karena 80-90% dari kasus gangguan pendengaran pada bayi dapat dideteksi dengan tes pendengaran. Yang perlu diingat adalah meskipun pendengarannya sehat saat bayi, tidak menutup kemungkinan pada usia yang lebih tua gejala gangguan pendengaran baru muncul.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
bahaya dan komplikasi anemia

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit