Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mitos atau Fakta: Mata Belekan pada Bayi Bisa Ditetesi ASI?

Mitos atau Fakta: Mata Belekan pada Bayi Bisa Ditetesi ASI?

Ibu mungkin sering dengar nasihat bahwa mata bayi yang belekan bisa sembuh kalau ditetesi ASI. Benarkah demikian atau hanya mitos belaka? Sebenarnya, bagaimana hubungan ASI dan mata bayi yang belekan bila melihat dari sisi kesehatan? Ini penjelasannya.

Benarkah mata bayi belekan bisa sembuh kalau ditetesi ASI?

mata juling pada bayi

British Journal Of Ophthalmology melakukan penelitian pada kandungan ASI dari 23 ibu yang baru melahirkan di rumah sakit San Fransisco.

Peneliti melakukan observasi dan menguji efek ASI terhadap mata belekan pada bayi.

Hasilnya, mata bayi yang belekan dan peneliti teteskan ASI hanya menambahkan bakteri baru ke dalam mata.

Manfaat ASI memang sedikit berperan dalam mengatasi bakteri, tetapi bukan sebagai antibiotik.

Sebaliknya, bakteri yang ada di dalam ASI bisa memicu infeksi mata yang lebih serius.

Kepercayaan terhadap sesuatu yang tidak berdasarkan riset kesehatan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga negara lain.

Penelitian dari International Journal Of Environmental Research And Public Health menunjukkan hasil yang mirip.

Peneliti ini melakukan riset pada ibu yang baru melahirkan di Polandia.

Ibu menyusui yang tinggal di sana juga sangat tertarik dengan hal-hal yang bersifat mitos untuk perawatan bayinya.

Para ibu membagikan cerita dan pengalaman mata belekan pada bayi dalam forum-forum daring.

Menurut penelitian tersebut, efektivitas mata bayi yang belekan ditetesi ASI hanya dari pengalaman pribadi satu sampai dua orang ibu.

Pengalaman tersebut para ibu jadikan sebagai tolak ukur keberhasilan ASI dalam mata belekan pada bayi.

Padahal, bila dilihat dari sisi kesehatan justru bisa membahayakan kondisi mata si kecil.

Cara mengobati mata bayi belekan tanpa pakai ASI

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Sebenarnya, mata belekan pada bayi adalah kondisi yang normal, terutama saat si kecil baru bangun tidur.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 5% bayi baru lahir mengalami sumbatan pada salah satu atau kedua saluran air mata.

Namun, 90% kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya saat bayi berusia satu tahun.

Jika ibu merasa khawatir dengan kondisi mata bayi belekan yang mengganggu, sebaiknya tidak ditetesi ASI. Ibu bisa melakukan dua cara berikut menurut IDAI.

1. Pijatan ringan

Sebagai penanganan awal, ibu bisa mulai memijat sudut bola mata sampai ke pangkal hidung secara perlahan.

Ibu bisa melakukan pijatan ini secara rutin sampai kotoran mata bayi berkurang.

2. Pakai salep bila terjadi infeksi

Bila ibu dan ayah melihat infeksi bakteri pada mata bayi dengan gejala infeksi saluran napas seperti flu, pengobatan bisa memakai salep atau obat tetes mata.

Namun, obat topikal atau oles ini tidak bisa serta-merta membuka sumbatan pada mata. Obat ini bekerja untuk membuat infeksi mengering sampai lepas sendiri.

Mengobati mata belekan pada bayi dengan ditetesi ASI memang sangat terkenal. Namun, ibu harus hati-hati karena ASI justru bisa menimbulkan infeksi serius pada mata si kecil.

Sebaiknya, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi si kecil.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baynham, J., Moorman, M., Donnellan, C., Cevallos, V., & Keenan, J. (2012). Antibacterial effect of human milk for common causes of paediatric conjunctivitis. British Journal Of Ophthalmology, 97(3), 377.2-379. doi: 10.1136/bjophthalmol-2012-302833

Pink Eye (Conjunctivitis) in Newborns | CDC. (2021). Retrieved 22 July 2021, from https://www.cdc.gov/conjunctivitis/newborns.html

Kramer, M. (2010). “Breast is best”: The evidence. Early Human Development, 86(11), 729-732. doi: 10.1016/j.earlhumdev.2010.08.005

Karcz, K., Walkowiak, M., Makuch, J., Olejnik, I., & Królak-Olejnik, B. (2019). Non-Nutritional Use of Human Milk Part 1: A Survey of the Use of Breast Milk as a Therapy for Mucosal Infections of Various Types in Poland. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 16(10), 1715. doi: 10.3390/ijerph16101715

IDAI | Belekan pada Bayi Baru Lahir, Normalkah?. (2021). Retrieved 23 July 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/belekan-pada-bayi-baru-lahir-normalkah

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 28/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita