home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pentingnya Suplemen Vitamin D Tambahan untuk Bayi

Pentingnya Suplemen Vitamin D Tambahan untuk Bayi

Vitamin D merupakan zat gizi penting untuk mengatur jumlah kalsium dalam tubuh. Tidak hanya orang dewasa, si kecil juga memerlukan vitamin D untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi. Tanpa vitamin D, tulang akan rapuh, lemah, atau bahkan memiliki bentuk yang abnormal. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, perlukah bayi mengonsumsi suplemen tambahan?

Perlukah si kecil minum suplemen vitamin D?

Vitamin D membantu penyerapan kalsium, sehingga semua kalangan membutuhkannya, mulai dari bayi sampai lansia.

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi dan anak-anak perlu mengonsumsi suplemen vitamin D tambahan, tanpa memandang jenis makanannya.

Jenis makanan yang IDAI maksud di sini adalah bayi yang mengonsumsi ASI atau susu formula, tetap perlu memdapatkan vitamin D tambahan.

Pasalnya, ASI mengandung kadar vitamin D yang rendah, sehingga si kecil yang hanya minum ASI tidak bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dalam tubuh.

Alasan lain bayi butuh suplemen tambahan adalah 43 persen anak perkotaan dan 44 persen anak pedesaan di Indonesia mengalami defisiensi vitamin D.

Anak-anak masuk kategori defisiensi bila kadar vitamin D dalam darah kurang dari 30 nmol/L.

Maka dari itu, IDAI menyarankan bayi usia 0-12 bulan mendapatkan suplemen vitamin D sebanyak 400 IU per hari.

Sementara untuk anak di atas 12 bulan, kebutuhan vitamin D sekitar 600 IU per hari.

Sebagai gambaran, ASI hanya mengandung 25 IU vitamin D/liter atau bahkan lebih sedikit.

Ini membuat si kecil membutuhkan suplemen vitamin D tambahan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Makanan sumber vitamin D yang bisa ibu berikan pada bayi misalnya tuna, hati ayam, daging sapi, telur. Meski kandungan vitamin D di dalamnya tidak sebesar suplemen tambahan.

Ciri-ciri bayi kekurangan vitamin D

Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang berperan penting untuk perkembangan tulang, sistem imun, dan antiperadangan.

Namun, anak-anak rentan mengalami kekurangan vitamin D karena beberapa faktor. Sebut saja, kekurangan asupan vitamin D dari makanan dan jarang terpapar sinar matahari.

Berikut ini ciri-ciri bayi kekurangan vitamin D yang penting untuk kesehatan tubuh, mengutip dari NHS.

  • Nyeri pada tulang tungkai bawah (dari lutut sampai mata kaki).
  • Otot nyeri dan lemah.
  • Deformitas atau perubahan pada bentuk tulang.
  • Ketidakseimbangan kalsium.

Defisiensi vitamin D adalah masalah penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka dari itu, orangtua perlu memperhatikan asupan vitamin D pada si kecil.

Dampak kekurangan vitamin D

Tulang anak bertumbuh dengan cepat. Oleh karena itu, tulang mereka membutuhkan banyak vitamin dan mineral agar dapat tumbuh secara optimal.

Selain menunjang pertumbuhan tulang, vitamin D juga membantu menjaga sistem pertahanan tubuh, kesehatan jantung, otak, dan organ-organ lain dalam tubuh.

Kekurangan vitamin D juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan berikut:

  • penyakit autoimun (diabetes tipe 1, multiple sclerosis, dan rheumatoid arthritis),
  • osteoporosis,
  • penyakit jantung,
  • gangguan suasana hati,
  • kanker jenis tertentu,
  • inflamasi kronis, dan
  • arthritis.

Mengutip dari Mayo Clinic, bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif dan tidak mendapat cukup vitamin D bisa mengalami rakitis.

Ini adalah kondisi yang membuat tulang lemah, rapuh, bahkan bisa membuat cacat. Vitamin D berperan menyerap kalsium dan fosfor dari makanan.

Kalau buah hati ibu kekurangan vitamin D, tubuh sulit mempertahankan kadar kalsium dan fosfor dalam tulang. Kondisi inilah yang menyebabkan rakitis pada bayi dan anak.

Rakitis umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 2,5 tahun.

Jika tidak diobati, rakitis dapat berujung pada berbagai komplikasi seperti:

  • kejang,
  • gagal tumbuh,
  • postur tubuh pendek,
  • kehilangan energi,
  • risiko mengalami infeksi saluran napas,
  • tulang belakang yang melengkung,
  • masalah gigi, dan
  • deformitas tulang (perubahan bentuk tulang).

Deformitas tulang pada rakitis biasanya dapat ibu perbaiki dengan memberikan asupan vitamin D sedini mungkin.

Beberapa bayi mungkin harus menjalani prosedur operasi untuk memperbaiki deformitas tulangnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Do Babies Really Need Vitamin D Supplements?. (2020). Retrieved 29 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/do-babies-really-need-vitamin-d-supplements/

Vitamin D Supplementation for Infants. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://www.who.int/elena/titles/bbc/vitamind_infants/en/

Casey, C., Slawson, D., & Neal, L. (2010). VItamin D Supplementation in Infants, Children, and Adolescents. American Family Physician, 81(6), 745-748. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2010/0315/p745.html

IDAI | Menjemur Bayi dengan Tepat. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat

(2021). Retrieved 29 April 2021, from https://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/122/5/1142.full.pdf

Vitamin D is needed to support healthy bone development. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-micronutrients/vitamin-d.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fbreastfeeding%2Frecommendations%2Fvitamin_d.htm

Rickets – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rickets/symptoms-causes/syc-20351943

Balasubramanian, S. (2011). Vitamin D deficiency in breastfed infants & the need for routine vitamin D supplementation. The Indian Journal Of Medical Research, 133(3), 250. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3103147/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 17/01/2017
x