Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Usia Berapa Pertumbuhan Payudara Remaja Akan Berhenti?

Usia Berapa Pertumbuhan Payudara Remaja Akan Berhenti?

Pada anak perempuan, pertumbuhan organ seksual ditandai dengan pertumbuhan payudara saat beranjak remaja. Hal ini juga menjadi pertanda bahwa anak perempuan Anda memasuki masa puber. Lalu, kapan pertumbuhan payudara ini akan dimulai dan kapan pula pertumbuhan payudara pada remaja akan berhenti? Simak penjelasannya berikut ini.

Pertumbuhan payudara yang dialami anak hingga remaja

Melansir John Hopkins Medicine, payudara seorang anak perempuan sebenarnya sudah mulai terbentuk saat masih berada di dalam kandungan.

Maka itu, setelah anak lahir puting susu dan tahap awal dari sistem saluran susu telah terbentuk.

Pertumbuhan payudara pada setiap anak dimulai pada usia yang berbeda-beda. Ada yang mengalami perkembangan payudara lebih cepat, normal, dan juga lebih lambat.

Bila diperkirakan, pertumbuhan tersebut terjadi ketika anak berusia 8-13 tahun.

Awal pertumbuhan payudara pada anak mulai terlihat saat usianya beranjak remaja. Hal ini termasuk sebagai salah satu ciri pubertas pada anak perempuan.

Ya, saat itu, ukuran dan bentuk payudara anak perempuan Anda mungkin mulai berubah.

Pertumbuhan payudara ini beriringan dengan indung telur yang mulai memproduksi hormon seksual, yaitu estrogen.

Saat indung telur mengeluarkan estrogen, lemak yang terdapat pada jaringan ikat mulai menumpuk pada dinding toraks anterior, sehingga menyebabkan payudara mulai membesar.

Saat anak perempuan mulai mengalami menstruasi, perkembangan payudara akan terus berlanjut.

Kali ini, pembentukan kelenjar sekretori juga terbentuk pada ujung saluran susu. Namun, tingkatan pertumbuhan payudara ini bisa berbeda-beda pada tiap anak perempuan.

Pada saat itu, pertumbuhan payudara pada anak menjelang remaja menandakan kematangan seksualnya. Anda bisa mulai memberikan pendidikan seks untuk anak pada saat ia mengalami pertumbuhan ini.

Gambaran tahap awal pertumbuhan payudara

Pertumbuhan payudara ditandai dengan bagian tengah payudara yang berwarna lebih gelap dibanding sekitarnya. Bagian itu disebut dengan puting susu, yaitu tempat keluarnya ASI ketika menyusui.

Pada awalnya, puting susu akan terasa lebih lunak. Namun, seiring waktu akan mengeras dan terbentuk benjolan di bawah puting.

Selain puting, ada juga yang disebut dengan areola. Bagian tersebut mengelilingi puting dan berwarna lebih terang.

Seiring bertambah besarnya ukuran payudara, areola juga mulai melebar. Selain itu, kelenjar susu mulai terbentuk dan bermuara di puting susu.

Pada tahap ini, besarnya ukuran payudara sebelah kanan mungkin tidak sama dengan payudara sebelah kiri.

Jangan khawatir, ukuran payudara yang berbeda ini normal terjadi. Setelah satu tahun atau lebih, ukuran payudara akan sama atau hampir sama.

Selain itu, areola akan terangkat lebih naik sehingga puting menjadi lebih menonjol. Kemudian, bentuk payudara yang semakin bulat menandakan bahwa payudara sudah terbentuk sempurna.

Tahapan ini menunjukkan bahwa proses perkembangan payudara pada remaja sudah berhenti.

Biasanya, pertumbuhan payudara pada remaja akan berhenti saat usianya memasuki 17 atau 18 tahun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa pertumbuhan ini masih akan terus berlanjut hingga awal usia 20-an.

Hal ini mungkin terjadi pada anak yang mengalami perkembangan payudara sedikit lebih lambat dibanding teman sebayanya.

Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan payudara

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan payudara, seperti nutrisi, faktor keturunan, hingga perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh.

1. Nutrisi

Jika Anda tidak membantu anak mengatur pola makan, anak perempuan Anda mungkin mempraktikkan pola makan yang kurang sehat.

Hal ini berpotensi untuk memberikan dampak pada pertumbuhan payudara yang dialaminya. Sebagai contoh, anak Anda mungkin mengalami keterlambatan pada perkembangan tersebut.

Pasalnya, bila tubuh anak Anda kekurangan vitamin, tubuh tidak akan memproduksi hormon yang sesuai dan payudara anak mungkin berhenti untuk tumbuh.
Namun, Anda tidak perlu khawatir. Hal ini masih bisa Anda perbaiki jika Anda memberikan asupan makanan yang sehat untuk anak perempuan Anda.

2. Faktor keturunan

Tidak hanya asupan gizi yang dimakan oleh anak perempuan Anda, faktor keturunan juga bisa menjadi salah satu yang mempengaruhi pertumbuhan payudara yang anak Anda alami.

Bahkan, pertumbuhan ini juga bisa berhenti karena faktor genetik yang anak Anda miliki.

Adanya faktor keturunan memengaruhi seberapa besar payudara anak Anda nanti akan tumbuh. Namun, hal ini bukan berarti payudara anak Anda akan sama persis dengan payudara Anda.

Payudara anak Anda bisa terlihat sama dengan salah satu payudara yang dimiliki anggota keluarga perempuan lainnya, atau bahkan tidak sama sekali.

3. Perubahan hormon

Saat anak perempuan beranjak remaja, tubuhnya akan memproduksi hormon yang membantu pertumbuhan payudara.

Sayangnya, setelah tubuh memproduksi hormon, anak mungkin mengalami perubahan hormon yang tak menentu. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab payudara berhenti tumbuh.

Meski begitu, Anda juga tidak perlu terlalu khawatir mengenai hal ini.

Pasalnya, meski perkembangan payudaranya telah berhenti, saat anak tumbuh dewasa, ia mungkin mengalami pertumbuhan payudara saat mengalami kehamilan.

Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Tidak semua anak perempuan mengalami perkembangan payudara yang sama, khususnya dalam hal ukuran.

Rasa sakit, nyeri, dan perubahan pada tekstur payudara yang sedikit berubah pada saat anak mengalami menstruasi juga merupakan hal yang wajar.

Namun, Anda tetap harus memerhatikan perubahan payudara yang dialami oleh anak perempuan Anda.

Apalagi jika anak Anda tidak mengalami perkembangan payudara setelah melewati usia yang telah disebutkan di atas. Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Di samping itu, jika anak mengalami pertumbuhan yang terasa tidak normal, atau payudara anak berhenti tumbuh saat belum benar-benar tumbuh dengan sempurna, konsultasikan dengan dokter.

Beberapa tanda di bawah jarang terjadi pada anak yang masih mengalami perkembangan payudara, tapi Anda juga tetap harus memeriksakan ke dokter jika anak mengalami tanda-tanda kanker payudara di bawah ini:

  • Keluar cairan dari payudara, tapi bukan ASI.
  • Pembengkakan yang tidak wajar pada payudara anak.
  • Teraba benjolan di payudara.
  • Terdapat kulit yang luka pada payudara.
  • Rasa nyeri yang dirasakan anak pada puting susu.
  • Puting susu pada payudara anak menjorok ke arah dalam.
health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Poncelet, B. (2020). How Your Daughter Will Develop Into a Young Woman During Puberty. Retrieved 20 March 2020, from https://www.verywellfamily.com/stages-of-puberty-in-girls-3200882

Wells, D. (2017). What to Expect When Your Breasts Grow. Retrieved 20 March 2020, from https://www.healthline.com/health/womens-health/do-your-breasts-hurt-when-they-grow#common-questions

Breast Development. Retrieved 20 March 2020, from https://www.texaschildrens.org/health/breast-development

Normal Breast Development and Changes. Retrieved 20 March 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/normal-breast-development-and-changes

Normal Breast Development and Changes – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center. Retrieved 20 March 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=85&contentid=P00151

Barron, B. (2018). What Causes Breast to Stop Growing?. Retrieved 20 March 2020, from https://healthfully.com/what-causes-breasts-to-stop-growing-3513901.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita