backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

7 Penyakit yang Mudah Menular di Sekolah

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 24/04/2023

7 Penyakit yang Mudah Menular di Sekolah

Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak. Akan tetapi, siapa sangka kalau ada banyak sumber penyakit di sekolah yang bisa menyerang putra dan putri Anda. Jangan khawatir, biasanya jenis penyakit yang menular pada usia sekolah ini tidaklah serius dan bisa ditangani.

Namun, Anda tetap harus waspada supaya anak tidak mudah tertular berbagai jenis penyakit di sekolah berikut ini.

Jenis-jenis penyakit pada anak usia sekolah yang mudah menular

sekolah dibuka covid-19

Sudah tak heran memang jika sekolah menjadi salah satu sumber penularan penyakit infeksi pada anak.

Bagaimana tidak, di sekolah, anak-anak saling berhubungan dekat. Mereka bermain bersama atau sekadar saling berbagi perlengkapan dan peralatan sekolah.

Inilah mengapa menjaga kesehatan tubuh anak sangat penting agar terhindar dari penularan berbagai penyakit infeksi.

Agar Anda tetap waspada, berikut adalah daftar penyakit pada anak yang paling mudah menular di sekolah.

1. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan pada anak bisa terjadi akibat paparan virus atau bakteri. Namun, infeksi akibat virus, seperti influenza, lebih sering dialami anak-anak.

Biasanya, penyakit ini ditandai dengan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam pada anak.

Flu mudah sekali ditularkan melalui udara. Seperti contohnya, saat anak yang flu bersin atau batuk, tetesan (droplet) yang keluar dari mulutnya dapat terhirup oleh anak lain sehingga menularkan virus.

2. Cacar air

Hampir setiap anak pernah mengalami penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster ini. Penyakit cacar air cukup sering terjadi di sekolah dan dapat bertahan dari 5—10 hari.

Jika satu orang terkena cacar air, hampir pasti akan menular ke teman-teman di sekitarnya. Apalagi jika ia belum pernah terkena cacar air atau belum mendapatkan vaksinnya.

Ketika terkena cacar air, biasanya anak akan mengalami demam, sakit kepala, dan hilang nafsu makan, kemudian timbul ruam atau lenting berisi air yang sering terasa gatal.

3. Diare

Diare merupakan gejala umum yang disebabkan oleh banyak hal. Sebagai contoh intoleransi makanan (misal laktosa), alergi makanan, infeksi bakteri atau virus, hingga karena penyakit pada usus.

Diare pada anak cukup sering terjadi di sekolah. Bila gejala ini terjadi akibat virus, diare bisa menular dengan mudah kepada teman di sekitarnya.

Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan muntahan atau feses dari anak yang terinfeksi atau dengan permukaan benda yang terkontaminasi.

Waspada!

Meski umumnya ringan, diare akut bisa mengancam jiwa bayi dan anak kecil karena lebih rentan terhadap dehidrasi. Segera dapatkan bantuan medis jika si Kecil mengalaminya.

4. Cacingan

Penyakit pada anak usia sekolah yang sudah sangat umum adalah cacingan. Cacingan biasa terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Penyakit ini terjadi karena telur cacing masuk ke dalam organ tubuh melalui makanan atau permukaan benda yang terkontaminasi. Seperti saat anak bermain di pekarangan sekolah atau jajan sembarangan.

Ada banyak jenis cacing yang menyerang anak-anak. Namun, salah satu yang paling sering adalah cacing kremi atau Enterobius vermicularis. Gejala yang muncul adalah gatal di sekitar anus.

5. Konjungtivitis

Apakah mata si Kecil merah serta terasa gatal dan nyeri? Ini bisa jadi ia terkena konjungtivitis, yaitu peradangan pada konjungtiva mata akibat infeksi bakteri atau virus atau alergi.

Melansir laman University of Rochester Medical Center, konjungtivitis akibat infeksi dapat menyebar dari satu mata ke mata lainnya dengan menyentuh mata atau cairan dari mata.

Infeksi juga bisa menyebar ke orang lain. Cairan dari mata yang terinfeksi masih menular selama 24—28 jam setelah memulai pengobatan.

6. Campak

Seperti cacar air, campak yang terjadi akibat virus juga mudah menular. Jika ada satu anak yang terkena penyakit ini di sekolah, beberapa teman di sekitarnya pun sangat mungkin tertular.

Bukan hanya mudah menular, dengan ciri ruam di badan yang khas, penyakit ini pun bisa serius dan bahkan fatal jika dialami anak-anak.

Virus campak dapat menyebar melalui tetesan dari seseorang yang terinfeksi. Tetesan ini bisa menempel di permukaan benda atau terhirup langsung oleh orang lain, sehingga penularan terjadi.

7. Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD)

Penyakit yang mudah menular di sekolah ini disebabkan oleh virus dari genus Enterovirus. Gejala yang timbul umumnya berupa demam, sakit tenggorokan, hingga muncul bintik-bintik di mukut yang kemudian menjadi sariawan.

Inilah mengapa anak dengan penyakit infeksi satu ini cenderung tidak nafsu makan karena sakit yang dirasakan saat menelan.

Penderita HFMD, atau disebut juga penyakit flu singapura, umumnya sangat menularkan virus pada minggu pertama sakit. Penularannya bisa terjadi saat kontak erat dengan penderita, melalui udara, atau permukaan benda yang terkontaminasi.

Bagaimana cara mencegah penyakit menular di sekolah?

sekolah tatap muka

Untungnya, penyakit yang umum terjadi pada anak usia sekolah ini masih bisa dicegah. Untuk mencegahnya, berikut adalah beberapa cara yang perlu Anda lakukan.

  • Ajarkan dan minta anak untuk rutin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin. Ini terutama setelah menggunakan kamar mandi, setelah bermain di tempat terbuka, serta sebelum dan setelah makan.
  • Ajarkan anak untuk mempraktikkan perilaku hidup sehat dan bersih lainnya, misal tidak memasukkan jari, tangan, atau benda lain apa pun ke dalam mulut, serta rutin gunting kuku anak.
  • Ajakarkan anak untuk menjaga kebersihan sekolah.
  • Minta anak untuk tetap di rumah saat sakit untuk mencegah penularan ke teman-temannya di sekolah.
  • Pastikan anak mendapat vaksin atau imunisasi sesuai jadwal.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh anak dengan beri makan makanan bergizi, tidur cukup, dan berolahraga.

Tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai pencegahan penyakit-penyakit di atas.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 24/04/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan