backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Bagaimana Faktor Genetik Memengaruhi Wajah Bayi Anda?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 08/09/2023

Bagaimana Faktor Genetik Memengaruhi Wajah Bayi Anda?

Saat hamil pasti Anda bertanya-tanya, apakah wajah bayi akan lebih mirip ayah atau ibu, ya? Apakah rambutnya akan lurus atau keriting? Lalu apakah matanya belo seperti Anda atau sipit seperti pasangan Anda?

Ini memang merupakan sebuah kejutan bagi Anda dan pasangan ketika bayi lahir. Namun sebenarnya, bagaimana faktor genetik memengaruhi tubuh dan wajah bayi? Berikut ulasannya.

Bagaimana genetik memengaruhi karakteristik tubuh dan wajah bayi?

Pada dasarnya, bayi Anda akan terlihat seperti campuran Anda dengan pasangan Anda. Ya, bayi memperoleh 23 kromosom dari ibunya dan 23 kromosom lagi dari ayahnya.

Dengan semua kemungkinan kombinasi genetik, Anda dan pasangan memiliki potensi untuk menghasilkan 64 triliun penampilan anak yang berbeda.

Oleh sebab itu, setiap bayi yang Anda lahirkan biasanya memiliki wajah dan rupa yang berbeda-beda karena banyak kemungkinan berdasarkan turunan genetik yang diperoleh.

Namun di samping faktor genetik atau keturunan dari orangtua, lingkungan juga memengaruhi tinggi badan, berat badan, dan kepribadian anak.

Berikut ini bagaimana genetik memengaruhi atau membentuk setiap karakteristik tubuh dan wajah bayi.

1. Bentuk wajah bayi

nama jepang perempuan

Karakteristik wajah, seperti lesung pipi, bentuk kening, dan simetri wajah, diyakini dominan dan diwarisi turun-temurun.

Bentuk rahang dan kemiringan gigi juga ditentukan secara genetik.

Bentuk wajah, misalnya, memiliki dagu lancip, wajah bulat, atau wajah panjang juga dapat diwarisi antargenerasi dalam keluarga Anda.

Akan tetapi, penampilan awal bayi dapat berubah sewaktu-waktu. Mungkin pada saat lahir, anak Anda lebih mirip ayahnya, tetapi kelak saat beranjak besar bisa saja ia lebih mirip Anda.

Ini karena wajah bayi, rambut, mata, dan lainnya masih bisa mengalami banyak perubahan.

2. Warna mata bayi

Warna mata ditentukan oleh melanin atau pigmen cokelat pada bagian iris mata. Begini maksudnya.

  • Mata yang berwarna gelap menandakan bahwa pigmen melanin berada dalam jumlah yang banyak.
  • Warna mata biru menandakan jumlah melanin yang sangat sedikit.
  • Warna lainnya seperti hijau memiliki jumlah melanin yang bermacam-macam.

Gen yang berbeda mungkin bertanggung jawab terhadap berapa banyak pigmen cokelat yang Anda wariskan kepada bayi.

Hal ini bisa menyebabkan anak Anda memiliki kemungkinan besar untuk memiliki warna mata yang berbeda dengan Anda.

Bayi butuh waktu setidaknya 6 bulan untuk memunculkan warna mata sebenarnya yang menghiasi wajah mungilnya.

3. Warna rambut bayi

Sama seperti warna mata, warna rambut juga ditentukan oleh pigmen. Warna rambut bayi adalah percampuran antara pigmen warna rambut Anda dan pasangan.

Orangtua dengan warna rambut yang sama mungkin memiliki bayi dengan warna rambut yang sama dengan mereka, atau agak berbeda tetapi masih dalam jangkauan warna yang sama.

Namun, mungkin juga anak mempunyai warna rambut yang berbeda dengan orangtuanya.

Hal ini terjadi ketika gen resesif (gen yang tidak tampak/disembunyikan) dari salah satu orangtua bercampur dengan gen dari orangtua lainnya.

Sebagai informasi, terdapat dua jenis gen, yaitu dominan dan resesif. Gen dominan akan menutupi gen resesif, sehingga yang terlihat atau yang terekspresikan adalah gen dominan.

4. Bentuk tubuh bayi

bayi memahami kata

Selain rupa wajah, bentuk tangan, jari, dan kuku bayi juga muncul dari generasi ke generasi. Begitu pun dengan pola sidik jari yang diturunkan melalui genetik.

Pembentukan tangan dan kaki umumnya terjadi di trimester pertama kehamilan, yang disertai dengan pertumbuhan jari kaki dan jari tangan.

Penelitian menunjukan bahwa beberapa jenis gen berperan dalam pembentukan serta pertumbuhan fisik tangan dan kaki.

5. Tinggi badan dan berat badan bayi

Faktor genetik diketahui berhubungan dengan tinggi badan, berat badan, persentase lemak tubuh, massa lemak bebas, massa tulang total, dan bahkan tekanan darah.

Penelitian dalam jurnal PLoS One menunjukkan bahwa faktor genetik memengaruhi tinggi dan berat badan serta indeks massa tubuh dalam persentase yang rendah saat lahir, tetapi lama-kelamaan akan meningkat seiring bertambahnya usia anak.

Sama seperti wajah atau rupanya, hal ini juga berarti tinggi dan berat badan bayi akan lebih dipengaruhi oleh tinggi dan berat badan yang dimiliki Anda dan pasangan.

Ada yang bilang bahwa tinggi badan anak laki-laki tidak akan jauh dari tinggi badan ayahnya, sedangkan tinggi badan anak perempuan tidak akan jauh dari tinggi badan ibunya.

Meski begitu, tidak apat diprediksi dan dipastikan apakah tinggi anak kelak akan sama, lebih pendek, atau lebih tinggi dari ayah atau ibunya.

Selain faktor genetik, asupan gizi juga penting!

Pengaruh faktor lingkungan terhadap tinggi dan berat badan bayi justru lebih besar selama masa kehamilan, lalu akan menurun pengaruhnya setelah lahir. Artinya, bukan hanya gizi dan kesehatan saat anak tumbuh, gizi dan kesehatan ibu saat hamil ikut berperan penting dalam menentukan tinggi dan berat badan anak. Oleh karena itu, perhatikan juga gizi dan kesehatan Anda saat hamil agar pertumbuhan dan perkembangan anak bisa optimal.

Menunggu kelahiran bayi memang sangat membahagiakan sekaligus menegangkan. Anda mungkin juga sudah sangat penasaran dengan wajah atau rupa bayi sejak masa kehamilan.

Saat si Kecil pada akhirnya lahir, Anda pun bisa melihat wajah mungilnya untuk pertama kali secara langsung. Anda mungkin bisa mengenali kemiripan wajah bayi dengan wajah Anda atau pasangan Anda.

Namun, terkadang kemiripan tersebut mungkin baru bisa lebih jelas terlihat seiring dengan pertambahan usia dan perkembangan bayi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 08/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan