Selain Sehat, Olahraga Juga Meningkatkan Prestasi Akademik Anak dan Remaja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/02/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Manfaat olahraga untuk membuat tubuh sehat dan bugar tidak perlu diragukan lagi. Namun ternyata, olahraga juga bisa membuat anak pintar dan berprestasi cemerlang di sekolah.

Olahraga rutin, cara sehat dan tepat membuat anak pintar

Kunci utama menjadi anak pintar dan berprestasi di sekolah tentu adalah dengan giat belajar. Fungsi kognitif otak memang bisa menurun apabila otak jarang digunakan untuk berpikir. Akan tetapi, sesi belajar yang hanya dihabiskan dengan duduk diam berjam-jam perlu juga diimbangi dengan aktivitas fisik, seperti olahraga.

Selain membantu pertumbuhan tulang dan otot serta meningkatkan stamina, olahraga fisik juga menyehatkan otak. Selama tubuh dipacu untuk terus bergerah, jantung akan terus memompa darah segar ke seluruh organ tubuh, termasuk pula otak. Aliran darah yang lancar menuju otak akan mencegah terjadinya kerusakan sel otak dan, di saat yang bersamaan, membantu pembentukan sel otak yang baru.

Sel-sel otak yang sehat akan bekerja lebih baik dalam menunjang fungsi kognitif otak, termasuk kemampuan berpikir, kemampuan fokus/konsentrasi, bagaimana seseorang memahami sesuatu, memecahkan masalah, mengambil keputusan, mengingat, hingga mengambil tindakan.

Amika Singh, PhD., seorang periset dari Vrije Universiteit University Medical Center di Amsterdam, Belanda sekaligus penulis di  Archieves of Pediatrics & Adolescent Medicine, mengatakan, “Selain efek fisi, olahraga juga dapat membantu tingkah dan pola perilaku keseharian anak di kelas sehingga mereka lebih bisa berkonsentrasi saat belajar.” Ya. Pasalnya selain memperlancar aliran darah ke otak, olahraga juga sekaligus memicu otak untuk melepaskan hormon mood bahagia endorfin, yang membuat emosi anak menjadi lebih mudah bahagia, stabil, dan tenang sehingga jadi jarang “berulah”.

Manfaat olahraga untuk otak ini juga sudah didukung oleh suatu penelitian yang menunjukkan bahwa rata-rata anak pintar dan yang berprestasi di sekolah adalah anak-anak yang juga rajin berolahraga.

Berapa lama durasi olahraga yang disarankan untuk anak dan remaja?

Kurikulum sekolah di Indonesia rata-rata sudah termasuk mata pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) yang dilakukan setidaknya seminggu sekali. Namun, durasinya bisa berbeda-beda untuk setiap anak. Misalnya jika mengacu pada kurikulum 2013, durasi mata pelajaran Penjaskes untuk anak sekolah rata-rata berkisar antara 70 sampai 100 menit setiap minggu.

Kebanyakan orangtua mungkin merasa ini sudah cukup. Memang sih, idealnya lama waktu aktivitas fisik anak dalam satu hari adalah 60 menit. Namun olahraga seminggu sekali di sekolah saja tidak cukup, lho! Nyatanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setiap anak dan remaja yang berusia 5-17 tahun untuk berolahraga setidaknya 60 menit setiap hari atau jika ditotal menjadi 142 menit dalam seminggu. Jika dibandingkan, tentu tidak cukup bukan?

Makanya, anak tetap harus beraktivitas fisik setiap hari. Misalnya dengan membiarkan anak naik sepeda atau jalan kaki ke sekolah, atau daftarkan ia untuk ekskul berenang atau sepak bola. Dorong anak untuk menghabiskan waktu istirahatnya dengan bermain bersama, misalnya main petak umpet.

Ada banyak cara yang bisa orangtua lakukan untuk membimbing dan membiasakan anak berolahraga setiap hari. Selain menjauhkan anak dari risiko berbagai penyakit berbahaya saat ia dewasa nanti, manfaat olahraga juga sudah terbukti membuat anak pintar dan berprestasi. Tidak merugikan, bukan? Makanya, yuk, mulai biasakan anak berolahraga sejak kecil!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada, Ini Penyakit yang Bisa Menyerang Pada Anak Remaja

Hipertensi dan diabetes selama ini dijuluki sebagai "penyakit kakek-nenek". Kenyataannya, penyakit kronis pada remaja Indonesia justru makin banyak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/08/2018 . Waktu baca 8 menit

5 Gerakan Pemanasan yang Cocok untuk Anak Sebelum Mulai Olahraga

Bukan cuma orang dewasa saja yang perlu pemanasan, anak kecil juga perlu bahkan sebelum bermain bersama temannya. Apa saja gerakan pemanasan untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Kebugaran, Hidup Sehat 25/06/2018 . Waktu baca 4 menit

4 Manfaat Pilates untuk Anak, Plus Gerakan dan Tips Latihannya

Olahraga pilates punya banyak manfaat untuk anak. Tapi bagaimana cara melakukannya? Apakah sama dengan gerakan orang dewasa? Yuk, cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Anak, Parenting, Yoga & Pilates, Kebugaran, Hidup Sehat 19/04/2018 . Waktu baca 6 menit

Jenis Olahraga Anak SD Sesuai Usia untuk Mendukung Perkembangannya

Bukan hanya orang dewasa yang memerlukan olahraga, anak pun demikian. Permainan olahraga untuk anak SD apa yang baik untuk perkembangannya? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 09/02/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

aktivitas sehat otak lansia

Perkuat Otak Lansia dengan Rutin Melakukan Aktivitas Sehat Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
aktivitas anak di rumah

Aktivitas Fisik untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia 1-3 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15/01/2020 . Waktu baca 5 menit
cara memuji anak

3 Cara Memuji Anak dengan Benar Atas Prestasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20/09/2019 . Waktu baca 4 menit
manfaat sarapan pagi

Tak Cuma Cegah Lapar, Rutin Sarapan Pagi Juga Bisa Bikin Anak Berprestasi!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2019 . Waktu baca 5 menit