home
close

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tips untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Usia 1-3 Tahun

5 Tips untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Usia 1-3 Tahun

Dalam masa tumbuh kembangnya, Ibu akan menerapkan beragam cara untuk meningkatkan kecerdasan anak secara bertahap. Terutama ketika si Kecil berusia 1-3 tahun, si Kecil akan mulai banyak belajar. Mulai dari berjalan, bermain, dan berbicara.

Awalnya mungkin si Kecil tertatih-tatih dalam berjalan atau hanya bisa berucap sepatah dua patah kata. Hal ini merupakan bagian proses belajar yang berharga hingga akhirnya ia lancar melakukan berbagai kegiatan secara mandiri.

Tiga kecerdasan yang perlu dikembangkan pada masa kanak-kanak

sudah optimalkah daya tahan tubuh anak

Mulai dari makanan, beragam kegiatan belajar hingga bermain semuanya memiliki peran penting dalam mengasah otak si Kecil. UNICEF menyebutkan otak si Kecil akan terbentuk 80% ketika ia telah berusia 3 tahun.

Perkembangan otak anak tidak terlepas dari kecerdasan si Kecil. Seiring berjalannya usia, akan ada banyak tahapan-tahapan yang akan dicapainya. Ketika ia mulai bisa bicara, minum sendiri, atau mengerti ketika orang lain mengajaknya bicara.

Begitu besar peran Ibu untuk mengajarkan cara berbagai hal untuk meningkatkan kecerdasan si Kecil. Sebelum itu, yuk ketahui dulu tiga tipe kecerdasan anak yang perlu dikembangkan.

Kecerdasan motorik

Berdasarkan laman Pathways, kecerdasan motorik merupakan kemampuan bayi untuk menggerakan anggota tubuhnya menggunakan otot. Si Kecil mulai mampu mengontrol kemampuan motorik ketika ia lahir dengan menggerakkan kaki dan tangan mereka. Kecerdasan motoriknya akan terasah perlahan seiring berjalannya usia.

Misalnya, ia memindahkan mainan ke keranjang atau makan sendiri dengan sendok. Ibu bisa membantu meningkatkan kecerdasan motorik si Kecil melalui permainan-permainan sederhana yang merangsang si Kecil menggerakkan otot kaki maupun tangannya.

Kecerdasan berbahasa

Kecerdasan berbahasa termasuk salah satu kemampuan kognitif. Kecerdasan ini meliputi bagaimana si Kecil memahami, memproses, lalu menyambutnya dengan reaksi ataupun kata-kata. Kecerdasan berbahasa akan memudahkan si Kecil untuk berkomunikasi kepada orang-orang di sekitarnya.

Merujuk laman Grace Point, kemampuan ini menjadi dasar baginya bersosialisasi pada masa yang akan datang. Kecerdasan berbahasa melibatkan kosa kata dan menyusun struktur kata, sehingga si Kecil dapat menyampaikan informasi untuk dipahami orang lain.

Kecerdasan daya tangkap

Menurut laman The Scots College, kecerdasan daya tangkap berkaitan erat bagaimana si Kecil berkomunikasi. Komunikasi melibatkan pendengaran di mana ia akan memahami sebuah informasi yang diterima. Sehingga bisa dikatakan bahwa kecerdasan daya tangkap merupakan kemampuan si Kecil memahami sesuatu.

Perkembangan daya tangkap ini membutuhkan waktu bertahap, karena melibatkan proses daya pikir. Ketika ia telah memahami sebuah konteks, ia akan dipacu untuk berpikir, berimajinasi, dan menanggapi ketika diajak bicara.

Cara mudah meningkatkan kecerdasan anak

Mulai dari kecerdasan motorik, berbahasa, serta daya tangkap, merupakan bagian kecil dari faktor penentu tumbuh kembang si Kecil. Ketiganya menjadi modal dasar anak menghadapi masa depannya. Oleh karenanya, Ibu berperan penting dalam mendampingi proses belajar si Kecil.

Berikut ini lima cara mudah untuk meningkatkan kecerdasan anak sebagai starter proses belajarnya.

1. Mengajaknya berbicara

si kecil sedang tertawa bersama ibu

UNICEF merekomendasikan Ibu untuk berbincang dengan si Kecil, cukup gunakan kosakata sederhana saja. Mungkin pada awalnya ia tidak mengerti, tetapi dengan terus mengulang kosakata si Kecil akan mulai memahami dan terpacu untuk berbicara.

Ibu bisa berbincang dengan menggunakan boneka atau sekadar main ke taman dekat rumah sambil mengenalkan dedaunan dan bunga-bungaan. Jangan lupa pacu ia bercerita tentang apapun, sehingga anak pun terbiasa berkomunikasi. Cara ini mampu meningkatkan kecerdasan berbahasa dan daya tangkap anak.

2. Bermain plastisin

Pasti si Kecil sedang aktif-aktifnya ingin mencoba beragam hal. Coba yuk, tuangkan energinya dengan bermain plastisin. Ibu bisa mendampinginya untuk membentuk plastisin sesuai dengan imajinasi mereka. Tangannya dilatih untuk menggenggam, mencubit, memilin, dan menggulung.

Menurut laman Understood, bermain plastisin merupakan cara untuk meningkatkan kecerdasan motorik anak. Bahkan, imajinasinya pun dilatih di sini. Ajak ia untuk membuat bentuk-bentuk sederhana. Misalnya, membentuk ular, batu, bunga-bungaan, dinosaurus, atau apapun obyek favoritnya.

3. Membacakan buku cerita

manfaat baca buku untuk anak

Membacakan buku cerita kepada si Kecil adalah cara yang tidak akan pudar dari generasi ke generasi untuk meningkatkan kecerdasan anak. Bacakan buku cerita bergambar sehingga si Kecil dapat melihat beragam karakter yang terdapat di dalamnya.

Mungkin saja si Kecil akan merespons atau bertanya tentang cerita yang dibacakan. Ini akan menciptakan diskusi yang menyenangkan bagi si Kecil. Tak hanya menambah perbendaharaan kata, anak juga dipacu untuk memahami alur cerita.

Membacakan cerita kepada si Kecil dapat dikatakan bantu melatih kamampuan dalam berbahasa sekaligus daya tangkapnya.

4. Melakukan kegiatan sehari-hari yang sederhana

Mengajari si Kecil untuk mandiri bisa dilakukan saat ia berusia 1-3 tahun kok. Berdasarkan laman Choc Children, Ibu bisa mengajarinya melepas kaus kaki, mengenakan sandal atau sepatu, pakai baju, atau mengancingkan baju. Ibu tak perlu mengajaknya melakukan semua hal ini. Cukup satu per satu hingga ia dapat melakukannya dengan benar.

Awalnya mungkin sulit bagi si Kecil untuk mengkoordinasikan tangan atau kakinya hingga melakukan sebuah hal yang tepat. Namun Ibu perlu bersabar dan terus mendampingi si Kecil untuk melakukan hal sederhana ini. Cara-cara tersebut tentunya bantu meningkatkan kecerdasan motorik anak.

5. Membedakan warna

si kecil sedang bermain balok

Ajak si Kecil untuk membedakan beragam warna. Ibu dapat memulainya dengan warna-warna dasar seperti merah, biru, kuning, dan hijau. Permainan sederhana ini bisa dilakukan dengan mengelompokkan balok berdasarkan warna. Saat sudah terkumpul, dampingi si Kecil untuk menamakan semua warna.

Warna-warna ini mampu mendukung kecerdasan kognitif anak. Siapa tahu dengan mengenalkan beragam warna, si Kecil memiliki warna favoritnya.

Nutrisi penting untuk bantu dorong kecerdasan si Kecil

manfaat laktosa

Ibu sudah tahu bahwa aktivitas sederhana dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan si Kecil. Di samping itu, jangan lupa berikan asupan yang tepat untuk kecerdasannya, yakni dengan susu pertumbuhan dengan kandungan PDX GOS, betaglucan, omega 3 dan 6, serta dilengkapi nutrisi lainnya. Kandungan penting ini mampu mendukung imunitas dan perkembangan otak si Kecil.

Yuk, pastikan si Kecil mendapatkan nutrisi yang cocok untuk sehingga tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Parenting tips for the first two years of life. (2021). Retrieved 25 January 2021, from https://www.unicef.org/parenting/child-development/baby-tips

Help your Baby Develop Motor Skills | Track Baby Milestones. (2021). Retrieved 25 January 2021, from https://pathways.org/topics-of-development/motor-skills/

How to develop good comprehension skills – The Scots College. (2018). Retrieved 25 January 2021, from https://www.tsc.nsw.edu.au/how-to-develop-good-comprehension-skills/

6 fine motor skills activities for kids. (2021). Retrieved 25 January 2021, from https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/child-learning-disabilities/movement-coordination-issues/6-fine-motor-activities-for-young-kids

Cognitive Development (2021). Retrieved 25 January 2021, from https://www.infanthearing.org/ebook-educating-children-dhh/chapters/Chapter%203%202018.pdf

Developmental Milestones. (2021). Retrieved 25 January 2021, from http://www.choc.org/wp/wp-content/uploads/2014/11/Rehab-Developmental-dressing-skills.pdf

Oswalt, A. (2019). Early Childhood Cognitive Development: Language Development – Child Development & Parenting: Early (3-7). Gracepointwellness.org. https://www.gracepointwellness.org/462-child-development-parenting-early-3-7/article/12761-early-childhood-cognitive-development-language-development

Learning, Play, and Your 1- to 2-Year-Old (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 25 January 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/learn12yr.html

Child Development: Toddlers (1-2 years old) | CDC. (2019). Retrieved 25 January 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/toddlers.html

A, K., & E, D. (2018). Omega-3/6 Fatty Acids and Learning in Children and Young People: A Review of Randomised Controlled Trials Published in the Last 5 Years. Journal of Nutrition & Food Sciences08(02). https://doi.org/10.4172/2155-9600.1000670

Pontes, M. V., Ribeiro, T. C. M., Ribeiro, H., de Mattos, A. P., Almeida, I. R., Leal, V. M., Cabral, G. N., Stolz, S., Zhuang, W., & Scalabrin, D. M. F. (2016). Cow’s milk-based beverage consumption in 1- to 4-year-olds and allergic manifestations: an RCT. Nutrition Journal15. https://doi.org/10.1186/s12937-016-0138-0

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 18/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x