Mengenal Manfaat Kunyit untuk Bayi dan Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kunyit di Indonesia biasa dipakai sebagai bumbu masak atau juga bisa dijadikan jamu. Kunyit juga dipercaya sebagai obat herbal karena dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit dengan cara tradisional. Tidak hanya untuk orang dewasa, kunyit juga bermanfaat untuk anak-anak bahkan bayi. Ingin tahu apa saja manfaat kunyit untuk bayi dan anak? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Apa itu kunyit?

Kunyit merupakan tangkai akar tanaman tropis yang masih merupakan bagian dari keluarga jahe. Kunyit yang dapat memberikan warna kuning alami pada masakan Anda ini memiliki beberapa zat yang berguna untuk kesehatan. Salah satunya adalah kurkumin yang memiliki sifat penyembuhan.

Tak heran, kunyit sudah lama dimanfaatkan sebagai obat oleh bangsa Cina dan India untuk mengobati masalah pencernaan, seperti mulas, diare, perut kembung, masuk angin, dan lainnya. Kunyit juga dipercaya dapat membantu mengobati kanker, penyakit jantung, dan depresi. Selain itu, kunyit juga memiliki sifat antibakteri yang dapat mengobati infeksi luka pada kulit.

Manfaat kunyit untuk bayi

Kunyit memiliki berbagai manfaat untuk bayi, baik dengan cara dikonsumsi atau dengan pemakaian luar. Senyawa kurkumin dalam kunyit mempunyai sifat antibakteri, antivirus, dan antiperadangan. Karena senyawa kurkumin ini, kunyit dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti pilek, osteoartritis, infeksi virus atau bakteri, tukak lambung, diare, dan masalah pencernaan lainnya. Kunyit juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan meningkatkan gerakan usus.

Selain itu, senyawa kurkumin dalam kunyit juga mempunyai sifat antioksidan. Antioksidan ini dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat adanya radikal bebas. Tak hanya itu, kurkumin rupanya juga dapat memicu enzim di dalam tubuh untuk menghasilkan antioksidan sendiri. Sehingga, manfaat yang diterima oleh tubuh menjadi dua kali lipat. Sifat antioksidan dalam kunyit juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak Anda, sehingga tidak mudah jatuh sakit.

Selain dikonsumsi, manfaat kunyit untuk bayi lainnya yaitu juga bisa dipakai sebagai pengobatan luar untuk mengobati kerusakan atau luka pada kulit dan membuat kulit lebih sehat. Kunyit dapat membuat kulit lebih halus dan lembut. Selain itu, juga dapat membantu meratakan warna kulit. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda hanya perlu mencampur kunyit yang telah ditumbuk dengan air lemon dan mengoleskannya ke kulit Anda.

Yang harus diperhatikan sebelum memberi kunyit pada bayi

Kunyit merupakan salah satu bumbu masak. Jadi, pemberiannya ke bayi juga tidak boleh sembarangan. Banyak dokter merekomendasikan agar menunggu sampai bayi berusia setidaknya 8 bulan untuk memperkenalkan bumbu pada makanan bayi Anda. Hal ini bertujuan untuk membantu mencegah masalah pencernaan dan alergi pada bayi.

Namun, tampaknya juga tidak masalah jika Anda memberikan bumbu pada makanan bayi saat bayi Anda berusia 6 bulan atau saat bayi Anda sudah diperkenalkan dengan makanan. Ingat, jangan memberikan makan bayi selain ASI, seperti air perasan kunyit, jika bayi Anda menjalani ASI eksklusif.

Jika bayi sudah selesai ASI eksklusif dan sudah diberikan makan, sebaiknya perkenalkan bumbu pada bayi secara perlahan dalam jumlah kecil. Tunggu empat sampai enam hari sebelum memperkenalkan bumbu atau makanan baru pada bayi untuk melihat reaksi alergi pada bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Tak jarang orang memilih obat alami untuk bantu atasi maag. Apakah sajakah obat herbal yang bisa membantu atasi sakit maag? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Gastritis, Health Centers 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Kemenkes menyarankan penggunaan obat tradisional untuk mencegah COVID-19. Tapi penggunaannya harus tetap sesuai prosedur medis. Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 05/06/2020 . Waktu baca 4 menit

LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang menguji obat herbal COVID-19 dari dua tanaman yakni daun ketepeng dan benalu. Sejauh mana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 18/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jamur cordyceps

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
bahagia mencegah masalah pencernaan

Merasa Bahagia Melalui Hormon Ternyata Bisa Mencegah Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 4 menit
mengusir perut kembung

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit