backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

8 Penyebab Ruam Pipi Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

8 Penyebab Ruam Pipi Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Ruam pipi, atau dalam istilah medis bernama dermatitis atopik (eksim), adalah kondisi yang sering menyerang bayi terutama pada bayi baru lahir. Selain di pipi, kondisi ini biasanya juga muncul di lipatan siku, leher, hingga area bokong atau disebut ruam popok.

Ruam pada pipi atau bagian kulit lain sering membuat anak tidak nyaman. Si Kecil mungkin akan merasa kulitnya gatal, kering, dan pecah-pecah.

Penyebab ruam pipi bayi baru lahir

obat tradisional ruam di pipi wajah bayi

Ada berbagai hal yang bisa memicu alergi, mulai dari makanan atau bahan iritan seperti debu, tungau, polusi udara, suhu panas, kosmetik bayi, dan deterjen pakaian.

Berdasarkan penyebabnya, ruam di pipi bayi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Milia

Milia pada bayi, atau bisa disebut juga dengan ruam susu, merupakan ruam yang timbul pada wajah, terutama di bagian hidung. Ruam ini terjadi akibat pori-pori yang tersumbat.

Kondisi ini ditandai dengan bintik-bintik kecil berwarna putih yang tidak terasa gatal dan tidak menular.

2. Eritema toksikum

Banyak bayi baru lahir yang mengalami reaksi pada kulit berupa bercak datar atau bintik kemerahan yang disebut dengan eritema toksikum. Reaksi ini dapat timbul antara sejak 2 hari hingga 2 minggu setelah kelahiran.

Awal gejala ruam umumnya muncul pada wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh dan tungkai.

Ruam ini tidak berbahaya ataupun menular, dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

3. Jerawat bayi

Pada beberapa bayi, jerawat dapat muncul pada pipi dan hidung. Kondisi ini umumnya terjadi dalam 3 bulan pertama kehidupan.

Jerawat bayi normalnya akan hilang sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

4. Kurap

Kurap biasanya terjadi di kulit kepala, kaki, dan selangkangan. Namun, penyakit kulit ini juga bisa timbul di bagian tubuh mana saja pada bayi, termasuk pipi.

Gejala kurap ditandai dengan ruam merah berbentuk seperti cincin. Penyebab ruam ini yaitu jamur, sehingga biasanya akan diatasi dengan krim antijamur.

Kondisi ini cukup umum dialami dan bisa menular ke orang lain. Jadi, hindari menyentuh langsung kurap pada pipi bayi.

5. Biang keringat

Biang keringat bayi merupakan kondisi yang dapat terjadi akibat bayi merasa kepanasan di lingkungan yang lembap.

Pada bayi, biang keringat kerap kali muncul di lipatan kulit pada wajah atau bagian yang tertutup popok.

Kondisi ini ditandai dengan ruam berupa bintik-bintik kecil berwarna merah atau bening yang terasa gatal dan menusuk.

6. Biduran

Biduran merupakan kondisi pada kulit yang ditandai dengan ruam menonjol berwarna merah dan terasa gatal.

Bruntusan pada bayi ini biasanya timbul pada dada, perut, punggung, lengan, dan tenggorokan, tetapi juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya, termasuk di wajah.

Biduran, termasuk yang menimbulkan ruam di wajah bayi, umumnya bukan merupakan kondisi yang serius dan bisa menghilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan.

Namun, kondisi ini juga bisa terjadi sebagai gejala alergi jika terjadi setelah makan atau disertai gejala lain, seperti muntah, pusing, dan kesulitan bernapas.

7. Penyakit kelima

Penyakit kelima (fifth disease) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini menyebabkan ruam merah terang pada pipi yang menyebar ke tubuh dan lengan.

Terkadang, munculnya ruam juga bisa disertai dengan demam. Meski mengkhawatirkan, penyakit kelima terjadi cukup ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

8. Ruam air liur

Ruam air liur dapat terjadi ketika kulit bayi basah terkena air liurnya untuk waktu yang lama, sehingga mengalami iritasi. Kondisi ini sering kali terjadi ketika bayi baru tumbuh gigi.

Air liur bisa mengalir ke pipi bayi karena bayi suka memasukan tangan atau alat gigit lainnya ke dalam mulut saat sedang tumbuh gigi.  Ini sering kali disebut dengan “ngeces“.

Namun, terkadang air liur bayi juga bisa keluar dari mulut saat kelenjar air liur baru berkembang di usia 2—3 bulan.

Selain alat gigit, penggunaan dot juga bisa membuat kulit di sekitar mulut bayi basah dan menyebabkan ruam air liur.

Cara pengobatan ruam pipi bayi

obat biang keringat bayi

Ada berbagai cara untuk menghilangkan ruam di wajah bayi, mulai dari pengobatan secara medis yang bisa dibeli di apotek sampai tradisional.

Berikut beberapa pengobatan untuk atasi ruam pada pipi bayi.

Pengobatan tradisional

Berikut ini adalah berbagai cara atau obat tradisional yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ruam pada pipi bayi.

1. Membersihkan wajah dengan air hangat

Sebagai langkah awal untuk mengurangi ruam pipi bayi, Anda bisa memandikan bayi dua kali sehari dengan air hangat suam-suam kuku.

Durasi mandi tidak perlu terlalu lama, maksimal 10 menit. Hindari menggunakan air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit bayi semakin kering. 

Selain itu, tepuk-tepuk (jangan menggosok) bagian tubuhnya menggunakan handuk yang lembut. Ini salah satu cara atau obat tradisional yang bisa digunakan untuk mengatasi ruam pipi bayi.

2. Perhatikan pemilihan pakaian

Hindari memakai pakaian terlalu tebal, ketat, atau berbahan kaku seperti wool dan nilon untuk menghindari dari keringat yang bisa memperparah ruam pada pipi bayi. 

Anda juga perlu memerhatikan kain yang digunakan bayi sehari-hari, seperti selimut, seprai, topi, atau apa saja yang sering bersentuhan dengan kulit.

Pasalnya, tidak hanya ruam pada pipi, bahan itu juga bisa membuat gatal di bagian kulit lain.

Sebagai gantinya, Anda lebih baik memakaikan si Kecil pakaian yang berbahan katun lembut yang menyerap keringat dan ringan.

3. Ekstrak tanaman witch hazel

Mengutip laman Mayo Clinic, dari 309 anak yang diteliti didapatkan hasil bahwa mengoleskan salep yang mengandung ekstrak tanaman witch hazel bisa membantu meringankan ruam pipi pada bayi. 

Anda bisa mencoba ekstrak tanaman witch hazel sebagai obat tradisional ruam pada pipi bayi, atau jika ada krim dengan kandungan tanaman ini.

4. Memakai lidah buaya dan calendula

Masih dari Mayo Clinic, kedua bahan ini dibandingkan sebagai obat tradisional untuk ruam popok dan ruam pipi bayi.

Hasilnya menunjukkan bahwa calendula dan lidah buaya efektif untuk mengatasi ruam pada bayi.

Anda bisa mencampurkan keduanya atau menggunakan salah satunya lalu dioleskan pada pipi bayi yang ruam. 

5. Campuran madu dan minyak zaitun

Beberapa bahan lain yang bisa dicampurkan untuk mengobati ruam pipi bayi adalah campuran madu dan minyak zaitun. 

Namun, perlu penelitian lain untuk membuktikan seberapa efektif kedua bahan ini sebagai obat tradisional ruam pipi bayi. Pasalnya, zat di dalamnya bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri.

Perlu diketahui

Tentu memakai bahan alami dan tradisional sebagai obat ruam pipi pada bayi tidak selalu cocok. Anda perlu konsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat untuk mengatasi kondisi kulit si Kecil.

Pengobatan medis

Pengobatan secara medis mungkin perlu dilakukan jika pengobatan mandiri di rumah tidak dapat meredakan ruam pipi bayi.

Berikut beberapa pilihan obat medis yang aman untuk menghilangkan ruam di wajah bayi.

1. Obat pereda nyeri

Untuk bayi yang sudah berusia lebih dari 3 tahun, paracetamol dan ibuprofen dapat diberikan untuk membantu mengurangi demam yang mungkin timbul menyertai ruam.

Sebelum memberikan obat untuk meredakan ruam pipi bayi, selalu baca resep dari dokter atau petunjuk penggunaan obat untuk memastikan dosis yang tepat sesuai dengan usia dan berat badan bayi.

2. Krim kostikosteroid

Ruam pipi yang terasa gatal bisa membuat bayi tidak mau berhenti menggaruk, sehingga berisiko menimbulkan luka pada kulit.

Untuk membantu meredakan rasa gatal pada kulit, Anda bisa mengoleskan krim kortikosteroid secara langsung pada ruam.

3. Losion calamine

Losion calamine juga menjadi pilihan obat yang umum digunakan cara menghilangkan gatal pada kulit akibat ruam, termasuk yang timbul di wajah bayi.

Anda bisa mengoleskan losion pada pipi bayi untuk membantu menenangkan kulit agar tidak terasa gatal.

4. Pelembap bahan lanolin

Oleskan pelembap khusus bayi setelah mandi seperti krim yang mengandung lanolin dan zinc oxide untuk menjaga kelembaban dan kelembutan kulitnya, serta melindungi kulit bayi dari iritasi atau ruam.

Mengutip dari Lancaster General Health, lanolin termasuk obat tradisional dan bahan alami yang bisa mengobati ruam pipi pada bayi. 

Lanolin bisa ditemukan di dalam wol domba yang sudah dibersihkan dari alergen tertentu di dalamnya. 

Kandungan ini bisa mencegah kulit gatal, kering, atau iritasi karena beberapa kondisi. Seperti ruam popok, luka bakar, ruam popok, sampai mengobati puting sakit akibat menyusui.

Tanpa perlu obat-obatan ataupun ramuan tradisional, ruam pipi bayi juga sebenarnya dapat diatasi dengan menggunakan produk perawatan kulit khusus untuk bayi baru lahir.  

Kulit bayi yang lebih sensitif 5X lipat dari kulit orang dewasa memerlukan formulasi khusus agar tetap terlindungi.

Gunakan produk perawatan kulit bayi  yang memiliki kandungan organic-active dan telah teruji klinis seperti shea butter, organic oat, ceramide untuk  melindungi kulit lembut bayi dari iritasi, meningkatkan dan melindungi kelembapan kulitnya.

Untuk ruam pipi bayi, produk perawatan yang bisa digunakan dapat dimulai dari hair & body wash, lotion, dan krim.

Pastikan juga untuk memilih produk yang hypoallergenic, pH Balance, dan dermatologically tested.

Kesimpulan

Untuk menentukan cara menghilangkan ruam di wajah bayi Anda, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter terlebih dahulu.
Kulit bayi yang masih sensitif umumnya lebih berisiko mengalami efek samping penggunaan obat.
Dokter akan memastikan pengobatan yang aman untuk mengatasi masing-masing penyebab ruam di wajah bayi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan