Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Obat Tradisional untuk Mengatasi Ruam pada Pipi Bayi

Obat Tradisional untuk Mengatasi Ruam pada Pipi Bayi

Ruam pipi atau dalam istilah medis bernama dermatitis atopik (eksim), adalah kondisi yang sering menyerang bayi. Biasanya menyerang pipi, lipatan siku, leher, juga area bokong atau yang disebut ruam popok. Ada berbagai cara untuk mengatasi ruam pada pipi bayi, mulai dari obat medis yang bisa dibeli di apotek sampai tradisional. Berikut beberapa obat tradisional untuk ruam pada pipi bayi.

Obat tradisional untuk ruam pada pipi bayi

Ruam pada pipi atau bagian kulit lain sering membuat anak tidak nyaman. Si kecil akan merasa gatal, kulitnya kering, dan pecah-pecah.

Pada dasarnya, prinsip dari pengobatan ruam susu bayi atau dermatitis atopik yaitu dengan menghindari segala hal yang bisa memicu alergi pada anak.

Ada berbagai hal yang bisa memicu alergi, mulai dari makanan atau bahan iritan seperti debu, tungau, polusi udara, suhu panas, kosmetik bayi, dan deterjen pakaian.

Berikut ini adalah berbagai cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengatasi ruam susu bayi, yaitu:

1. Ekstrak tanaman witch hazel

Mengutip laman Mayo Clinic, dari 309 anak yang diteliti didapatkan hasil bahwa mengoleskan salep yang mengandung ekstrak tanaman witch hazel bisa membantu meringankan ruam pipi pada bayi.

Anda bisa mencoba ekstrak tanaman witch hazel sebagai obat tradisional ruam pada pipi si kecil.

2. Memakai lidah buaya dan calendula

Masih dari Mayo Clinic, kedua bahan ini dibandingkan sebagai obat tradisional untuk ruam popok dan ruam pipi bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa calendula dan lidah buaya efektif untuk mengatasi ruam pada bayi.

Anda bisa mencampurkan keduanya atau menggunakan salah satunya lalu dioleskan pada pipi bayi yang ruam.

3. Campuran madu dan minyak zaitun

Beberapa bahan lain yang bisa dicampurkan untuk mengobati ruam pipi bayi adalah campuran madu dan minyak zaitun.

Namun, perlu penelitian lain untuk membuktikan seberapa efektif kedua bahan ini sebagai obat tradisional ruam pipi bayi. Pasalnya, zat di dalamnya bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri.

4. Oleskan pelembap bahan lanolin

Oleskan pelembap khusus bayi setelah mandi seperti krim yang mengandung lanolin dan zinc oxide untuk menjaga kelembaban dan kelembutan kulitnya, serta melindungi kulit bayi dari iritasi atau ruam.

Mengutip dari Lancaster General Health, lanolin termasuk obat tradisional dan bahan alami yang bisa mengobati ruam pipi pada bayi.

Lanolin bisa ditemukan di dalam wol domba yang sudah dibersihkan dari alergen tertentu di dalamnya.

Kandungan ini bisa mencegah kulit gatal, kering, atau iritasi karena beberapa kondisi. Seperti ruam popok, luka bakar, ruam popok, sampai mengobati puting sakit akibat menyusui.

Tentu memakai bahan alami dan tradisional sebagai obat ruam pipi pada bayi tidak selalu cocok. Anda perlu konsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat untuk mengatasi kondisi kulit si kecil.

Selain itu, lakukan beberapa hal berikut

Selain menggunakan obat tradisional untuk ruam pipi bayi, berikut hal lain yang perlu ibu lakukan.

Perhatikan pemilihan pakaian

Hindari memakai pakaian terlalu tebal, ketat, atau berbahan kaku seperti wool dan nilon untuk menghindari dari keringat yang bisa memperparah ruam pada pipi bayi.

Anda juga perlu memerhatikan kain yang digunakan si kecil sehari-hari, seperti selimut, seprai, topi, atau apa saja yang sering bersentuhan dengan kulit.

Pasalnya, tidak hanya ruam pada pipi, bahan itu juga bisa membuat gatal di bagian kulit lain.

Sebagai gantinya, Anda lebih baik memakaikan si kecil pakaian yang berbahan katun lembut yang menyerap keringat dan ringan.

Membersihkan wajah dengan air hangat

Sebagai langkah awal untuk mengurangi ruam pipi si kecil, Anda bisa memandikan bayi dua kali sehari dengan air hangat suam-suam kuku.

Durasi mandi tidak perlu terlalu lama, maksimal 10 menit. Hindari menggunakan air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit bayi semakin kering.

Selain itu, tepuk-tepuk (jangan menggosok) bagian tubuhnya menggunakan handuk yang lembut. Ini salah satu cara atau obat tradisional yang bisa digunakan untuk mengatasi ruam pipi bayi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Your Newborn’s Skin and Rashes – https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-skin-rashes#1 diakses pada 23 November 2017

Milk Rash in Babies – https://www.livestrong.com/article/246280-milk-rash-in-babies/ diakses pada 23 November 2017

6 Solutions for Your Baby’s Milk Rash – https://sg.theasianparent.com/milk-rash-remedies/ diakses pada 23 November 2017

5 Common Skin Conditions and Rashes In New babies – https://www.bubhub.com.au/hubbub-blog/5-common-skin-conditions-and-rashes-in-new-babies/ diakses pada 23 November 2017

lanolin topical. (2020). Retrieved 17 June 2020, from https://www.lancastergeneralhealth.org/healthwise-library/healthwise-article?documentId=d03761a1

Diaper rash – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/diagnosis-treatment/drc-20371641

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x