home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Pipi Bayi Merah, Mulai dari yang Normal Sampai Perlu Diwaspadai

Penyebab Pipi Bayi Merah, Mulai dari yang Normal Sampai Perlu Diwaspadai

Melihat pipi bayi kemerahan memang menggemaskan, tapi sebenarnya kondisi tersebut bisa menandakan beberapa masalah. Umumnya pipi merah terjadi saat gigi bayi mulai tumbuh. Akan tetapi, bisa juga menjadi tanda adanya penyakit pada bayi. Apa saja penyebab pipi bayi merah? Berikut penjelasannya.

Penyebab pipi bayi merah dari yang normal sampai tidak

alergi ruam pada bayi

Pipi kemerahan pada bayi bisa menjadi tanda bahaya, tetapi tidak selalu demikian. Berikut beberapa kondisi yang membuat pipi bayi merah, dimulai dari normal sampai yang harus diwaspadai orangtua.

Tanda bayi tumbuh gigi

Pipi memerah merupakan salah satu tanda bahwa gigi bayi sedang tumbuh. Kenapa? Kemerahan pada kulit tersebut terjadi karena gigi bayi mulai menembus gusi anak.

Mengutip dari Healthy Children, produksi air liur juga semakin meningkat saat bayi tumbuh gigi. Air liur ini bisa mengalir ke pipi, sehingga saat mengenai kulit akan muncul ruam.

Kondisi ini menimbulkan rasa sakit dan terkadang demam. Itu sebabnya bayi akan menjadi sulit untuk tidur dan tidak mau makan.

Namun tidak perlu khawatir, Anda bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh bayi. Caranya, tempelkan kain lap yang dingin pada pipi bayi untuk mengurangi pembengkakan dan kemerahan.

Jaga selalu area pipi dan dagu bayi tetap kering dari air liur atau ASI. Oleskan obat salep sesuai resep dokter pada kulit yang mengalami ruam.

Fifth disease

Fifth disease (erythema infectiosum) memiliki banyak nama, yaitu slapped cheeks disease atau penyakit kelima. Nama penyakit ini menggambarkan gejala merah pada pipi seperti habis ditampar.

Dibanding orang dewasa, penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Namun, gejalanya bisa sangat parah jika dialami oleh wanita hamil atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit ini disebabkan oleh parvovirus B19 yang bisa menyebar melalui air liur dan pernapasan.

Selain menyebabkan pipi merah, gejala lain yang mungkin terjadi pada bayi sangat beragam. Namun secara garis besar, cirinya hampir menyerupai flu, seperti:

  • Sakit kepala
  • Tubuh lemas
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Mual
  • Hidung berair atau tersumbat

Selain gejala flu, ruam yang muncul bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tahapan awal rona akan muncul pada area pipi, kemudian menyebar ke bagian lengan kaki, dan tubuh lain dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

Rona merah pada pipi ini biasanya hanya muncul pada bayi dan anak-anak. Orang dewasa cenderung merasakan nyeri sendi pada pergelangan tangan, kaki, atau lutut sebagai gejala utama.

Penyakit ini dapat diatasi dengan meminum obat paracetamol, perbanyak istirahat, dan minum air putih. Namun, pada kasus berat yang mengancam jiwa, imunoglobulin intravena (IVIG) dapat diberikan.

Alergi

Munculnya ruam merah pada pipi bayi bisa jadi tanda reaksi alergi, terutama alergi terhadap makanan. Kondisi ini bisa terjadi pada usia berapa pun, tapi lebih sering terjadi saat usia anak-anak.

Ketika makanan yang menjadi penyebab alergi dikonsumsi si kecil, sistem imunnya langsung menyerang zat makanan tersebut dan menganggapnya sebagai zat yang berbahaya.

Munculnya ruam pada pipi biasanya disertai rasa gatal. Lama-lama, ruam bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Tanpa perawatan, alergi makanan bisa bertambah parah dan menjadi eksim.

Perlu Anda ketahui bahwa, gejala ini muncul beberapa menit atau jam setelah anak memakan sesuatu. Gejala alergi lainnya yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Batuk
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Hidung tersumbat, hidung meler, atau terus bersin
  • Sakit perut
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Pembengkakan wajah dan peningkatan denyut jantung (reaksi alergi berat)

Jika bayi mengalami gejala-gejala alergi, segera lakukan pemeriksaan pada dokter. Pastikan makanan bayi bebas dari makanan pemicu alergi.

3.Rosacea

Rosacea adalah peradangan pada kulit terluar yang disebabkan oleh bakteri yang hidup di usus, tungau, dan juga masalah pada pembuluh darah di sekitar wajah.

Walaupun pipi merah karena rosacea lebih sering terjadi pada orang dewasa, tapi bayi dan juga bisa mengalami kondisi ini.

Selain pipi bayi merah, area dahi, hidung, dan dagu juga bisa menunjukkan gejala ruam. Gejala lain yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Kulit menebal dan kering
  • Pori-pori terlihat lebih besar
  • Hidung membengkak
  • Ada benjolan di kelopak mata
  • Sensasi terbakar pada kulit

Sama seperti alergi, gejala penyakit ini kambuhan. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mandapatkan obat yang sesuai untuk si kecil.

Tidak lupa untuk melakukan perawatan pada kulit bayi, seperti mengoleskan pelembap dan menjaga kebersihan pakaian serta menjaga kelembapan udara.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Parvovirus B19 | About Fifth Disease | CDC. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.cdc.gov/parvovirusb19/fifth-disease.html

Fifth Disease (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/fifth.html

Rosacea Frequently Asked Questions. (2020). Retrieved 9 November 2020, from http://www.rosacea.org/patients/frequently-asked-questions

Drooling and Your Baby. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/teething-tooth-care/Pages/Drooling-and-Your-Baby.aspx

Food allergy – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/symptoms-causes/syc-20355095


Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 18/08/2018
x