Penyebab Pipi Bayi Merah, dari Normal sampai Perlu Diwaspadai

    Penyebab Pipi Bayi Merah, dari Normal sampai Perlu Diwaspadai

    Melihat pipi bayi kemerahan memang menggemaskan, tapi sebenarnya kondisi tersebut bisa menandakan beberapa masalah. Umumnya, pipi merah terjadi saat gigi bayi mulai tumbuh. Akan tetapi, bisa juga menjadi tanda adanya penyakit pada bayi. Apa saja penyebab pipi bayi merah? Berikut penjelasannya.

    Penyebab pipi bayi merah dari yang normal sampai tidak

    alergi ruam pada bayi

    Pipi kemerahan pada bayi bisa menjadi tanda bahaya, tetapi tidak selalu demikian.

    Berikut beberapa kondisi yang membuat pipi bayi merah, dimulai dari normal sampai yang harus diwaspadai orangtua.

    1. Tanda bayi tumbuh gigi

    Pipi memerah merupakan salah satu tanda bahwa gigi bayi sedang tumbuh. Kenapa? Kemerahan pada kulit tersebut terjadi karena gigi bayi mulai menembus gusi anak.

    Mengutip dari Healthy Children, produksi air liur juga semakin meningkat saat bayi tumbuh gigi. Air liur ini bisa mengalir ke pipi, sehingga saat mengenai kulit akan muncul ruam merah di pipi bayi.

    Kondisi ini menimbulkan rasa sakit dan terkadang demam. Itu sebabnya bayi akan menjadi sulit untuk tidur dan tidak mau makan.

    Cara mengatasi

    Tidak perlu khawatir, Anda bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh bayi. Caranya, tempelkan kain lap yang dingin pada pipi bayi untuk mengurangi pembengkakan dan kemerahan.

    Jaga selalu area pipi dan dagu bayi tetap kering dari air liur atau ASI. Oleskan obat salep sesuai resep dokter pada kulit yang mengalami ruam.

    2. Fifth disease

    Fifth disease (erythema infectiosum) memiliki banyak nama, yaitu slapped cheeks disease atau penyakit kelima. Nama penyakit ini menggambarkan gejala merah pada pipi seperti habis ditampar.

    Dibanding orang dewasa, penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Namun, gejalanya bisa sangat parah jika dialami oleh wanita hamil atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit ini disebabkan oleh parvovirus B19 yang bisa menyebar melalui air liur dan pernapasan.

    Selain menyebabkan pipi merah, gejala lain yang mungkin terjadi pada bayi sangat beragam. Namun, secara garis besar, ciri penyakit kelima hampir menyerupai flu, seperti:

    • sakit kepala,
    • tubuh lemas,
    • demam,
    • sakit tenggorokan,
    • mual, dan
    • hidung berair atau tersumbat.

    Selain gejala flu, ruam yang muncul bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

    Tahapan awal rona akan muncul pada area pipi, kemudian menyebar ke bagian lengan, kaki, dan tubuh lain dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

    Rona merah pada pipi ini biasanya hanya muncul pada bayi dan anak-anak. Orang dewasa cenderung merasakan nyeri sendi pada pergelangan tangan, kaki, atau lutut sebagai gejala utama.

    Cara mengatasi

    Penyakit ini dapat diatasi dengan meminum obat paracetamol, perbanyak istirahat, dan minum air putih.

    Namun, pada kasus berat yang mengancam jiwa, imunoglobulin intravena (IVIG) dapat diberikan.

    3. Alergi

    Munculnya ruam dan bintik merah di pipi bisa jadi tanda reaksi alergi pada bayi, terutama alergi terhadap makanan. Kondisi ini bisa terjadi pada usia berapa pun, tapi lebih sering terjadi saat usia anak-anak.

    Ketika makanan yang menjadi penyebab alergi dikonsumsi si kecil, sistem imunnya langsung menyerang zat makanan tersebut dan menganggapnya sebagai zat yang berbahaya.

    Munculnya ruam pada pipi biasanya disertai rasa gatal. Lama-kelamaan, ruam bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Tanpa perawatan, alergi makanan bisa bertambah parah dan menjadi eksim.

    Perlu Anda ketahui bahwa gejala ini muncul beberapa menit atau jam setelah anak memakan sesuatu.

    Gejala alergi lainnya yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

    • batuk,
    • Mmal atau muntah,
    • diare,
    • hidung tersumbat, hidung meler, atau terus bersin,
    • sakit perut,
    • sesak napas dan nyeri dada, dan
    • pembengkakan wajah dan peningkatan denyut jantung (reaksi alergi berat).

    Cara mengatasi

    Jika bayi mengalami gejala-gejala alergi, segera lakukan pemeriksaan pada dokter. Pastikan makanan bayi bebas dari makanan pemicu alergi.

    4. Rosacea

    ruam eksim susu pada bayi

    Rosacea adalah peradangan pada kulit terluar yang disebabkan oleh bakteri yang hidup di usus, tungau, dan masalah pada pembuluh darah di sekitar wajah.

    Walaupun pipi merah karena rosacea lebih sering terjadi pada orang dewasa, tapi bayi dan juga bisa mengalami kondisi ini.

    Selain pipi bayi yang merah, area dahi, hidung, dan dagu juga bisa menunjukkan gejala ruam. Gejala lain yang perlu Anda perhatikan, antara lain sebagai berikut.

    • Kulit menebal dan kering.
    • Pori-pori terlihat lebih besar.
    • Hidung membengkak.
    • Ada benjolan di kelopak mata.
    • Sensasi terbakar pada kulit.

    Cara mengatasi

    Sama seperti alergi, gejala penyakit ini kambuhan. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mandapatkan obat yang sesuai untuk si kecil.

    Tidak lupa untuk melakukan perawatan pada kulit bayi, seperti mengoleskan pelembap dan menjaga kebersihan pakaian serta menjaga kelembapan udara.

    5. Eksim

    Eksim termasuk kondisi kulit yang cukup umum dialami oleh bayi. Kondisi ini bisa menjadi penyebab ruam merah di kulit bayi yang terasa kering, tidak rata, dan gatal.

    Pada bayi, bagian tubuh yang paling sering mengalami gejala eksim yaitu di sekitar wajah, termasuk pipi. Kulit bayi juga akan menjadi lebih sensitif.

    Eksim pada bayi bisa terjadi akibat lapisan perindung di bagian terluar kulit melemah dan tidak bisa berfungsi dengan baik.

    Ini merupakan kondisi kronis dan gejala bisa terus mengalami kekambuhan selama beberapa minggu.

    Cara mengatasi

    Beberapa bayi bisa sembuh dengan sendirinya saat beranjak dewasa. Meski, kulit biasanya masih akan terasa kering atau timbul ruam merah.

    6. Selulitis

    Selulitis merupakan infeksi pada kulit yang biasanya terjadi setelah adanya cedera yang menyebabkan luka pada kulit.

    Infeksi sering kali terjadi pada wajah, lengan, atau kaki bayi. Penyebab infeksi biasanya berupa bakteri.

    Namun, infeksi selulitis yang bisa membuat pipi bayi merah ini juga bisa terjadi akibat gigitan hewan atau manusia, atau cedera yang terjadi di dalam air.

    Gejala selulitis pada bayi bisa menyerupai gejal kondisi lain. Salah satu gejalanya yaitu kulit merah yang dapat disertai bengkak, lepuhan, atau luka.

    Cara mengatasi

    Untuk mengatasi infeksi bakteri, pengobatan biasanya akan dilakukan dengan pemberian antibiotik oral atau suntik disertai kompres hangat dan istirahat yang cukup.

    7. Campak

    Campak atau rubeola adalah infeksi pernapasan yang sangat menular. Kondisi ini ditandai dengan ruam merah di seluruh tubuh, termasuk pipi, dan gejala yang menyerupai flu.

    Infeksi disebabkan oleh virus, sehingga campak biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

    Gejala campak pada bayi diawali dengan batuk, hidung beriar, demam tinggi, dan mata merah. Ruam pada kulit biasanya muncul 3—5 hari setelah gejala awal terjadi.

    Cara mengatasi

    Pengobatan biasanya akan dilakukan dengan mengatasi gejala-gejala yang timbul. Jika demam menyebabkan bayi tidak nyama, paracetamol atau ibuprofen mungkin akan diberikan oleh dokter.

    Kesimpulan

    Itu adalah beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan kulit merah pada pipi bayi. Untuk memastikan kondisi yang dialami, ada baiknya untuk segera memeriksakan bayi ke dokter agar pengobatan yang tepat bisa segera dilakukan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan