Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

Kulit bayi lebih sensitif dibanding orang dewasa sehingga banyak produk perawatan kulit yang dirancang khusus untuk si kecil. Kalau tidak hati-hati, kulit bayi yang masih sensitif bisa iritasi bahkan sampai terjadi peradangan. Selain itu, ada sebagian bayi yang kulitnya lebih sensitif dibandingkan dengan yang lainnya. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memilih sabun bayi khusus untuk kulit sensitif. Bagaimana cara memilihnya?

Perlukah memakai sabun khusus untuk kulit bayi yang sensitif?

Mengutip dari Essential Baby, perbedaan antara kulit bayi dan orang dewasa sangat terlihat. Michael Freeman, dokter kulit dari The Skin Centre menjelaskan bahwa kulit bayi masih terus mengalami perkembangan di tahun pertama kehidupan dan sangat rentan terhadap infeksi kulit.

Lapisan kulit terluar atau epidermis, memiliki peran penting sebagai pertahanan terdepan untuk tubuh. Epidermis ini bertugas untuk menjaga dan melindungi organ dalam tubuh agar tidak kekurangan air.

Namun tidak hanya itu, epidermis juga mengatur keluar masuknya kadar air di dalam kulit. Lapisan kulit paling luar ini juga bertindak sebagai pelindung organ di dalam tubuh dari berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit.

Mengingat kulit bayi masih dalam proses perkembangan, lapisan epidermis si kecil kulit masih sangat tipis dan belum terbentuk pelembap dari minyak alami pada kulit seperti orang dewasa.

Untuk itu, kulit bayi masih sangat sensitif dan membutuhkan sabun khusus. Meski kulitnya masih sangat sensitif, sebaiknya tidak membersihkan secara berlebihan. Merawat kulit bayi juga tidak bisa sembarangan dan harus dengan cara yang tepat.

Masih menurut Freeman, kesalahan umum yang dilakukan orangtua adalah memakai sabun dan sampo bayi yang memiliki kandungan terlalu keras untuk kulit si kecil.

Sebagai contoh, mengandung sabun yang mengandung alkohol atau pewangi tambahan. Padahal hal ini tidak baik untuk kesehatan kulit si kecil.

Cara memilih sabun untuk bayi yang memiliki kulit sensitif

Dikarenakan kulit bayi masih sangat sensitif, Anda harus hati-hati dalam memilih sabun untuk si kecil. Agar lebih tepat dan sesuai kondisi kulit si kecil, berikut cara memilih sabun kulit bayi, mengutip dari WebMD:

Hindari sabun mengandung Deterjen SLS

SLS adalah Sodium Lauryl Sulfate, yaitu salah satu jenis surfaktan atau detergen yang sering ditemukan di dalam produk-produk pembersih, termasuk di produk bayi, salah satunya sabun bayi. Zat kimia ini merupakan bahan utama di dalam formulasi kimia untuk mandi karena menghasilkan banyak busa.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) memberi efek sabun menjadi lebih berbusa. Bila sabun yang Anda pilih untuk si kecil memiliki busa berlebih (busanya banyak), bisa jadi itu mengandung deterjen SLS.

SLS punya banyak nama lain seperti Sodium Lauryl Ether Sulfate (SLES), Sodium Dodecyl Sulfate (SDS), Lauryl Sodium Sulfate, Lauryl Sulfate Sodium Salt, Sodium Myreth Sulfate, Disodium Laureth Sulfosuccinate, Anionik Surfaktan, serta masih banyak nama SLS lainnya.

SLS mudah masuk ke dalam jaringan kulit, mengikis kelembapan alami kulit sehingga kulit menjadi kering dan bisa memicu timbulnya kemerahan atau bahkan iritasi.

SLS bisa menimbulkan iritasi pada mata dan kulit. Tidak hanya itu, SLS bisa mengganggu kadar minyak alami di kulit si kecil yang berperan dalam menjaga kelembapan.

Sodium Lauryl Sulfate juga salah satu karsinogenik atau faktor penyebab kanker bila dipakai terus menerus.

Sebaiknya untuk si kecil yang baru lahir, kulit sensitif atau si kecil yang mengalami gangguan kulit sebaiknya hindari memakai produk yang mengandung SLS. Di Indonesia sudah ada beberapa produk yang tidak mengandung SLS.

Hindari sabun antibakteri

Mungkin Anda khawatir dengan bakteri dan kuman yang bertebaran di luar sehingga ingin memilih sabun antibakteri.

Hindari sabun antibakteri yang memiliki bahan kimia tambahan, seperti triclosan. Triclosan biasanya banyak digunakan di sabun orang dewasa tetapi tidak di sabun bayi.

Jika ingin memilih sabun antibakteri, sebaiknya pilih yang kandungannya natural atau dari essential oil.

Hindari sabun yang mengandung pewangi tambahan

Sabun bayi memiliki aroma yang menyegarkan dan menenangkan. Akan tetapi, sabun dengan wangi terlalu menyengat perlu diwaspadai karena bisa mengandung pewangi sintetis.

Pewangi sintetis bisa menjadi penyebab alergi atau alergen dan membuat kulit bayi iritasi, kering, sampai ruam terutama bila kondisi kulit si kecil bermasalah.

Sebagai contoh, bila si kecil memiliki kulit yang terlalu kering, sensitif, atau eksim sebaiknya gunakan sabun khusus untuk kulit sensitif atau sesuai rekomendasi dokter untuk bayi Anda.

Anda bisa memilih sabun yang mengandung minyak atsiri atau ekstrak tumbuhan. Kandungan ini sering digunakan untuk menutupi aroma kurang menyenangkan dari kandungan aslinya.

Anda juga bisa memilih sabun mandi yang menggunakan pewangi natural. Pewangi natural aromanya tidak terlalu menyengat dan tidak memicu kulit si kecil iritasi atau gangguan kulit lainnya.

Pilih sabun bayi bebas alkohol

Cara memilih sabun bayi yang aman untuk kulit sensitif adalah bebas alkohol. Namun, kandungan alkohol masih ada di beberapa produk sabun bayi yang dapat membuat iritasi.

Meski begitu, ada jenis alkohol yang bisa dipakai untuk kulit bayi bernama cetearyl alcohol. Biasanya kandungan alkohol ini sering dipakai untuk beberapa produk perawatan bayi.

Sebaiknya sebelum membeli produk untuk si kecil, sediakan waktu 5 menit untuk membaca label agar tahu kandungan apa yang ada di dalamnya. Ini juga berguna untuk investasi kulit si kecil.

Hal Lain yang Penting Diperhatikan

Hal lain yang juga perlu Anda perhatikan adalah kandungan yang ada di dalam produk bayi. Pastikan kandungannya sudah Low Hazard. Ini adalah konsep internasional terbaru bahwa produk bayi diproduksi menggunakan bahan yang aman (green index). Selain itu, pilih produk yang sudah teruji Dermatologically Tested, tidak mengandung pengawet (bebas paraben), dan pH 5.5 yang sesuai dengan kadar keasaman kulit bayi.

Untuk kulit sensitif atau yang sedang mengalami gangguan kulit sebaiknya pilih sabun yang mengandung Oat Kernel. Kandungan ini membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal dan perih akibat iritasi. Selain itu juga kandungan Chamomile, Allantoin, dan ProVit B5 yang bisa merawat kulit sensitif pada bayi.

Jadi walaupun si kecil sedang mengalami gangguan kulit tetap harus mandi ya! Selain membersihkan, mandi juga membantu merawat dan mengatasi kulit si kecil dari iritasi ringan dan gangguan kulit lainnya. Namun, tentunya harus mandi dengan sabun khusus kulit sensitif seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Agar merasa lebih yakin, Anda bisa pilih produk lokal yang diproduksi di perusahaan farmasi.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What causes sensitive skin in babies?. (2015). Retrieved 15 April 2020, from http://www.essentialbaby.com.au/baby/baby-care/what-causes-sensitive-skin-in-babies-20150204-135ts0

(COVID-19), C., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Taking Care of Baby’s Sensitive Skin. Retrieved 15 April 2020, from https://www.webmd.com/children/features/infant-skin#1

Choosing baby skincare products. (2020). Retrieved 15 April 2020, from https://www.babycentre.co.uk/a25011409/choosing-baby-skincare-products

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Nov 08, 2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita