Waspada Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Bayi ASI

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Vitamin merupakan zat gizi penting yang walau dalam jumlah kecil, dibutuhkan bagi tubuh agar tetap sehat. Vitamin D khususnya, mengatur jumlah kalsium dalam tubuh. Anda memerlukan vitamin D untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi. Tanpa vitamin ini, tulang tubuh Anda akan rapuh, lemah, atau bahkan memiliki bentuk yang abnormal. Selain bagi orang dewasa, vitamin D juga sangat penting bagi bayi.

Mengapa bayi memerlukan vitamin D?

Bayi dan anak kecil bertumbuh secara cepat. Oleh karena itu, tulang mereka membutuhkan banyak vitamin dan mineral agar dapat tumbuh secara optimal. Selain menunjang pertumbuhan tulang, vitamin D juga membantu menjaga sistem pertahanan tubuh, kesehatan jantung, otak, dan organ-organ lain dalam tubuh.

Kekurangan vitamin D juga diketahui berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan berikut:

Bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif yang tidak mendapat cukup vitamin D akan terancam mengalami suatu kondisi yang disebut dengan rickettsia. Tulang pada penderita kondisi ini biasanya gagal termineralisasi sehingga bersifat rapuh dan mengalami kecacatan. Kecacatan yang terjadi dapat berupa kaki yang melengkung, serta pergelangan tangan dan kaki yang lebih tebal.

Jika tidak diobati, rickettsia dapat berujung pada berbagai komplikasi seperti:

  • kejang
  • gagal tumbuh
  • postur tubuh pendek
  • letargi
  • risiko mengalami infeksi saluran napas
  • tulang belakang yang melengkung
  • masalah gigi
  • deformitas tulang

Deformitas tulang pada rickettsia biasanya dapat diperbaiki jika penderita diberikan asupan vitamin D sedini mungkin. Beberapa bayi mungkin harus menjalani prosedur operasi untuk memperbaiki deformitas tulangnya.

Apa yang menyebabkan bayi kekurangan vitamin D?

Kekurangan vitamin D biasanya disebabkan karena tidak mendapatkan cukup sinar matahari. Penyebab yang dapat mengarah pada kondisi ini antara lain:

  • Tinggal di wilayah utara bumi sehingga tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Memiliki kondisi medis di mana tubuh tidak dapat menyerap cukup vitamin D, seperti celiac, fibrosis kistik, atau inflammatory bowel disease (IBD).
  • Memiliki kulit gelap. Kulit gelap tidak bereaksi secara baik terhadap sinar matahari. Orang dengan kulit gelap biasanya membutuhkan waktu 5-10 kali lebih banyak agar dapat menghasilkan vitamin D yang setara dengan pada orang kulit putih.
  • Tidak menggunakan pakaian pelindung ketika berada di bawah sinar matahari.
  • Tidak menggunakan sunscreen.
  • Tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi atau kerapatan awan yang tinggi.
  • Vegetarian yang tidak mengonsumsi ikan, telur, atau susu.

Banyak orang akhir-akhir ini menjadi takut terpapar sinar matahari karena dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu, paparan sinar matahari yang tinggi juga dapat mempercepat proses penuaan. Oleh karena alasan inilah, para ibu-ibu mudah biasanya tidak mendapat cukup vitamin D, yang pada akhirnya menyebabkan bayi yang disusuinya berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D.

Berapa banyak vitamin D yang dibutuhkan bayi?

Kebutuhan vitamin D pada bayi yang baru lahir selama beberapa hari adalah sebesar 400 IU/hari. Sebagai gambaran, ASI hanya mengandung 25 IU vitamin D/liter atau bahkan lebih sedikit. Oleh karena itu, suplemen vitamin D kerap dibutuhkan bagi bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif dan bayi yang mengonsumsi setengah ASI dan setengah susu formula. Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda mengenai perlu tidaknya dan bagaimana pemberian suplemen vitamin D yang tepat. Jika Anda memberi anak Anda susu formula yang telah mengandung vitamin D fortifikasi, maka Anda tidak perlu lagi memberikan tambahan vitamin D bagi anak Anda.

Vitamin D juga dapat dijumpai secara alami pada beberapa makanan seperti ikan berlemak dan kuning telur. Akan tetapi, sumber vitamin D terbesar dan terbaik adalah sinar matahari. Saat sinar ultraviolet mengenai kulit, sinar ini merangsang tubuh untuk membuat vitamin D. Untuk meningkatkan konsentrasi vitamin D, dibutuhkan setidaknya 20% dari luas permukaan kulit terpapar sinar matahari. Beberapa penelitian menganjurkan paparan sinar matahari yang mencukupi, untuk menjaga konsentrasi vitamin D yang memadai yaitu paparan kedua tangan dan kaki terhadap sinar matahari selama 5-30 menit, (tergantung waktu, musim, garis lintang dan pigmentasi kulit), sebanyak 2 kali sehari.

Namun perlu diingat, walaupun sinar matahari baik bagi kesehatan, namun penting bagi Anda untuk melindungi buah hati Anda dari sinar matahari langsung. Anda dapat memakaikan pakaian tipis dan topi yang dapat melindungi kulit bayi Anda dari sinar matahari langsung. Selain itu Anda juga dapat mengoleskan tabir surya minimal SPF 15 pada bayi 15-20 menit sebelum membawanya berjemur. Hindari pula menjemur bayi pada pukul 10 pagi hingga 4 sore karena radiasi sinar UVB paling tinggi pada rentang waktu tersebut.

Kesimpulan

ASI masih merupakan sumber nutrisi yang terbaik bagi bayi dalam tahun pertama kehidupannya. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai bayi Anda akan kekurangan vitamin D, maka Anda dapat berkonsultasi pada dokter. Anda juga dapat menghubungi dokter jika mengalami nyeri tulang, kelemahan otot, atau kecacatan tulang yang jelas.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Bantu Cegah Penyakit, Ini Peran Vitamin C, D, dan Kalsium di Sistem Imun

    Demi fungsi sistem imun yang optimal, tubuh butuh asupan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Ketahui peran nutrisi untuk dukung sistem imun dan sumbernya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    fungsi sistem imun
    Nutrisi, Hidup Sehat 1 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

    Ada beberapa jenis ASI dengan warna, kandungan, hingga tekstur kental dan cair yang berbeda. Sudah tahukah apa perbedaan dan berapa kebutuhan ASI bayi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit

    Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

    Pemberian ASI dan MPASI dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Namun, pastikan ASI dan MPASI yang didapat bayi sudah seimbang, ya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Seputar ASI Eksklusif

    ASI eksklusif adalah pemberian ASI untuk bayi sampai usianya mencapai 6 bulan. Namun, sudahkah Anda paham betul semua hal mengenai ASI eksklusif?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 6 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    minum vitamin pagi atau malam

    Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    gigi bayi mau tumbuh

    Teething

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
    5 Penyebab Bayi Kurus

    5 Hal Utama yang Jadi Penyebab Bayi Kurus

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit