backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

6 Obat Gondongan pada Anak secara Medis dan Rumahan

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

6 Obat Gondongan pada Anak secara Medis dan Rumahan

Sebagai orangtua, Anda perlu tahu kalau gondongan merupakan salah satu penyakit infeksi pada anak. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar ludah (parotid) terinfeksi oleh virus sehingga bengkak terjadi pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah. Agar tidak semakin parah, berikut obat serta cara mengobati gondongan pada anak.

Pilihan obat medis untuk atasi gondongan pada anak

dosis ibuprofen untuk anak

Gondongan merupakan salah satu dari penyakit menular pada orang dewasa ataupun anak yang disebabkan oleh virus.

Jika tidak ditangani dengan baik, gondongan dapat mengakibatkan komplikasi. Akan tetapi, hal ini pun biasanya jarang terjadi.

Maka dari itu, Anda sebagai orangtua perlu mengetahui apa saja obat serta cara mengobati gondongan pada anak.

Jangan lupa bahwa penyebab dari gondongan adalah virus. Jadi, Anda tidak membutuhkan antibiotik untuk mengobati gondongan pada anak.

Sebelum memberikan pengobatan yang tepat, dokter akan melihat terlebih dahulu usia, gejala, riwayat kesehatan, serta seberapa parah kondisi anak.

Hal ini dilakukan agar anak bisa menjalani masa pemulihan dari penyakit gondongan dengan cepat. Kemudian, dokter akan menentukan obat yang tepat untuk kondisi masing-masing anak.

Berikut obat yang umum direkomendasikan oleh dokter untuk mengurangi gejala gondongan pada anak.

1. Ibuprofen

Sebagai salah satu obat nonsteroid antiinflamasi (NSAID), ibuprofen dapat digunakan untuk mengatasi gejala gondongan pada anak.

Ibuprofen dapat berupa obat oles yang bisa langsung digunakan pada bagian tubuh anak yang mengalami gondongan. 

Meski mudah didapat tanpa resep dokter, sebaiknya konsultasi terlebih dulu kepada dokter sebelum memberikan ibuprofen untuk anak.

Jangan berikan obat ini pada anak di bawah usia 6 bulan tanpa anjuran dokter.

2. Paracetamol

Asetaminofen atau parasetamol dapat mengurangi rasa sakit dan demam akibat infeksi yang terjadi.

Meski bisa diperoleh secara bebas di apotek, obat minum ini sebaiknya diberikan sesuai resep dokter dan anjuran dosis yang tepat.

Melansir dari British Liver Trust, apabila dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang, parasetamol berisiko menyebabkan kerusakan hati.

Perawatan rumahan untuk mengobati gondongan pada anak

gondongan pada anak

Tidak hanya dengan memberikan obat minum untuk mengatasi gondongan pada anak, Anda juga bisa mencoba cara lainnya seperti perawatan rumahan.

Berikut beberapa obat alami atau cara mengobati gondongan untuk mengurangi rasa sakit serta ketidaknyamanan pada anak.

1. Pastikan asupan cairan terpenuhi

Ketika anak sakit, termasuk saat mengalami gondongan, pastikan kebutuhan cairan di dalam tubuh tetap terpenuhi.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara mengobati gondongan pada anak agar ia tidak mengalami dehidrasi.

Tanyakan kepada dokter berapa banyak cairan yang dibutuhkan anak setiap harinya.

Selain air mineral, Anda bisa memberikan asupan cairan lainnya, seperti jus, air kaldu, serta larutan rehidrasi oral.

Larutan yang juga disebut oralit ini mempunyai jumlah air, garam, dan gula yang tepat untuk menggantikan cairan tubuh.

2. Berikan makanan yang mudah ditelan

Cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengobati gondongan pada anak yaitu dengan menghindari memberikan makanan yang sulit untuk dikunyah.

Sebagai contoh, Anda bisa memberikan bubur, sup, kentang tumbuk, oatmeal, atau makanan lunak lainnya.

Apabila ingin memberikan buah, hindari buah asam agar rasa nyeri pada kelenjar parotid yang mengalami pembengkakan tidak semakin parah.

3. Kompres es

Anda bisa menggunakan es batu sebagai obat alami atau tradisional untuk mengatasi gondongan pada anak.

Gunakan es batu untuk mengompres area gondongan. Untuk membuat kompres, masukkan batu ke dalam kantung, kemudian tutupi dengan handuk.

Setelah itu, Anda bisa mulai mengompres pada area gondongan selama 15 hingga 20 menit. Lakukan kembali ketika anak merasa tidak nyaman.

Cara ini diketahui bisa membantu mengurangi sakit, nyeri, serta pembengkakan. Tidak hanya itu, es batu juga dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan jaringan.

4. Istirahat yang cukup

Sebagai obat alami untuk mengatasi gondongan pada anak, Anda bisa meminta anak untuk beristirahat dan tidur dengan cukup.

Tidak hanya membantu agar virus cepat hilang, cara ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit pada orang lain.

Anak yang mengalami gondongan dapat menular dalam jangka waktu 5 hari setelah timbulnya gejala.

Pencegahan yang wajib dilakukan orangtua

vaksin influenza

Gondongan pada anak di Indonesia mungkin sudah jarang terjadi. Hal ini karena sudah ada vaksin yang bisa mencegah penyakit gondongan pada anak.

Pemberian vaksin untuk mencegah penyakit gondongan disatukan dengan vaksin untuk mencegah penyakit campak dan campak jerman (rubella).

Vaksin ini dinamakan dengan vaksin MMR (measles, mumps, rubella).

Berdasarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), vaksin MMR diberikan pada anak usia 15 bulan. Lalu, pemberian vaksin ulang diberikan ketika anak berada di usia 5—7 tahun.

Setelah anak menerima vaksin ini, kemungkinan untuk mengalami gondongan menjadi sangat kecil sehingga Anda tidak perlu memikirkan obat gondongan pada anak.

Kesimpulan

  • Meski jarang terjadi, gondongan bisa menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik, termasuk pada anak-anak.
  • Untuk itu, penting bagi orangtua untuk melakukan penanganan yang tepat agar gondongan pada anak cepat mereda.
  • Pengobatan yang dipilih dapat berupa penanganan medis ataupun perawatan di rumah. Jenis pengobatan ini harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan