home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Fase Demam Berdarah Pada Anak dan Orang Dewasa, Sama Atau Beda?

Fase Demam Berdarah Pada Anak dan Orang Dewasa, Sama Atau Beda?

Penyakit demam berdarah menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang yang sudah tua. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk pembawa virus dengue melalui gigitan di kulit. Jadi, tak heran jika ada satu atau dua orang dalam satu keluarga atau lingkungan yang terkena demam berdarah bersamaan.

Infeksi virus dengue akan ditunjukkan dalam beberapa fase. Namun, apakah fase demam berdarah pada anak berbeda dengan orang dewasa? Yuk, simak jawabannya dari dokter spesialis penyakit dalam yang ditemui langsung oleh Tim Hello Sehat di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/11).

Fase demam berdarah pada anak dan orang dewasa

gejala demam berdarah

Virus demam berdarah memengaruhi beberapa sistem tubuh, yaitu sistem imun, sistem hati, dan juga pembuluh darah. Jika seseorang terinfeksi demam berdarah, ia akan mengalami fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase inilah sistem tubuh anak mulai diserang oleh virus demam berdarah.

Nah, ternyata ketiga fase demam berdarah tersebut dialami oleh segala usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. “Ya, fasenya sama. Namun, belum tentu terjadi kebocoran plasma (plasma leaked) di fase kritis. Ini tergantung pada respons tubuh setiap orang dan faktor risiko lainnya,” tegas Dr. dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Fase demam menandakan bahwa sistem imun sedang mencoba melawan peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Demam akibat DBD sangat khas, yaitu terjadi secara mendadak dengan suhu tubuh lebih dari 39 derajat Celcius.

Selain demam tinggi mendadak, pasien akan merasakan gejala lain seperti nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah, serta rasa sakit di belakang mata. Biasanya demam ini akan terjadi selama 2 sampai 7 hari. Setelah melewati fase demam, pasien DBD akan mengalami fase kritis.

Sama seperti namanya, fase kritis menandakan kondisi serius yang perlu pengobatan segera. Pasalnya, pada beberapa kasus, pasien sering kali mengalami perdarahan dan kebocoran plasma darah. Kondisi ini terjadi akibat plasma darah keluar dari saluran pembuluh darah karena celah pada sel endotel terus membesar.

Kebocoran plasma darah ini dapat menyebabkan pasien merasakan sakit perut parah, mimisan, muntah terus-menerus, dan pembesaran organ hati.

Jika pasien tidak mengalami kebocoran plasma atau bisa melewati fase ini, maka tubuh akan mencoba pulih kembali. Fase ini disebut dengan fase penyembuhan dan pasien akan kembali mengalami demam. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Kesehatan pasien berangsur-angsur membaik dan gejala perlahan berkurang. Pasien akan kembali bisa makan dengan lahap dan mulai menjalani aktivitas seperti biasanya.

Namun, fase demam pada anak sering menyebabkan dehidrasi

penyebab anak demam

Pada fase awal demam berdarah, ada satu gejala tambahan yang bisa terjadi pada anak yaitu dehidrasi. Dibanding orang dewasa, anak-anak cenderung lebih mudah kurang cairan saat demam tinggi.

Suhu tubuh yang panas bisa mengurangi jumlah kadar cairan di dalam tubuh. Apalagi anak-anak belum bisa merawat dirinya sendiri dengan minum cukup air atau belum mampu memberi tahu orangtuanya kapan ia butuh minum.

Untuk menghindarinya, asupan cairan saat demam harus ditingkatkan. Bukan cuma air putih, orangtua bisa memberikan minuman elektrolit, jus buah, maupun susu. Jangan lupa untuk mengompres tubuh anak dengan handuk hangat supaya badan si kecil jadi lebih nyaman.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wawancara dengan Dr. dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).

Clinical Guidance. https://www.cdc.gov/dengue/clinicallab/clinical.html. Accessed on November 29, 2018.

Dengue Treatment & Management. https://emedicine.medscape.com/article/215840-treatment. Accessed on November 29, 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 30/11/2018
x