Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

BAB Berdarah pada Anak: Ketahui Penyebab, Cara Mengatasi, dan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter

Mengenal penyebab BAB berdarah pada anak|Tanda dan gejala BAB berdarah pada anak|Cara mengatasi BAB berdarah pada anak|Kapan harus ke dokter?
BAB Berdarah pada Anak: Ketahui Penyebab, Cara Mengatasi, dan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter

BAB berdarah tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga pada anak. Darah dapat disebabkan mulai dari hal sepele seperti luka di kulit hingga karena sesuatu terjadi dalam tubuh. Apa yang menyebabkan feses anak berdarah ketika BAB (buang air besar)? Bagaimana cara mengatasi gangguan pencernaan anak yang satu ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengenal penyebab BAB berdarah pada anak

bab anak berlendir

Penyebab munculnya darah pada feses ketika BAB pada setiap anak tidak bisa disamakan, karena terdapat beberapa faktor berbeda. Kepekatan warna dan tekstur darah dapat membantu memudahkan dokter untuk mendiagnosis dari mana darah berasal.

Darah yang berwarna merah menyala biasanya disebabkan karena terjadi masalah di saluran pencernaan bagian bawah (mendekati anus).

Lalu, apabila ibu menemukan feses sudah mengental atau berwarna kehitaman, biasanya diakibatkan masalah pada perut atau bagian atas saluran pencernaan.

Berikut beberapa penyebab BAB anak berdarah yang perlu ibu ketahui:

Sembelit

Penyebab BAB berdarah pada anak sebagian besar karena mengalami sembelit. Ketika sembelit, feses anak menjadi lebih keras sehingga dapat melukai anus. Kondisi terlukanya anus ini disebut Fissura ani.

Fissura ani didefinisikan sebagai sobekan kecil di dalam anus. Hampir 90 persen penyebab BAB berdarah pada anak disebabkan oleh hal ini. Dengan kata lain, luka pada anus ini merupakan penyebab paling umum feses anak berdarah.

Untuk menghindari terjadinya sembelit dan tak terulang kembali, ibu harus memastikan kebutuhan serat anak tercukupi dengan baik.

Diare

Diare dapat terjadi akibat infeksi dalam saluran cerna yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit.

Selain membuat konsistensi feses jadi lebih cair, infeksi juga merupakan salah satu penyebab feses anak berdarah saat BAB. Biasanya diare disertakan dengan gejala seperti nyeri perut.

Berdasarkan jurnal berjudul Management of Bloody Diarrhoea in Children in Primary Care, diare berdarah pada anak sering menandakan penyakit saluran pencernaan yang serius.

Selain karena bakteri, virus, dan parasit, diare berdarah juga dapat disebabkan oleh kolitis ulserativa (peradangan usus besar).

Abses anus

Anak yang memiliki riwayat sering sembelit dan diare memiliki risiko tinggi mengalami abses pada anus. Abses muncul ketika terjadi infeksi pada luka di sekitar anus disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan keluar nanah disertai dengan rasa nyeri

Jika si kecil mengalami hal ini, gejala yang timbul biasanya adalah sering merasa terganggu dan terdapat benjolan di sekitar anus yang disertai keluarnya cairan. Segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui pengobatan atau perawatan terbaik yang efektif.

Tanda dan gejala BAB berdarah pada anak

penyebab usus buntu pada anak

Mengutip dari Patient, darah yang keluar bercampur dengan feses anak menandakan ada perdarahan di bagian usus bawah atau usus besar.

Bila anak memiliki gejala:

  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Diare

Dokter akan menentukan penyebab BAB berdarah pada si kecil yang tepat dengan kondisinya.

Cara mengatasi BAB berdarah pada anak

anak mengejan saat BAB

Melihat kondisi feses anak yang bercampur darah memang membuat orangtua kaget, tapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi BAB berdarah pada anak, yaitu:

Beri makanan tinggi serat bila BAB berdarah pada anak

Mengatasi BAB berdarah pada si kecil akan lebih efektif bila mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Namun kebanyakan buang air besar berdarah penyebabnya tidak berbahaya dan bisa berhenti dengan perawatan di rumah, tanpa perlu tindakan operasi.

BAB berdarah pada anak yang disebabkan sembelit bisa mulai mengubah atau mengatur pola makan anak. Sebagai contoh, memberikan makanan tinggi serat, seperti buah naga, pepaya, sayur bayam.

Usahakan menu makan si kecil tetap seimbang yaitu terdiri dari protein, lemak sehat, dan serat. Tidak lupa pastikan cairan dalam tubuh juga tetap terjaga.

Jaga kebersihan anus

Setelah itu, jaga kebersihan tubuh anak, terutama di area anus. Hal ini untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi ketika terjadi luka di area tersebut.

Gangguan pencernaan pada si kecil tak hanya ditandai dengan BAB berdarah saja, tapi juga hal lainnya seperti perut keras, jarang BAB, dan bentuk feses yang tidak normal.

Orangtua perlu selalu peka terhadap setiap kondisi kesehatan anak agar proses pemulihan dapat lebih cepat dan menghindari terjadinya komplikasi.

Kapan harus ke dokter?

anak sembelit

Bila terdapat darah pada feses anak saat buang air besar (BAB) dan sudah melakukan perubahan pola makan, orangtua bisa berkonsultasi ke dokter.

Nantinya, dokter akan melakukan analisis terhadap kondisi si kecil, dikutip dari Children Hospital:

Apakah yang keluar benar darah?

Dokter akan memeriksa dan bertanya terlebih dahulu seputar makanan yang anak konsumsi. Bila si kecil mengonsumsi jenis makanan yang bisa memengaruhi warna feses, seperti buah naga atau jus buah lainnya, dipastikan yang keluar bukan darah.

Berapa usia pasien?

Pada bayi usia 0-3 bulan, BAB berdarah disebabkan oleh fisura anus atau alergi. Namun pada anak balita, BAB berdarah sering disebabkan oleh sembelit, infeksi, dan radang usus (usus buntu).

Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi si kecil.

Apakah BAB berdarah pada anak membuatnya sakit?

Bila feses anak berdarah tidak disertai rasa sakit, biasanya tidak terjadi peradangan di anus, seperti divertikulum meckel.

Sebaliknya, bila BAB berdarah pada anak membuatnya sakit, maka terjadi peradangan, seperti usus buntu, atau infeksi.

Seperti apa warna fesesnya?

Warna feses bisa menunjukan kondisi yang terjadi di dalam tubuh. Sebagai contoh, bila feses anak berwarna hitam (melena), menandakan perdarahan terjadi di kerongkongan dan lambung.

Sementara itu bila feses berwarna merah tua, menunjukkan perdarahan di usus kecil. Untuk warna feses merah cerah, tandanya ada infeksi di rektal atau anus.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

A to Z Symptom: Rectal Bleeding (for Parents) – Nemours. (n.d.). Retrieved April 22, 2020, from https://kidshealth.org/Nemours/en/parents/az-symptoms-rectal-bleeding.html

Tidy, D. (2017). Rectal Bleeding in Children | . Retrieved 23 November 2020, from https://patient.info/digestive-health/rectal-bleeding-blood-in-faeces/rectal-bleeding-in-children

Causes of Rectal Bleeding in Children. (2001). Pediatrics In Review22(11), 394-395. doi: 10.1542/pir.22-11-394

Athos Bousvaros, M. (2015). Managing rectal bleeding in pediatric patients. Retrieved 23 November 2020, from https://notes.childrenshospital.org/rectal-bleeding-in-pediatric-patients/

Murphy, M. S. (2008). Management of bloody diarrhoea in children in primary care. BMJ, 336(7651), 1010–1015. https://doi.org/10.1136/bmj.39542.440417.be

Seattle Children’s Hospital. (2019). Stools – Blood In. Retrieved August 7, 2019, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/stools-blood-in/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto