Gondongan Pada Anak, Masihkah Umum Terjadi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/08/2017
Bagikan sekarang

Gondongan merupakan salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Untuk mencegah gondongan pada anak, disarankan anak divaksin saat usianya masih bayi. Vaksin sangat efektif dalam mencegah gondongan pada anak. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Apa itu gondongan?

Pernahkah Anda melihat anak mengalami pembengkakan pada pipinya? Mungkin anak itu mengalami gondongan. Ini berbeda dengan gondok. Gondongan atau parotitis atau dalam bahasa Inggris disebut dengan mumps adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Sedangkan, gondok biasanya disebabkan karena kekurangan zat gizi yodium.

Virus yang menyebabkan gondongan biasanya menginfeksi kelenjar parotid (kelenjar ludah), sehingga kelenjar ludah membengkak. Karena disebabkan oleh virus, maka gondongan bisa menular yaitu melalui air liur (ludah). Tetapi, biasanya gondongan tidak lebih menular dibandingkan dengan campak atau cacar. Orang yang memiliki gondongan biasanya paling menular pada dua hari sebelum gejala muncul sampai enam hari setelah gejala berakhir.

Gondongan biasanya menyerang anak usia 2-14 tahun. Anak usia kurang dari 2 tahun, terutama kurang dari 1 tahun biasanya sangat jarang menderita gondongan. Hal ini mungkin karena anak usia kurang dari 2 tahun masih memiliki antibodi yang baik dari ibunya.

Bagaimana gejala gondongan pada anak?

Gondongan biasanya muncul dengan gejala awal yaitu demam, sekitar 39,4°C. Setelah itu diikuti dengan pembengkakan pada kelenjar ludah selama beberapa hari ke depan. Kelenjar akan terus membengkak dan terasa nyeri selama 1-3 hari. Pada saat ini, pipi anak akan terlihat membengkak. Anak pun akan merasa nyeri saat menelan, berbicara, mengunyah, atau minum air yang asam.

Selain demam, gejala gondongan lainnya yang dapat muncul adalah:

Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat gondongan?

Jika tidak ditangani dengan baik, gondongan dapat memunculkan komplikasi. Tapi, biasanya ini jarang terjadi. Walaupun virus gondongan menyebabkan peradangan pada kelenjar parotis, tapi virus ini juga dapat menyebabkan peradangan pada bagian tubuh lain, seperti pada otak dan organ reproduksi, sehingga gondongan bisa menjalar menjadi komplikasi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat gondongan adalah:

  • Orchitis, yaitu peradangan pada testis
  • Meningitis, yaitu peradangan pada selaput sekitar sumsum tulang belakang dan otak
  • Ensefalitis, yaitu peradangan pada otak
  • Pankreatitis, yaitu peradangan pada pankreas

Masihkah anak Indonesia banyak terserang gondongan?

Gondongan pada anak Indonesia mungkin sudah jarang terjadi. Hal ini karena sudah ada vaksin yang bisa mencegah penyakit gondongan pada anak. Vaksin untuk mencegah penyakit gondongan pemberiannya disatukan dengan vaksin untuk mencegah penyakit campak dan campak jerman (rubella). Vaksin ini dinamakan dengan vaksin MMR (measles, mumps, rubella).

Berdasarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), vaksin MMR diberikan pada anak usia 15 bulan. Pemberian vaksin ulang diberikan pada usia 5-6 tahun. Setelah anak menerima vaksin ini, kemungkinan anak untuk menderita gondongan menjadi sangat kecil. Hal ini karena dalam tubuh anak sudah terbentuk antibodi untuk melawan virus penyebab gondongan (jika virus masuk ke tubuh anak). Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda yang mempunyai bayi untuk melakukan vaksinasi atau imunisasi lengkap ke bayi Anda.

Pemberian vaksin MMR merata kepada seluruh anak Indonesia dapat memperkecil kemungkinan adanya anak Indonesia yang terkena gondongan atau anak tertular gondongan. Pada akhirnya, penyakit gondongan bisa sangat langka di Indonesia.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Bayi prematur cenderung lemah dengan berat badan rendah. Apakah bayi prematur perlu mendapat imunisasi? Kapan imunisasi tersebut dapat dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020