Gondongan Pada Anak, Masihkah Umum Terjadi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Agustus 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gondongan merupakan salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Untuk mencegah gondongan pada anak, disarankan anak divaksin saat usianya masih bayi. Vaksin sangat efektif dalam mencegah gondongan pada anak. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Apa itu gondongan?

Pernahkah Anda melihat anak mengalami pembengkakan pada pipinya? Mungkin anak itu mengalami gondongan. Ini berbeda dengan gondok. Gondongan atau parotitis atau dalam bahasa Inggris disebut dengan mumps adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Sedangkan, gondok biasanya disebabkan karena kekurangan zat gizi yodium.

Virus yang menyebabkan gondongan biasanya menginfeksi kelenjar parotid (kelenjar ludah), sehingga kelenjar ludah membengkak. Karena disebabkan oleh virus, maka gondongan bisa menular yaitu melalui air liur (ludah). Tetapi, biasanya gondongan tidak lebih menular dibandingkan dengan campak atau cacar. Orang yang memiliki gondongan biasanya paling menular pada dua hari sebelum gejala muncul sampai enam hari setelah gejala berakhir.

Gondongan biasanya menyerang anak usia 2-14 tahun. Anak usia kurang dari 2 tahun, terutama kurang dari 1 tahun biasanya sangat jarang menderita gondongan. Hal ini mungkin karena anak usia kurang dari 2 tahun masih memiliki antibodi yang baik dari ibunya.

Bagaimana gejala gondongan pada anak?

Gondongan biasanya muncul dengan gejala awal yaitu demam, sekitar 39,4°C. Setelah itu diikuti dengan pembengkakan pada kelenjar ludah selama beberapa hari ke depan. Kelenjar akan terus membengkak dan terasa nyeri selama 1-3 hari. Pada saat ini, pipi anak akan terlihat membengkak. Anak pun akan merasa nyeri saat menelan, berbicara, mengunyah, atau minum air yang asam.

Selain demam, gejala gondongan lainnya yang dapat muncul adalah:

Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat gondongan?

Jika tidak ditangani dengan baik, gondongan dapat memunculkan komplikasi. Tapi, biasanya ini jarang terjadi. Walaupun virus gondongan menyebabkan peradangan pada kelenjar parotis, tapi virus ini juga dapat menyebabkan peradangan pada bagian tubuh lain, seperti pada otak dan organ reproduksi, sehingga gondongan bisa menjalar menjadi komplikasi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat gondongan adalah:

  • Orchitis, yaitu peradangan pada testis
  • Meningitis, yaitu peradangan pada selaput sekitar sumsum tulang belakang dan otak
  • Ensefalitis, yaitu peradangan pada otak
  • Pankreatitis, yaitu peradangan pada pankreas

Masihkah anak Indonesia banyak terserang gondongan?

Gondongan pada anak Indonesia mungkin sudah jarang terjadi. Hal ini karena sudah ada vaksin yang bisa mencegah penyakit gondongan pada anak. Vaksin untuk mencegah penyakit gondongan pemberiannya disatukan dengan vaksin untuk mencegah penyakit campak dan campak jerman (rubella). Vaksin ini dinamakan dengan vaksin MMR (measles, mumps, rubella).

Berdasarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), vaksin MMR diberikan pada anak usia 15 bulan. Pemberian vaksin ulang diberikan pada usia 5-6 tahun. Setelah anak menerima vaksin ini, kemungkinan anak untuk menderita gondongan menjadi sangat kecil. Hal ini karena dalam tubuh anak sudah terbentuk antibodi untuk melawan virus penyebab gondongan (jika virus masuk ke tubuh anak). Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda yang mempunyai bayi untuk melakukan vaksinasi atau imunisasi lengkap ke bayi Anda.

Pemberian vaksin MMR merata kepada seluruh anak Indonesia dapat memperkecil kemungkinan adanya anak Indonesia yang terkena gondongan atau anak tertular gondongan. Pada akhirnya, penyakit gondongan bisa sangat langka di Indonesia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit