Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pilihan Obat Sakit Kepala yang Diperbolehkan untuk Anak

Pilihan Obat Sakit Kepala yang Diperbolehkan untuk Anak

Sakit kepala tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Meski begitu, penyebab sakit kepala pada anak biasanya bukan hal yang serius. Dikutip dari Mayo Clinic, Anda dapat meredakan sakit kepala anak dengan memintanya istirahat di kamar yang tenang dan redup cahaya serta memberikannya minum air. Namun kadang, Anda juga butuh bantuan obat untuk menenangkan anak yang rewel karena sakit kepala. Tunggu dulu. Jangan sembarangan memberi obat sakit kepala untuk anak.

Daftar pilihan obat sakit kepala untuk anak

Apa anak boleh menggunakan obat sakit kepala yang biasa digunakan oleh orang dewasa? Jawaban singkatnya: belum tentu.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang boleh diminum oleh anak untuk mengatasi sakit kepala. Ada obat-obatan yang bisa dibeli bebas di apotek, dan ada juga yang harus diresepkan dulu oleh dokter.

1. Paracetamol

Paracetamol termasuk ke dalam golongan obat pereda rasa sakit yang bekerja menghambar produksi hormon prostaglandin. Hormon ini dapat menyebabkan rasa nyeri serta memicu demam.

Obat paracetamol tersedia dalam bentuk obat cair, tablet yang bisa dikunyah, dan supositoria. Obat sirup dan tablet kunyah biasanya diberikan pada anak yang usianya sudah lebih dari 6 tahun.

Sementara itu, supositoria bisa diberikan pada anak yang belum bisa menelan obat dalam bentuk cair maupun padat, atau anak yang memuntahkan kembali obat yang baru dikonsumsi.

Dosis pemberian obat untuk anak yang satu ini biasanya ditentukan berdasarkan berat badan anak. Maka, mungkin saja anak dengan usia sepantar butuh dosis obat yang berbeda karena berat badannya pun berbeda.

Berikan obat ini setiap empat hingga enam jam sekali, tapi jangan sampai memberikan lebih dari lima dosis obat pada anak dalam kurun waktu 24 jam.

Maka sebelum memberikan obat ini, pastikan terlebih dahulu apakah anak Anda sudah mengonsumsi obat lain yang memiliki kandungan paracetamol di dalamnya. Pasalnya, obat ini juga terdapat di dalam obat untuk batuk, flu, dan alergi.

Hal lain yang perlu Anda ketahui dari salah satu obat sakit kepala untuk anak yang satu ini adalah efek sampingnya. Pemberian dosis paracetamol berlebihan berpotensi meningkatkan kerusakan organ hati anak.

Selain itu, jika anak Anda memiliki alergi terhadap zat pewarna, pilih merek obat yang tidak mengandung zat pewarna.

2. Ibuprofen

Obat lain yang bisa Anda berikan pada anak adalah ibuprofen. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), yaitu obat-obatan anti peradangan.

Obat ini bekerja menghentikan produksi hormon prostaglandin di dalam tubuh yang memicu rasa sakit kepala, demam, dan peradangan pada anak.

Mengutip Med Line Plus, berikan ibuprofen untuk anak setiap enam hingga delapan jam sekali sesuai kebutuhan. Namun, jangan pernah memberikan obat ini lebih dari empat dosis dalam kurun waktu 24 jam. Bagaimana dengan sediaannya?

Anak usia tiga bulan hingga 12 bulan sebaiknya diberikan obat cair yang bisa diminum langsung atau diteteskan (drops) oleh orangtua. Bagi anak usia tujuh tahun ke atas, Anda sudah bisa memberikan sediaan obat tablet atau kapsul.

Obat sakit kepala yang satu ini tergolong sangat mudah ditemukan di mana saja. Anda bisa membelinya di apotek ataupun supermarket terdekat.

Jika anak memuntahkan obat ini sebelum ditelan, tenangkan dirinya dahulu sebelum memberikan lagi obat tersebut dengan dosis yang sama. Akan tetapi jika anak sudah menelan, dan baru dimuntahkan setelahnya, tunggu hingga 6 jam sebelum memberikan dosis yang baru pada anak.

Perhatian: tidak semua anak boleh mengonsumsi obat ini. Apabila digunakan untuk meredakan sakit kepala, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.

Anak yang memiliki riwayat asma, gangguan liver, atau masalah ginjal atau masalah jantung tidak boleh minum ibuprofen. Begitu pula dengan bayi yang baru lahir atau berusia sangat muda.

Maka dari itu, sebaiknya selalu konsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai penggunaan obat sakit kepala sebelum menggunakannya.

3. Sumatriptan

Sumatriptan termasuk ke dalam golongan obat-obatan triptan. Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan migrain pada orang dewasa, tapi juga bisa untuk sakit kepala anak.

Obat ini bekerja membantu mempersempit pembuluh darah yang melonggar, sehingga bisa menghentikan migrain. Selain itu, obat ini memiliki beberapa sediaan, termasuk obat semprot hidung dan juga obat tablet.

Akan tetapi, obat ini hanya boleh digunakan saat anak merasa gejala migrain akan datang atau ketika sudah benar-benar merasakannya. Tidak hanya berfungsi sebagai obat sakit kepala, obat ini juga bisa digunakan sebagai upaya pencegahan.

Dosis obat sakit kepala yang diberikan biasanya ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi masing-masing anak. Umumnya, dosis untuk anak biasanya hanya satu kali penggunaan saja.

Jika sakit kepala migrain kembali menyerang anak setelah dua jam atau lebih, Anda boleh memberikan dosis berikutnya. Namun, obat sakit kepala ini hanya boleh diberikan maksimal sebanyak dua dosis dalam waktu 24 jam.

Perhatikan ini saat memberikan obat sakit kepala untuk anak

Beberapa obat di atas mungkin bisa meredakan sakit kepala pada anak Anda. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan, seperti:

  • Membaca label serta perhatikan bagaimana dosis yang tepat dan dianjurkan.
  • Jangan memberikan obat pereda rasa sakit lebih dari dua atau tiga hari dalam rentang waktu seminggu.
  • Berhati-hatilah saat memberikan aspirin. Walaupun aman digunakan dari umur 3 tahun ke atas, obat sakit kepala untuk anak yang satu ini mempunyai potensi mengancam jiwa. Namun, merupakan hal yang jarang terjadi.

Kapan anak harus dibawa ke dokter saat sakit kepala?

Sebagian kasus sakit kepala yang dirasakan anak tidak tergolong serius sehingga seringnya tidak perlu langsung minum obat. Namun apabila sudah memberikan obat sakit kepala tetapi kondisi menjadi cukup parah, Anda mungkin harus segera menemui dokter.

Berikut adalah beberapa kondisi yang sudah tergolong cukup parah:

  • Sakit kepala sampai membangunkan anak dari tidurnya.
  • Sakit kepala semakin terasa sakit setiap harinya.
  • Rasa sakit ini mengubah perilaku anak.
  • Sakit kepala baru muncul setelah terjadi cedera.
  • Rasa sakit kepala diikuti oleh muntah-muntah dan perubahan pada pandangan mata.
  • Rasa sakit ini diikuti oleh demam, sakit leher, dan kekakuan.

Jika anak Anda mengalami beberapa kondisi seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera hubungi dokter atau ke rumah sakit terdekat.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Headaches in children – Symptoms and causes. Retrieved 24 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/headaches-in-children/symptoms-causes/syc-20352099

Sumatriptan for migraine headaches | Medicines for Children. (2016). Retrieved 24 October 2019, from https://www.medicinesforchildren.org.uk/sumatriptan-migraine-headaches

How to Safely Give Ibuprofen (for Parents) – KidsHealth. Retrieved 24 October 2019, from https://kidshealth.org/en/parents/ibuprofen.html

Ibuprofen: MedlinePlus Drug Information. (2016). Retrieved 22 October 2019, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html

Ibuprofen for children: painkiller to treat cold symptoms, teething and reduce a high temperature. Retrieved 24 October 2019, from https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-children/

How to Safely Give Acetaminophen (for Parents) – KidsHealth. Retrieved 24 October 2019, from https://kidshealth.org/en/parents/acetaminophen.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 02/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri