Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Kondisi yang Menyebabkan Anak Mimisan Disertai Sakit Kepala

4 Kondisi yang Menyebabkan Anak Mimisan Disertai Sakit Kepala

Mimisan sangat umum terjadi pada anak-anak. Mimisan biasanya terjadi saat anak kelelahan atau mengupil terlalu dalam. Meski begitu, Anda tidak boleh menyepelekan kondisi ini begitu saja. Apalagi jika mimisan disertai sakit kepala. Kira-kira apa saja penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak?

Penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak

Penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak bisa menjadi gejala dari suatu penyakit. Perhatikan apa saja gejala dan riwayat kesehatan anak untuk mempertimbangkan perawatan dokter lebih lanjut. Beberapa kondisi yang menyebabkan anak mengalami mimisan dan sakit kepala, antara lain:

1. Alergi rhinitis

anak demam akibat parvovirus adalah

Alergi rhinitis (hay fever) menyerang saluran pernapasan anak, terutama bagian hidung. Alergi ini menandakan bahwa anak sangat sensitif dengan bulu binatang peliharaan, debu, tungau, jamur, dan serbuk sari. Saat terpapar alergen (pemicu alergi), ia akan merasakan gejala hidung gatal dan berair, demam, migrain, dan mata berair.

Semua gejala yang terjadi pada hidung tersebut bisa meningkatkan risiko mimisan. Hidung gatal dan berair, membuat anak berkali-kali mengusap hidungnya. Hidung yang memiliki banyak pembuluh darah kecil (arteriol) terus-menerus mendapat tekanan sehingga bisa pecah sewaktu-waktu. Biasanya kondisi ini terjadi pada anak yang memilik reaksi alergi parah.

2. Sinusitis

sakit kepala pada anak

Selain alergi, sinusitis juga menyerang saluran pernapasan. Sinusitis adalah peradangan rongga hidung akibat adanya bakteri, virus, atau jamur. Kondisi ini sangat mudah berkembang ketika Anda pilek atau flu.

Sama seperti alergi, sinusitis membuat hidung terasa gatal, berair, atau tersumbat. Hanya saja sinusitis menimbulkan gejala khas, yaitu rasa sakit di area hidung, mata, dan kepala bagian depan. Rasa tidak nyaman pada hidung ini bisa membuat anak terus menyeka hidung. Akibatnya, pembuluh darah di sekitar hidung bisa pecah dan menyebabkan mimisan.

3. Anemia

anak kekurangan dopamin

Salah satu jenis anemia, yaitu anemia aplastik atau anemia hipoplastik bisa jadi penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak. Kondisi ini menandakan bahwa tubuh anak tidak dapat memproduksi sel darah merah dengan baik. Penyebabnya adalah rusaknya sel punca pada sumsum tulang belakang yang menghasilkan sel darah merah, darah putih, atau trombosit.

Kondisi ini langka dan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, Anda harus memerhatikan gejalanya seperti tubuh mudah lelah, kulit pucat, gusi berdarah, mudah infeksi dan darah sulit berhenti, memar pada tubuh, sesak napas, dan ruam pada kulit.

4. Tekanan darah tinggi

anak sakit

Tekanan darah tinggi (hipertensi) memang tidak umum terjadi pada anak-anak. Namun, jika anak tidak aktif, memiliki pola makan yang buruk, obesitas, atau memiliki riwayat penyakit lain, hipertensi bisa terjadi.

Pada umumnya hipertensi pada anak tidak menimbulkan gejala. Namun dalam kasus berat, kondisi ini dapat menyebabkan anak mengalami sakit kepala, mimisan, mual, pandangan kabur, dan palpitasi jantung (detak janung yang tidak normal).

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Mimisan dan sakit kepala akibat sinusitis dan alergi dapat di atasi di rumah. Kemudian, gejala penyakit lainnya dapat diringankan dengan obat-obatan sesuai resep dokter. Menjaga kebersihan diri, seperti rajin cuci tangan dan menghindari alergen bisa mencegah sinus atau alergi kambuh.

Sementara, mimisan dan sakit kepala akibat hipertensi dan anemia. Perawatan segera dari dokter sangat dibutuhkan. Anak mungkin harus mendapatkan rawat inap yang dilanjutkan dengan rawat jalan untuk memantau kondisi tubuh.

Jika si kecil mengalami mimisan tanpa penyebab yang jelas dan terjadi lebih dari 10 menit. Segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis penyakit sekaligus perawatan yang tepat.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Understanding Hay Fever — the Basics. https://www.webmd.com/allergies/understanding-hay-fever-basics. Accessed on October 24, 2018.

Headaches and Nosebleeds in Children. https://www.verywellhealth.com/causes-of-headaches-and-nosebleeds-in-children-2634537. Accessed on October 24, 2018.

Headache connected to allergies and sinus problems. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/allergy-sinus-headaches. Accessed on October 24, 2018.

Aplastic anemia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aplastic-anemia/symptoms-causes/syc-20355015. Accessed on October 24, 2018.

Hypertension (High Blood Pressure). https://kidshealth.org/en/parents/hypertension.html. Accessed on October 24, 2018.

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x