Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ruam popok adalah peradangan pada kulit bayi di area yang tertutup popok, dan umumnya terjadi pada bokong. Kulit yang mengalami ruam ini akan tampak kemerahan. Ruam popok biasanya terjadi akibat reaksi kulit setelah terus menerus bersentuhan dengan urine dan tinja.

Sebagian besar bayi yang memakai popok pernah mengalami ruam popok. Ruam ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, ruam ini dapat mengganggu kenyamanan sehingga bayi Anda cenderung menjadi lebih rewel.

Bagaimana cara mencegah ruam popok pada bayi?

Menurut situs kesehatan sekaligus organisasi penelitian asal Amerika Serikat, MayoClinic, menjaga agar kulit bayi tetap bersih dan kering adalah metode paling efektif dalam mencegah ruam popok. Caranya yaitu dengan melakukan hal-hal berikut ini.

  • Segera mengganti popok yang kotor dan lakukan sesering mungkin.
  • Bersihkan seluruh bagian kulit yang sering tertutup popok sampai tuntas, terutama saat mengganti popok. Termasuk pada setiap lipatan kulit, ya.
  • Jangan biarkan bayi Anda selalu memakai popok. Kulit bayi juga memerlukan sirkulasi udara yang baik agar bisa “bernapas”. Makin sering kulit bayi terbebas dari popok dan kena udara, risiko ruam popok juga makin berkurang.
  • Setelah dibasuh, seka kulit bayi Anda perlahan-lahan sampai kering sebelum memakaikan popok baru.
  • Hindari penggunaan bedak. Bedak dapat memicu iritasi kulit, sekaligus iritasi pada paru-paru bayi Anda.
  • Sesuaikan ukuran popok dengan bayi Anda. Jangan menggunakan popok yang terlalu ketat.
  • Hindari penggunaan sabun atau tisu basah yang mengandung alkohol serta pewangi. Kandungan alkohol dan bahan kimianya dapat memicu iritasi serta memperparah ruam.
  • Oleskan krim pencegah ruam popok tiap mengganti popok bayi Anda. Krim oles yang umumnya memiliki bahan dasar zinc oxide dan lanolin ini juga berguna mengatasi dan melindungi kulit bayi dari ruam popok.
  • Gunakan popok dengan satu ukuran lebih besar selama bayi Anda menjalani masa penyembuhan dari ruam popok.
  • Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah mengganti popok.
  • Jika bayi menggunakan popok kain, cucilah popok sampai bersih dan hindari penggunaan pewangi pakaian.

Ruam popok umumnya bisa sembuh tanpa penanganan medis dari dokter. Namun, jika ruam popok pada bayi Anda tidak kunjung membaik atau bertambah parah, sebaiknya periksakan bayi Anda ke dokter.

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor-faktor yang mungkin menjadi pemicu terjadinya ruam popok. Seperti perubahan pola makan, jenis produk bayi dan popok yang digunakan, seberapa sering ganti popok, serta kondisi kesehatan bayi Anda.

Setelah mengetahui penyebab ruam pada bayi Anda, dokter akan menganjurkan beberapa jenis obat untuk mengatasinya. Jenis obat-obatan tersebut dapat meliputi obat oles steroid ringan, seperti salep hidrokortison, salep antijamur, serta antibiotik minum.

Popok sekali pakai atau popok kain?

Pemilihan popok yang tepat umumnya menjadi dilema bagi orang tua. Penelitian telah banyak dilakukan, namun masih belum ada pembuktian jelas mengenai jenis popok mana yang paling baik untuk mencegah ruam popok.

Popok sekali pakai dan popok kain memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila popok sekali pakai merek tertentu menyebabkan kulit bayi Anda iritasi, ganti dengan merek lainnya.

Begitu juga kalau detergen yang Anda gunakan untuk mencuci popok kain menyebabkan ruam pada bayi, gantilah dengan produk lainnya. Apa pun pilihannya, yang terpenting adalah menjaga agar kulit bayi tetap kering dan bersih.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Perawatan Kulit Berjerawat yang Benar?

Jerawat dapat membuat seseorang kurang percaya diri. Untuk membantu mengatasinya, berikut tips perawatan kulit berjerawat yang bisa Anda tiru.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, dari Perawatan Dokter Hingga Kebiasaan Sehat

Ada banyak cara mengatasi jerawat dan bekasnya. Simak ulasan lengkap cara menghilangkan bekas jerawat secara alami maupun dari dokter di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Bisakah Lidah Buaya Dipakai untuk Mengobati Jerawat?

Bisa dicampur lemon, bisa dijadikan masker, dan sebagainya. Simak berbagai cara menggunakan lidah buaya untuk jerawat dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Madu untuk Jerawat dan Tips Menggunakannya

Madu memiliki banyak manfaat kesehatan. Salah satunya untuk mengobati jerawat. Ketahui cara menggunakan madu untuk jerawat dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri kulit bayi sensitif

3 Ciri Kulit Bayi Anda Sensitif dan Perlu Perawatan Khusus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi ketombe

5 Trik Jitu Mengatasi Ketombe di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
kutu air tinea pedis athlete's foot

Kutu Air (Tinea Pedis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 10 menit
penyebab kutu air

Kenali Penyebab Kutu Air yang Bisa Merusak Kuku dan Kulit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit