Anak Kecil Juga Bisa Kena Ambeien, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 November 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ambeien atau dikenal juga dengan wasir tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga bisa terkena penyakit ini, hanya saja memang tidak terlalu umum. Jika Anda mendapati si kecil menangis atau kesakitan saat buang air besar, ambeien bisa jadi salah satu penyebabnya. Kira-kira, apa yang menyebabkan ambeien pada anak? Lalu, apa lagi gejala yang bisa muncul? Yuk, pelajari lebih jelas ambeien pada anak berikut ini.

Berbagai hal yang menyebabkan ambeien pada anak

Ambeien umumnya disebabkan oleh tekanan besar pada pembuluh darah sekitar vena. Setiap kali makanan masuk, usus akan bergerak untuk mencerna dan mengambil nutrisinya sebelum disalurkan ke seluruh tubuh. Pada anak kecil, gerakan usus ini dapat membentuk jaringan di sekitar anus yang terisi darah.

Hampir 75% orang pernah mengalami kondisi ini, termasuk anak-anak. Berbagai hal yang dapat menimbulkan tekanan besar pada vena anak dan menghambat aliran darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya ambeien, seperti:

  • Melakukan toilet training lebih dari 10 menit secara rutin.
  • Sering sembelit karena kurang asupan makanan berserat dan minum air putih.
  • Sering tantrum dan stres sehingga darah mengalir ke area panggul meningkat dan memberikan tekanan pada vena.
  • Terbentuknya tumor di usus besar atau peradangan di usus besar juga bisa meningkatkan tekanan sehingga berisiko ambeien.
  • Anak yang obesitas dan tidak aktif bergerak; si kecil lebih sering duduk di atas permukaan yang keras dalam waktu lama, duduk di lantai misalnya.
  • Memiliki keturunan dengan pembuluh darah vena yang lemah sehingga rentan dengan penumpukan darah.

Gejala ambeien pada anak yang perlu diperhatikan

latihan menggunakan toilet

Walaupun jarang terjadi, ambeien pada anak dapat membuat anak tidak nyaman. Apalagi jika si kecil masih belum lancar berkomunikasi, ia akan sangat rewel dan membuat Anda cemas. Berbagai gejala ambeien yang dirasakan anak umumnya, meliputi:

  • Pendarahan pada anus disertai rasa gatal.
  • Anak menghabiskan waktu lebih lama untuk buang air besar. Ia juga enggan untuk pergi ke kamar mandi karena merasa sakit.
  • Adanya benjolan yang keluar dari anus.
  • Anak merasa tidak nyaman untuk duduk.
  • Kadang anus akan  berlendir hingga membasahi celana.
  • Feses yang dikeluarkan cenderung kering.

Perawatan untuk anak dengan ambeien

Jika Anak mengalami gejala ambeien, segera periksa ke dokter. Jangan menunda pengobatan serta tidak menggunakan sembarang obat untuk mereka. Anak-anak lebih sensitif daripada orang dewasa sehingga pengobatan harus diawasi oleh dokter.

Dokter akan memberikan obat untuk melancarkan feses, pereda nyeri dan gatal, serta mencegah iriasi lebih lanjut. Selain perawatan dokter, anak perlu mendapatkan perawatan tambahan di rumah, seperti:

  • Meningkatkan asupan makanan berserat, seperti sayur, buah, gandum, dan kacang-kacangan.
  • Memperbanyak minum air putih atau sering minum jus buah.
  • Menggunakan tisu basah yang lembut dan bebas pewangi untuk membersihkan area dubur.
  • Mengoleskan petroleum jelly pada area anus yang iritasi.
  • Mengajak anak untuk bergerak aktif dan olahraga.
  • Mengatur kembali pola makan untuk mengurangi berat badan jika anak memiliki kelebihan berat badan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Ambeien, dari Kehamilan Sampai Faktor Keturunan

Siapa pun bisa mengalami ambeien. Namun, tahukah Anda apa saja penyebab ambeien alias wasir? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Disleksia, Gangguan Belajar yang Membuat Anak Kesulitan untuk Membaca

Penyakit disleksia adalah gangguan pada kemampuan baca, tulis, dan mengeja pada anak. Kenali lebih dalam tentang disleksia pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 24 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Tourette syndrome adalah kelainan bawaan sejak bayi lahir. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Saraf pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

5 Mitos Tentang Penyakit Ambeien yang Perlu Dicek Ulang

Masalah kesehatan yang sangat umum seperti ambeien biasanya rawan dikaitkan dengan mitos yang menimbulkan salah kaprah. Apa saja mitos tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit