5 Manfaat Petroleum Jelly untuk Kulit Bayi

5 Manfaat Petroleum Jelly untuk Kulit Bayi

Memilih pelembap untuk merawat kulit bayi memang harus ekstra hati-hati. Sebab kulit bayi sangat sensitif sehingga mudah iritasi. Mungkin Anda perlu mencoba menggunakan petroleum jelly untuk menjaga kulit bayi Anda. Apa sebenarnya manfaat petroleum jelly untuk kulit bayi?

Apakah petroleum jelly aman untuk bayi?

petroleum jelly untuk bayi

Petroleum jelly, disebut juga petrolatum, tidak hanya bisa digunakan untuk remaja atau orang dewasa, bayi pun dapat menggunakannya.

Petroleum jelly adalah gel atau zat lemak yang terbuat dari campuran minyak mineral dan lilin (wax). Di Indonesia, produk petroleum jelly vaseline menjadi yang paling banyak dikenal di masyarakat.

Saat dioleskan pada kulit, petrolatum mudah mencair dan membentuk lapisan anti air yang bisa mencegah kelembapan alami kulit menguap, serta melindungi kulit dari benda asing atau penyebab infeksi.

Untuk bayi, banyak orangtua memilih petrolatum karena pelembap tersebut tidak menggunakan pewarna atau pewangi.

Jelly ini umumnya digunakan sebagai pelembap untuk menjaga kesehatan kulit dan juga sebagai perawatan kulit khusus.

Dulu, petrolatum digunakan untuk menyembuhkan luka dan luka bakar. Sementara sekarang, petroleum jelly dikemas untuk menahan air dan kelembapan air pada kulit.

Itulah alasan mengapa petroleum jelly banyak direkomendasikan untuk kulit kering.

Manfaat petroleum jelly untuk kulit bayi

Ada beberapa manfaat penggunaan petroleum jelly yang diketahui untuk kulit bayi, yaitu sebagai berikut.

1. Mencegah dan mengurangi eksim

Dilansir dari Northwestern University, sebuah studi di Northwestern Medicine yang diterbitkan pada JAMA Pediatrics menemukan bahwa ada tujuh pelembap yang bisa mencegah bayi terkena eksim, salah satunya petroleum jelly.

Eksim dapat menyebabkan rasa gatal, bahkan bisa terjadi infeksi bila dibiarkan. Terlebih, eksim juga bisa membuat bayi terganggu waktu tidurnya dan menangis akibat terus merasakan gatal.

Pemimpin dan penulis studi terkait, Dr Steve Xu, dokter di bidang dermatologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, menyatakan bahwa pelembap tersebut memainkan peran besar dalam membuat pasien eksim menjadi lebih baik.

Selain itu, studi dari Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris juga menyarankan untuk menggunakan pelembap ini selama 6—8 bulan sejak minggu pertama kelahiran.

Cara ini bisa mengurangi risiko eksim pada bayi bertambah parah. Penggunaan petroleum jelly pada bayi dengan eksim juga bisa mengurangi dan mengganti obat minum atau obat suntik pada bayi.

Selain mencegah eksim, petroleum yang bisa menjadi penghalang kulit juga bisa mengurangi risiko masalah kesehatan lainnya, seperti alergi terhadap makanan tertentu.

2. Mencegah ruam popok

Ruam popok sering terjadi pada bayi, misalnya karena gesekan antara kulit dengan popok atau kontak antara kulit bayi yang sensitif dengan kotoran, seperti feses atau urine.

Gejalanya yaitu ruam pada paha, pantat, dan bagian alat kelamin. Bayi yang terkena ruam popok biasanya sering menangis atau berkeringat ketika area ruam disentuh atau dibasuh.

Ruam popok bisa terjadi pada bayi meskipun orangtua sudah memakai dan mengganti popoknya secara teratur.

Oleh karena itu, tindakan pencegahan sebaiknya dilakukan, misalnya dengan mengoleskan area kulit bayi yang sensitif dengan petroleum jelly.

3. Mengobati luka pada kulit

Dilansir dari Journal of Drugs in Dermatology, studi menunjukkan bahwa petroleum jelly efektif dalam menjaga kelembaban kulit selama penyembuhan pascaoperasi.

Ini mungkin sangat baik untuk cedera ringan pada kulit bayi, biasanya ketika luka sudah mengering.

Pastikan kulit bayi yang akan dioleskan dengan petrolatum sudah benar-benar dibersihkan.

Jika tidak, bakteri dan patogen lainnya bisa terjebak di dalam lapisan gel dan menunda proses penyembuhan.

4. Mengatasi sepsis

Menurut peneliatian dalam jurnal Paediatrics and International Child Health, petroleum jelly juga bisa membantu proses penyembuhan sepsis pada bayi baru lahir yang mengalami berat badan lahir rendah (BBLR).

Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa untuk perawatan bayi baru lahir dengan sepsis, petroleum jelly bisa mengembalikan keseimbangan cairan pada kulit bayi dengan lebih cepat guna menjaga kelembapannya.

Dengan membaiknya kondisi kulit bayi, berat badan bayi juga diketahui bisa lebih cepat bertambah mencapai berat badan normal.

5. Meredakan cradle cap

Cradle cap atau dermatitis seboroik ditandai dengan kerak bersisik putih yang dapat disertai rasa gatal pada kepala bayi. Kondisi ini terjadi akibat produksi minyak berlebih pada kulit kepala bayi.

Kerak pada kulit umumnya mudah rontok saat diusap perlahan dengan tangan atau kain basah.

Namun, jika kerak sulit terlepas dari kulit, Anda bisa mengoleskan petroleum pada kulit kepala bayi dan diamkan selama beberapa menit atau jam agar kerak lebih mudah rontok.

Setelah itu, sisir atau cuci dengan sampo rambut bayi, seperti biasa. Jangan biarkan kulit kepala bayi berminyak teralu lama karena bisa memperparah kondisi dan kerak bertambah banyak.

Cara penggunaan petroleum jelly untuk kulit bayi

Cara penggunaan petroleum jelly

Walaupun manfaat petroleum jelly sudah diketahui , orangtua harus tahu bagaimana cara menggunakan produk ini dengan tepat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua adalah sebagai berikut.

  • Gunakan pelembap ini sehabis mandi saat keadaan bayi bersih. Jangan oleskan petroleum jelly jika keadaan bayi tidak bersih karena berisiko menyebabkan infeksi akibat jamur atau bakteri.
  • Perhatikan penggunaan pelembap ini pada daerah dekat mata. Begitu juga dengan bayi dengan pneumonia. Konsultasikan kepada dokter terhadap penggunaan pelembap ini bila dioleskan di sekitar hidung.
  • Oleskan petroleum jelly tipis-tipis jangan terlalu tebal. Pastikan tangan Anda juga bersih saat mengoleskan pelembap ini.

Pilih petroleum jelly dari merek yang terpercaya agar keamanan untuk bayi produk lebih terjamin.

Selalu baca petunjuk penggunaan produk terlebih dahulu sebelum menggunakan produk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 hari lalu

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan