Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bukan Hanya Kelahiran Prematur, Ini Kondisi Bayi Lainnya yang Perlu Dirawat di Inkubator

Apa itu inkubator bayi?|Apakah inkubator dibutuhkan oleh semua bayi baru lahir?|Apa fungsi inkubator bayi?|Kondisi apa yang membuat bayi perlu dirawat di inkubator?
Bukan Hanya Kelahiran Prematur, Ini Kondisi Bayi Lainnya yang Perlu Dirawat di Inkubator

Pernahkah Anda sebelumnya mendengar mengenai inkubator bayi? Inkubator bayi adalah alat yang khusus dipakai saat si kecil baru lahir. Namun, apakah ini berarti semua bayi yang baru lahir perlu perawatan di dalam inkubator? Sebenarnya, apa fungsi inkubator bagi si kecil? Cari tahu jawaban selengkapnya di sini, ya!

Apa itu inkubator bayi?

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

Inkubator bayi adalah alat khusus yang digunakan oleh bayi baru lahir. Alat yang satu ini berbentuk persegi panjang dengan lapisan kaca di semua sisinya.

Inkubator dilengkapi dengan kasur kecil sebagai tempat tidur untuk buah hati Anda. Ada juga lubang (port) untuk memudahkan dokter dan perawat saat menangani bayi di dalam alat khusus ini.

Fungsi inkubator adalah untuk menjaga agar tubuh bayi tetap hangat. Hal ini dikarenakan suhu di dalam inkubator sudah diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Inkubator biasanya tersedia di unit perawatan intensif neonatal atau neonatal intensive care unit (NICU).

Apakah inkubator dibutuhkan oleh semua bayi baru lahir?

asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir adalah

Tidak semua bayi yang baru lahir membutuhkan inkubator. Secara lebih spesifiknya, inkubator adalah alat yang biasanya dipakai oleh si kecil saat baru lahir dengan kondisi medis tertentu.

Bayi yang baru lahir ke dunia tidak selalu dalam kondisi sehat. Kadang kala, ada bayi baru lahir dengan kondisi medis tertentu sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Dalam kondisi tersebutlah inkubator dibutuhkan guna menjaga kesehatan tubuh buah hati Anda di awal kehidupannya.

Jika si kecil lahir dalam kondisi sehat, tentu ia tidak membutuhkan perawatan di dalam inkubator.

Apa fungsi inkubator bayi?

denyut jantung bayi baru lahir

Inkubator menjadi tempat pertama untuk membantu mengoptimalkan perkembangan si kecil setelah lahir.

Tanpa adanya inkubator, bayi baru lahir dengan kondisi medis tertentu mungkin lebih sulit untuk bisa bertahan hidup.

Berikut beragam fungsi inkubator bagi bayi:

  • Menjaga suhu bayi tetap ideal.
  • Menyediakan oksigen bagi bayi.
  • Memastikan kelembapan dan pencahayaan tetap baik.
  • Melindungi bayi dari alergen, kuman, suara berlebih, dan cahaya berlebih.
  • Menyediakan peralatan khusus guna melacak suhu dan detak jantung bayi.
  • Membantu bayi tetap bisa makan dan mendapat obat-obatan melalui infus.
  • Memantau berbagai fungsi organ tubuh bayi.

Fungsi inkubator dalam mengontrol kelembapan dapat melindungi agar kulit bayi tidak kering dan pecah-pecah.

Selama berada di dalam inkubator, dokter dan perawat akan rutin memantai suhu dan detak jantung si kecil melalui peralatan khusus yang tersedia.

Bukan hanya itu, adanya lubang di sisi-sisi alat ini semakin mempermudah penanganan dari dokter dan perawat selama merawat si kecil.

Bila Anda bertanya-tanya mengenai berapa lama waktu bayi berada di inkubator, biasanya dokter menentukan hal ini tergantung kondisi dan perkembangan si kecil.

Kondisi apa yang membuat bayi perlu dirawat di inkubator?

tabel berat badan bayi prematur

Ada beberapa kondisi bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan lanjutan di NICU, khususnya di dalam inkubator, yakni:

1. Bayi lahir prematur

Bayi prematur adalah bayi yang lahir saat usia kehamilan ibu kurang dari 37 minggu. Padahal normalnya, bayi seharusnya lahir saat usia kehamilan 37-40 minggu.

Semakin cepat atau kecil usia kehamilan saat bayi lahir, semakin besar pula risiko bayi mengalami kondisi medis tertentu.

Hal ini dikarenakan perkembangan bayi yang lahir lebih cepat ketimbang usia kehamilan normal belum cukup optimal.

Berbeda dengan bayi yang lahir di usia kehamilan normal, bayi prematur tidak memiliki lemak pelindung pada tubuhnya, mengutip dari Healthy Children.

Tanpa adanya lemak pelindung, tubuh bayi prematur lebih mudah merasa kedinginan pada suhu ruangan normal.

Itu sebabnya, bayi prematur perlu dirawat di dalam inkubator yang ada di NICU segera setelah lahir.

Anda tidak perlu khawatir si kecil akan kedinginan karena suhu di dalam inkubator sudah disesuaikan agar tetap hangat.

Dokter dan perawat biasanya menyarankan Anda untuk melakukukan metode kangguru (kangaroo mothercare) khusus bagi bayi prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR).

2. Bayi kuning

Sesuai dengan namanya, bayi kuning adalah kondisi ketika kulit dan bagian mata bayi yang berwarna putih tampak berwarna kekuningan.

Penyakit kuning ini umumnya dialami bayi saat baru lahir karena tingginya kadar bilirubin di dalam tubuh.

Melansir dari Better Health Channel, penanganan untuk bayi baru lahir dengan penyakit kuning umumnya dilakukan dengan fototerapi.

Fototerapi ini bertujuan untuk mengubah bilirubin di dalam tubuh agar tidak berbahaya.

Proses fototerapi untuk bayi dengan penyakit kuning dilakukan di dalam inkubator hangat yang ditambah dengan sinar lampu berwarna biru.

3. Bayi dengan berat badan lahir rendah

Meski tidak lahir prematur, bayi baru lahir yang punya berat badan rendah (BBLR) juga dapat dirawat di dalam inkubator.

Normalnya, berat badan bayi baru lahir berkisar antara 2,5-3,5 kilogram (kg). Bayi baru lahir dikatakan memiliki berat badan rendah saat bobot tubuhnya kurang dari 2.500 gram (gr) atau 2,5 kg.

Sama halnya seperti bayi prematur, bayi dengan berat badan rendah saat lahir juga mengalami kesulitan mengontrol suhu tubuhnya akibat persedian lemak yang kurang.

Selain itu, ukuran tubuh bayi yang sangat kecil saat lahir juga membuat fungsi penting organ-organ tubuh, seperti bernapas dan makan, tidak bisa dilakukan dengan optimal.

Atas dasar inilah si kecil dengan berat badan rendah saat lahir perlu dirawat di dalam inkubator.

Jika Anda bertanya berapa lama waktu bayi dengan BBLR berada di inkubator, dokter biasanya menentukan setidaknya sampai kondisi si kecil sudah cukup stabil.

4. Bayi dengan masalah pernapasan

Kondisi medis lainnya yang mengharuskan bayi baru lahir berada di dalam inkubator yakni bila memiliki masalah pernapasan.

Ambil contohnya ketika bayi mengalami aspirasi mekonium sehingga berisiko mengalami infeksi dan kesulitan bernapas, ia perlu berada di inkubator.

Kondisi paru-paru bayi baru lahir belum berkembang sepenuhnya serta mengalami masalah pernapasan karena komplikasi persalinan juga perlu perawatan di inkubator.

Perawatan di dalam alat khusus ini juga bisa diberikan untuk bayi dengan cacat lahir pada sistem pernapasan maupun mengalami sindrom gangguan pernapasan (respiratory distress syndrome).

Bukan hanya itu, si kecil juga nantinya akan diberikan obat-obatan maupun alat bantu pernapasan sesuai kebutuhannya.

5. Bayi dengan IUGR

Intra uterine growth restriction (IUGR) adalah kondisi janin tidak berkembang dengan sempurna selama berada di dalam kandungan.

IUGR ini termasuk satu dari beberapa komplikasi kehamilan saat pertumbuhan tubuh bayi lebih lambat atau tidak sesuai dengan usia kehamilan ibu.

Si kecil yang mengalami IUGR dapat dirawat di dalam ruang NICU khususnya pada inkubator guna mengoptimalkan perkembangannya saat baru lahir.

6. Kondisi lainnya

Selain dari kondisi medis yang disebutkan di atas, inkubator juga dibutuhkan pada kondisi sebagai berikut:

  • Bayi mengalami kondisi atau cacat jantung bawaan seperti Tetralogy of Fallot, bradikardia, kelainan katup jantung, patent ductus arteriosus (PDA), dan lainnya.
  • Bayi mengalami gastroschisis.
  • Bayi mengalami hipoglikemia.
  • Bayi mengalami infeksi, misalnya sepsis.

Perawatan di dalam inkubator akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi medis bayi baru lahir.

Suhu di dalam alat khusus ini juga biasanya dibuat lebih hangat agar bayi merasa nyaman selama berada di dalamnya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 19/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita