Usia Berapa Idealnya Bayi Merangkak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan bayi merangkak merupakan salah satu momen yang ditunggu oleh orangtua. Fase merangkak merupakan salah satu tahap perkembangan bayi yang penting, sebelum bayi berdiri adan berjalan. Lantas, kapan seharusnya fase bayi merangkak dimulai? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Mengapa fase bayi merangkak itu penting?

Fase merangkak adalah salah satu tahapan perkembangan bayi yang tak boleh Anda lewatkan. Felice Sklamberg, seorang ahli terapi okupasi untuk anak di New York University’s School of Medicine, mengungkap kepada Parenting bahwa fase merangkak adalah tonggak utama untuk melatih keseimbangan dan perkembangan motorik si kecil.

Bila Anda perhatikan, bayi akan merangkak maju dengan menggerakkan lengan kanan dan kaki kiri, kemudian lengan kiri dan kaki kanan secara bergantian. Proses ini disebut dengan pola cross-crawl. Gerakan tangan dan kaki yang bersilangan ini menunjukkan bahwa fungsi otak kanan dan kiri anak berjalan seimbang.

Para pakar kesehatan bahkan mengungkapkan bahwa anak yang belajar merangkak cenderung memiliki tubuh yang lebih kuat daripada anak yang tidak merangkak. Merangkak memerlukan koordinasi otot tangan, pergelangan tangan, siku, dan bahu anak untuk menopang berat badannya sendiri. Itulah kenapa orangtua justru harus terus melatih bayi merangkak supaya tubuhnya lebih kuat saat anak belajar jalan.

Kapan bayi mulai belajar merangkak sendiri?

bayi merangkak

Biasanya, bayi akan mulai merangkak selangkah demi langkah di usia bayi 6 sampai 10 bulan. Sebelum mulai merangkak, si kecil akan terlihat antusias untuk menggerakkan tangan dan kakinya ke arah depan untuk meraih benda-benda yang ada di sekitarnya. Semakin sering bayi mencoba bergerak maju, maka semakin cepat pula kemungkinan si kecil untuk bisa merangkak.

Meskipun fase ini penting, namun kenyataannya tidak semua bayi akan mengalami fase merangkak. Beberapa bayi bisa berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu. Anda tak perlu panik dulu jika si kecil tidak bisa merangkak seperti bayi lainnya.

Selama bayi Anda mampu menggerakkan kaki dan tangannya, misalnya dengan menggeser tubuh atau berjalan selangkah demi langkah, maka perkembangan motorik anak dinilai tetap normal dan baik-baik saja.

Namun jika bayi cenderung sulit menggerakkan tubuhnya, entah itu berguling atau merangkak, hingga usia 12-18 bulan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak terdekat. Hal ini dikhawatirkan merupakan gejala kelumpuhan otot atau gangguan saraf otak anak.

Begini cara melatih bayi merangkak dengan aman

bayi belajar merangkak

Fase bayi merangkak adalah momen paling membanggakan sekaligus menantang bagi para orangtua. Pada saat ini, tubuh bayi masih belum seimbang, sehingga si kecil rentan terjatuh atau terbentur dengan benda-benda di sekitarnya.

Maka itu, sebaiknya tetap awasi setiap pergerakan si kecil saat belajar merangkak. Nah, supaya lebih aman, yuk bantu latih kemampuan bayi merangkak dengan cara berikut ini.

1. Kenali tanda bayi siap merangkak

Memang tidak mudah untuk menentukan kapan bayi Anda mulai siap merangkak. Namun, ada beberapa tanda yang bisa Anda amati dari tingkah laku si kecil yang menunjukkan bahwa ia siap belajar merangkak.

Seorang dokter anak, Ashanti Woods, MD mengatakan bahwa bayi yang sering berguling dan duduk sendiri tanpa bantuan biasanya sudah siap untuk belajar merangkak.

Bayi Anda terlihat sering menggoyang-goyangkan badannya, kemudian menggerakkan tangannya ke depan dan siap merangkak.

2. Siapkan alas yang empuk

Sebelum melatih bayi merangkak, sediakan alas karpet yang empuk dan lembut. Selain mencegah benturan, hal ini juga bermanfaat untuk menghindari pecahan kaca atau benda tajam yang dapat melukai tubuh si kecil.

Selain itu, pilihlah karpet berwarna-warni dengan gambar kartun favorit anak. Hal ini dapat membantu menarik perhatian si kecil untuk bergerak maju dan menyentuh gambar favoritnya. Tanpa disadari, bayi Anda akan merangkak selangkah demi langkah sampai mantap.

3. Perbanyak waktu tengkurap

Untuk melatih bayi merangkak, manfaatkan momen tummy time alias bayi tengkurap sesering mungkin. Cara ini akan memberikan banyak kesempatan bagi si kecil untuk menguatkan otot leher, punggung, bahu, dan kepalanya. Semakin sering bayi tengkurap, maka perkembangan motoriknya pun akan lebih cepat.

Anda juga bisa merangsang bayi merangkak dengan membantunya duduk tegak. Setelah itu, taruh mainan favorit di hadapannya dan ajak si kecil untuk meraih mainannya. Cara ini dapat mendorong bayi merangkak atau menggeser tubuhnya ke arah mainan.

Jangan lupa selalu berikan semangat dan pujian untuk si kecil supaya bayi Anda semakin antusias untuk merangkak maju.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Tahap Perkembangan Kemampuan Bahasa Bayi

Kecepatan perkembangan kemampuan bahasa bayi tidak tidak selalu sama. Ketahui tahap-tahap perkembangan kemampuan bayi sesuai usia.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 26/11/2019 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sampai Usia 11 Bulan

Kecerdasan emosional atau emotional intelligence adalah keterampilan mengenai banyak hal. Pola pengasuhan sejak dini turut andil menentukan perkembangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22/11/2019 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Kemampuan Sensorik Bayi dan Cara Mengasahnya

Kemampuan sensorik adalah keterampilan yang berkaitan dengan fungsi berbagai indra pada tubuh. Bagaimana tahap perkembangannya pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 21/11/2019 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Kemampuan Motorik Bayi dan Cara Melatihnya

Berjalan dan berlari merupakan beberapa contoh kemampuan motorik kasar. Seperti apa perkembangan motorik kasar di setiap usia bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 21/11/2019 . Waktu baca 15 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi suka ditiru

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit
rumah aman agar anak bebas bergerak

Tips Membuat Rumah Aman untuk Anak Bebas Bergerak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 4 menit
bermain bersama bayi

Bermain Bersama Membuat Otak Bayi dan Orangtua Makin Terhubung

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020 . Waktu baca 4 menit
masalah perkembangan bayi

Kenali Berbagai Masalah Perkembangan Bayi Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/11/2019 . Waktu baca 13 menit