Perkembangan Bayi 39 Minggu atau 9 Bulan 3 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 39 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini, biasanya sudah memiliki kemampuan:

  • Bertepuk tangan atau melambaikan tangan.
  • Berceloteh dan sedikit mengucapkan kata, frase, dan kalimat.
  • Belajar berjalan dengan berpegangan pada perabotan.
  • Mengerti kata “tidak”, tapi tidak selalu mematuhinya.
  • Semakin lancar berubah posisi dari berdiri kemudian ke posisi duduk, dan duduk dari posisi berdiri.

Kemampuan motorik kasar

Perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, umumnya sudah dapat mengangkat tubuhnya sendiri saat hendak bangun dari posisi duduk. Begitu pula saat berdiri, ia sudah bisa menjatuhkan tubuhnya dengan cara yang cukup tepat untuk duduk kembali.

Hanya saja, bayi masih butuh waktu untuk belajar bertahan berdiri sendiri tanpa berpegangan pada apa pun. Pasalnya, selama beberapa minggu belakangan ini, ia bisa berdiri sendiri tapi tetap butuh berpegangan benda atau orang lain.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Bayi masih lebih mengerti nada bicara Anda daripada perkataan Anda yang sebenarnya, pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu. Bayi bisa mengerti saat Anda senang. Jadi, tidak ada salahnya untuk memberikannya sedikit pujian spesifik, misalnya, “Adek sudah berhasil mengambil mainan dengan benar, ya.”

Semakin sering Anda berbicara dengan bayi pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, maka semakin banyak hal yang dia pelajari tentang komunikasi.

Menariknya lagi, pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini, si kecil biasanya sudah mulai mahir dalam mengasah kemampuan motoriknya, misalnya berdiri, menahan berat tubuhnya, dan berjalan.

Pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini, bayi mulai mengerti kata “tidak” meskipun tidak langsung mematuhinya. Salah satu contohnya, Anda bisa melihat bayi mencoba menyentuh benda apapun, meski Anda sudah melarangnya.

Selain itu, pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini, si kecil masih terus belajar untuk bisa mengucapkan “mama” dan “dada” dengan lancar.

Kemampuan motorik halus

Masih sama seperti usia sebelumnya, si kecil semakin handal dalam mengambil dua benda sekaligus menggunakan salah satu tangannya.

Pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini, ia masih dalam proses belajar untuk bisa menggenggam kedua benda tersebut dengan baik.

Kemampuan sosial dan emosional

Melihat pergerakan tangannya ketika melambaikan tangan saat mengucapkan salam perpisahan, Anda mungkin mulai melihat kelihaiannya. Pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, si kecil juga dapat tersenyum kapan saja saat melihat hal yang menarik perhatiannya. Hanya saja, Anda masih perlu melatihnya untuk menunjukkan keinginannya.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 39 bulan atau 9 bulan 3 minggu?

Ketika anak enggan mendengarkan perintah Anda saat mengatakan “tidak” pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, Anda bisa mencoba cara lain. Anda bisa mengajak bayi untuk berpindah tempat sembari mengenalkan aktivitas baru, ketimbang terus berada di tempat Anda melarang bayi melakukan sesuatu hal.

Selain itu, maklumi juga bahwa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu bisa berbeda-beda. Tak terkecuali dalam hal berdiri dan berjalan. Ada bayi yang perlu bantuan sampai bisa lancar melakukan hal tersebut, misalnya dengan memegang tangan Anda.

Hal yang terpenting, usahakan untuk selalu menyemangati si kecil dalam setiap proses pembelajarannya pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, agar ia tetap merasa percaya diri. Anda dapat mengatakan bahwa si kecil mampu berdiri dan berjalan sendiri, atau menghiburnya saat ia jatuh.

Tujuannya agar ia tidak terlalu sedih ketika tiba-tiba jatuh saat sedang belajar, agar bisa berjalan dengan lancar.

Kesehatan Bayi Usia 39 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter pada perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu?

Setiap dokter akan memiliki pendekatan tersendiri untuk memeriksa bayi pada perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu. Urutan pemeriksaan fisik, jumlah dan jenis teknik penilaian dan prosedur juga akan bervariasi tergantung kebutuhan individu anak.

Berikut beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter dalam proses perkembangan bayi 39 atau 9 bulan 3 minggu:

  • Imunisasi yang akan diberikan. Jika ada, diskusikan mengenai reaksi imunisasi sebelumnya.
  • Kemungkinan ada tes hemoglobin atau hematokrit untuk memeriksa adanya anemia (biasanya dengan menusukkan jarum kecil ke atas jari).

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan khusus pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu.

Meski demikian, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 39 minggu alias 9 bulan 3 minggu, meliputi:

1. Radang tenggorokan

Bayi jarang terkena radang tenggorokan, namun jika Anda atau orang di sekitar si kecil, perhatikan gejala yang mungkin muncul. Beberapa gejala yang mungkin timbul, seperti pembengkakan amandel, maupun amandel berwarna merah terang disertai bintik-bintik putih.

Gejala lain yang mungkin timbul, termasuk sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari beberapa hari, suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius, serta menggigil. Hal tersebut biasanya juga disertai dengan pembengkakan dan sakit pada kelenjar limfa di bagian bawah rahang bayi.

Hubungi dokter anak jika Anda mengamati adanya gejala di atas, atau saat bayi kesulitan menelan dan bernapas. Bila bayi positif mengalami radang tenggorokan, dokter akan mengobatinya dengan memberikan obat-obatan yang sesuai.

2. Telapak kaki datar

Pada bayi, telapak kaki datar umum terjadi karena beberapa alasan. Pertama, karena bayi belum bisa berjalan, atau otot telapak kakinya belum cukup terlatih untuk lebih melengkung.

Kedua, bantalan lemak mengisi lengkungan pada kaki bayi, sehingga cekungan telapak kaki sulit dilihat, terutama pada bayi yang gemuk. Terlebih ketika bayi mulai berjalan, mereka berdiri dengan posisi kedua kaki terbuka untuk meraih keseimbangan.

Hal inilah yang kemudian seolah memberikan beban pada lengkungan kaki, dan membuat penampilan kaki lebih datar. Pada sebagian besar anak, kaki datar akan perlahan membaik dengan sendirinya.

Setelah mencapai pertumbuhan sepenuhnya, kaki akan melengkung dengan baik. Meski begitu, ada juga beberapa anak yang tetap memiliki kondisi kaki datar.

3. Berjalan terlalu dini

Berdiri dan berjalan terlalu dini tidak akan menyebabkan kaki bengkok atau masalah fisik lain, termasuk pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu. Bahkan, kedua aktivitas ini bermanfaat karena dapat melatih dan memperkuat otot bayi agar mampu berjalan sendiri.

Jika bayi tidak mengenakan alas kaki, mereka akan menguatkan kakinya sendiri. Jadi, biarkan dia belajar berjalan, dengan tetap mengawasi. Apabila perkembangan bayi usia 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu belum termasuk keinginan berjalan sendiri, hindari memaksakan hal tersebut.

4. Anemia pada bayi

Pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, perhatikan ketika si kecil mengalami gejala anemia, mulai dari wajah pucat, tubuh lemas, mudah marah, dan detak jantung cepat. Segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan kondisi bayi lebih lanjut.

Sampaikan pada dokter mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsi si kecil beberapa hari belakangan ini, dan tanyakah apakah bayi membutuhkan suplemen zat besi. Anda juga bisa menambahkan asupan zat besi pada makanan harian bayi, seperti daging, kuning telur, dan sayuran berdaun hijau.

Buah alpukat, jeruk, dan makanan kaya vitamin C lainnya juga bisa Anda berikan pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu. Hal ini akan membantu proses penyerapan zat besi pada bayi, sehingga terhindar dari anemia.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu?

Berbagai hal yang perlu diperhatikan pada perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini:

1. Takut dengan orang asing

Dalam dua bulan pertama, bayi akan lebih memilih berada dengan kedua orangtuanya. Bayi di bawah 6 bulan, umumnya akan memberikan respons positif untuk hampir semua orang dewasa. Baik itu orangtuanya atau orang asing, di mata bayi semua masuk kategori yang sama.

Menjelang usia 8-9 bulan, termasuk pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, bayi sudah menyadari mana ayah dan ibunya dan yang mana pengasuhnya. Itu sebabnya, ia akan terlihat kesal ketika ada orang yang coba memisahkannya dari pelukan atau gendongan Anda.

Pada saat ini, bahkan kakek dan neneknya mungkin akan ditolak karena bayi ingin sekali dekat dengan orangtuanya. Ketakutan bayi ketika berada dekat dengan orang asing biasanya akan hilang dengan sendirinya, paling lama di usia 1 tahun.

Jika pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, bayi merasa takut dengan orang asing, jangan memaksanya untuk bersosialisasi. Nanti akan ada saatnya, bayi bisa mengatasi hal tersebut dengan sendirinya. Di saat seperti ini, peringatkan teman dan keluarga bahwa bayi sedang dalam tahap gelisah dan pendekatan yang mendadak mungkin akan membuatnya kurang nyaman.

Anda bisa menyarankan bahwa lebih baik mendekat dengan perlahan pada masa perkembangan 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu.  Bisa dilakukan dengan tersenyum, berbicara, mengajak bayi bermain saat berada di pangkuan Anda, daripada mencoba memeluk atau menggendongnya.

2. Mulai melelahkan menggendong bayi

Seiring dengan bertambahnya ukuran tubuh si kecil pada masa perkembangan bayi 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu, Anda akan merasa semakin sulit dan berat saat menggendongnya. Alhasil, rasanya berat sekali saat mengangkat dan menggendongnya.

Terlebih, ketika bayi mulai mahir berjalan. Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk membungkuk dan memegang tangan bayi dalam setiap gerakannya.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 40 minggu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

meditasi jalan walking meditation

Mengenal Walking Meditation, Meditasi Sambil Jalan yang Bikin Pikiran Tenang

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 6 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit