Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bayi yang menyusu ASI sering mengalami ruam di pipi, atau yang biasa disebut dengan ruam susu. Meski namanya ruam susu, tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya ruam kemerahan gatal ini bukan disebabkan oleh cairan ASI. Lantas, apa itu ruam susu dan bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Apa itu ruam susu?

Ruam susu dalam istilah medis disebut dengan eksim atau dermatitis atopik, yaitu kondisi kulit kronis yang menyebabkan ruam, gatal, kulit kering dan pecah-pecah.

Dermatitis atopik umumnya paling banyak dialami oleh bayi dan anak-anak. Apa penyebab pasti dari kondisi kulit ini belum diketahui pasti. Meski begitu, riwayat alergi keluarga menjadi salah satu faktor risiko terbesar timbulnya dermatitis atopik.

Pada bayi, dermatitis atopik tidak melulu muncul di bagian pipi. Ruam juga bisa muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, seperti dahi, kulit kepala, lipatan laher, siku, lutut, dan juga area popok. Dermatitis atopik dapat menyebabkan gatal-gatal parah yang bisa mengganggu tidur si kecil. Itu sebabnya, penting untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

Dematitis atopik adalah kondisi kambuhan (hilang-timbul) dan dapat berlangsung lama, sehingga membutuhkan ketelatenan dari orangtua dalam proses pengobatannya.

Cara mengatasi ruam susu bayi

Pada dasarnya, prinsip dari pengobatan ruam susu bayi atau dermatitis atopik adalah menghindari segala hal yang bisa memicu alergi. Ada berbagai hal yang bisa memicu alergi, mulai dari makanan atau bahan iritan seperti debu, tungau, polusi udara, suhu panas, kosmetik bayi, dan deterjen pakaian. Berikut ini adalah berbagai cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengatasi ruam susu bayi, yaitu:

  • Oleskan pelembap khusus bayi setelah mandi seperti krim yang mengandung lanolin dan zinc oxide untuk menjaga kelembaban dan kelembutan kulitnya, serta melindungi kulit bayi dari iritasi atau ruam.
  • Memandikan bayi dengan sabun khusus bayi dengan pH netral, mengandung pelembab, dan tidak mengandung pewangi.
  • Mandikan bayi Anda pada dua kali sehari dengan menggunakan air hangat suam-suam kuku maksimal 10 menit. Hindari menggunakan air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit bayi semakin kering. Selain itu, tepuk-tepuk (jangan menggosok) bagian tubuhnya menggunakan handuk yang lembut.
  • Hindari memakai pakaian terlalu tebal, ketat, atau berbahan kaku seperti wool dan nilon untuk menghindari dari keringat yang bisa memperparah ruam pada kulit bayi. Sebagai gantinya, Anda lebih baik memakaikan si kecil pakaian yang berbahan katun lembut.
  • Pakaian si kecil harus dibilas dengan baik dan sampai bersih. Hindari penggunaan deterjen yang mengandung pewangi ataupun pelembut pakaian.
  • Jangan lupa selalu memperhatikan dan menjaga kebersihan popok si kecil. Gantilah popok bayi Anda yang sudah kotor atau basah sesegera mungkin dan juga bersihkan pantat bayi secara menyeluruh. Anda bisa mengganti popok bayi setiap 2 jam sekali, dan setelah buang air besar atau kecil.
  • Bila bayi minum ASI, ibu harus menghindari makanan yang dicurigai menyebabkan timbulnya gejala ruam. Dalam banyak kasus, produk susu sapi dan olahannya bisa jadi pemicu utama. Konsultasikan ke dokter untuk memastikan faktor pemicu terjadinya ruam pada si kecil.

Apabila ruam susu bayi Anda tidak juga kunjung membaik, segeralah berkonsultasi langsung ke dokter anak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan diberikan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
masalah kulit pada bayi

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit