Beda dengan Pompa ASI Elektrik, Ini Kelebihan dan Kekurangan Pompa ASI Manual

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/02/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Memberikan ASI eksklusif untuk bayi tidak hanya dapat dilakukan secara langsung melalui payudara. Jika Anda sedang berada di kantor maupun di luar rumah tapi ingin bayi tetap mendapatkan ASI, Anda bisa memompa ASI langsung dari payudara. Selain jenis pompa ASI elektrik, Anda mungkin pernah menemukan pompa ASI manual digunakan oleh para ibu menyusui.

Sebelum membeli dan menggunakannya, sebaiknya Anda kenali lebih lanjut mengenai kegunaan beserta kelebihan dan kekurangan pompa ASI manual ini.

Apa itu pompa ASI manual?

pompa-ASI-manual-atau-elektrik

Pompa ASI manual adalah jenis pompa ASI yang digunakan menggunakan kekuatan tangan. Berbeda dengan pompa ASI elektrik yang melibatkan pengunaan listrik maupun baterai, pompa ASI manual tidaklah demikian.

Jenis pompa ASI yang satu ini mengharuskan Anda berusaha lebih keras saat memompa ASI karena menggunakan tangan secara langsung. Salah satu tangan memegang payudara, sementara tangan lainnya bertugas untuk menggerakkan alat saat memompa ASI.

Pompa ASI jenis ini bisa menjadi salah satu pilihan terbaik karena tidak menggunakan listrik maupun baterai. Itu artinya, Anda tidak perlu bergantung kepada persediaan listrik atau baterai ketika ingin memompa ASI di tempat yang tidak memiliki listrik.

Di sisi lain, penggunaan pompa manual biasanya dirasa hampir menyerupai gerakan isapan bayi saat menyusui sehingga terasa alami. Hal inilah yang membuat Anda merasa nyaman dan tidak menimbulkan nyeri, sakit, maupun keluhan lainnya pada payudara saat memompa ASI.

Oleh karena memompa secara langsung menggunakan tangan, Anda juga bisa mengontrol sendiri seberapa cepat gerakan pompa pada alat selama digunakan.

Atas dasar itulah, pompa ASI yang satu ini bisa menjadi salah satu pilihan bagi Anda yang ingin memerah ASI, tapi dalam frekuensi atau jadwal yang tidak terlalu sering

Penggunaan pompa ASI umumnya dianjurkan ketika bayi sudah mencapai usia sekitar 6 minggu atau setelah melalui proses inisiasi menyusui dini (IMD).

Tujuannya agar bayi bisa belajar untuk menemukan dan menempel sendiri dengan mudah pada puting susu saat menyusui sebelum akhirnya diberikan ASI melalui proses pompa yang ditampung dalam botol dot.

Bagaimana cara pakainya?

Sumber: Today’s Parent

Sebelum memakai pompa ASI manual pastikan Anda telah membaca dan memahami petunjuk penggunaan yang ada pada buku panduan. Jangan lupa, usahakan seluruh bagian pompa Anda telah dicuci bersih dan disterilkan dulu sebelumnya.

Cari area yang tenang dan dirasa nyaman untuk memompa ASI. Jika semua hal sudah dipersiapkan dengan baik, kini saatnya mempraktikkan cara pakai pompa ASI manual berikut ini:

  1. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sampai bersih seluruhnya.
  2. Pasang semua alat pompa manual menjadi satu. Meliputi corong pompa, alat atau tuas pompa, dan pelindung payudara untuk di bagian puting dan areola dengan tepat.
  3. Letakkan pompa tepat pada puting dan payudara Anda. Pastikan alat sudah terasa nyaman sebelum proses pompa dimulai.
  4. Masukkan puting ke dalam bulatan kecil atau corong pompa atau tempat di mana puting susu seharusnya diletakkan.
  5. Posisikan salah satu tangan memegang pompa dan tangan lainnya menopang payudara.
  6. Mulailah dengan menekan atau menggerakkan tuas pompa secara perlahan guna merangsang pompa seolah bayi sedang mengisap payudara seperti saat menyusui. Kemudian ASI akan keluar dengan sendirinya.
  7. Percepat gerakan tangan saat memompa ASI seolah menyamakan dengan isapan bayi saat menyusu yang semakin lama semakin cepat pula.
  8. Ulangi gerakan tersebut terus-menerus sampai Anda merasa jumlah ASI yang keluar telah mencukupi.
  9. Kemudian ulangi tahapan yang sama untuk bagian payudara yang lainnya.
  10. Setelah selesai digunakan, segera cuci dan bersihkan setiap bagian pompa ASI dengan sabun dan air mengalir.
  11. Biarkan sampai peralatan ini kering seluruhnya sebelum disimpan kembali di tempat penyimpanan.
  12. Setiap pompa manual memiliki aturan pemakaian dan pembersihan yang berbeda-beda. Baca dan pahami petunjuk yang tertera di buku petunjuk dengan seksama.

Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

mencampur ASI perah di waktu berbeda

Pompa ASI manual pada umumnya memberikan kemudahan bagi ibu menyusui karena cara penggunaannya yang sederhana. Selain itu, pompa ASI jenis ini juga menawarkan ukuran yang ringan dan kecil sehingga lebih mudah bila ingin dibawa bepergian ke luar rumah.

Pompa ASI ini juga tidak akan menimbulkan suara bising yang biasanya kerap ditemukan pada pompa ASI elektrik. Jika Anda tidak terlalu sering memompa ASI penggunaan pompa yang satu ini mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda.

Sayangnya, dibutuhkan latihan beberapa kali untuk memahami kecepatan dan kenyamanan saat menggunakan pompa ASI manual. Dalam hal ini, Anda harus lebih sering menggunakannya sampai lebih terbiasa dengan sendirinya.

Ketika Anda memilih pompa ASI jenis ini, sebaiknya coba terlebih dahulu sampai menemukan pegangan pompa yang nyaman untuk Anda. Ini karena proses memompa ASI yang terlalu lama berisiko membuat Anda kelelahan.

Di sisi lain, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan lainnya dari pompa ASI manual yang bisa Anda jadikan bahan pertimbangan:

Kelebihan pompa ASI manual

Berikut kelebihan alat pemeras atau pompa ASI manual untuk menyusui:

1. Bisa mengatur daya isap pompa secara manual

Salah satu aspek yang biasanya dicari dalam pompa ASI yakni kenyamanannya saat digunakan. Seharusnya, penggunaan pompa akan mempermudah pekerjaan Anda dalam menyusui dan bukannya mempersulit.

Namun, beberapa ibu menyusui kadang mengeluhkan rasa sakit, nyeri, lecet, bengkak, dan ketidak nyamanan lainnya saat memakai pompa ASI, khususnya jenis elektrik. Hal ini biasanya dikarenakan isapan pada pompa ASI elektrik terasa tidak nyaman saat digunakan untuk memompa.

Oleh karena itu, pompa ASI ini hadir sebagai solusi bagi Anda yang ingin bisa mengatur dan mengendalikan kekuatan daya isap pompa secara manual.

2. Hadir dalam ukuran yang ringkas

Pompa ASI ini berukuran cukup kecil. Jadi, ketika Anda hendak ke luar rumah dan ingin membawa pompa ASI, jenis yang satu ini tidak terasa terlalu besar dan berat.

Melansir dari Mayo Clinic, Anda hanya perlu menempatkan pompa ASI ini pada payudara kemudian siap untuk memompa.

3. Tidak memerlukan listrik

Pompa ASI manual bisa digunakan di mana pun dan kapan pun, terlebih pada tempat yang tidak tersedia aliran listrik. Anda tidak perlu khawatir akan kesulitan menggunakan pompa ASI ini jika tidak tersedia colokan listrik terdekat.

4. Komponen alat yang lebih sedikit

Jumlah komponen alat penyusun pompa ASI yang satu ini lebih sedikit ketimbang pompa elektrik. Hal ini membuat produk jenis ini lebih mudah saat dicuci dan diberisihkan.

5. Harga lebih terjangkau

Kelebihan pompa ASI manual lainnya adalah harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pompa elektrik, mengutip dari laman Kids Health.

Khususnya bagi Anda yang tidak terlalu sering menggunakan pompa ASI, pompa jenis ini bisa jauh lebih menghemat pengeluaran. 

Kekurangan pompa ASI manual

Berikut kekurangan alat pemeras ASI manual untuk menyusui:

1. Kecepatan dalam memompa agak lambat

Kecepatan pompa manual saat memerah ASI cenderung lebih lambat dan lama ketimbang pompa elektrik. Kecepatan serta pergerakan tuas yang dipakai saat memompa biasanya tergantung dari seberapa cepat gerakan tangan Anda.

2. Membuat tangan cepat lelah

Demi mencukupi kebutuhan ASI bayi saat Anda sedang tidak bisa menyusuinya secara langsung biasanya Anda akan semakin sering dan lama dalam memompa ASI.

Oleh karena alat pompa ASI ini manual alias melibatkan tenaga dan tangan Anda sendiri, Anda bisa cepat merasa lelah. Bahkan bisa saja, tangan terasa pegal setelah memompa ASI.

3. Sulit menemukan ritme memompa yang sama

Efek dari pergerakan tangan dan tenaga yang Anda keluarkan mungkin membuat sulit untuk melakukan ritme yang sama setiap kali memompa ASI.

Terkadang, pergerakan tangan Anda mungkin agak cepat, tapi kemudian bisa berangsur-angsur melambat. Alhasil terkadang juga mempengaruhi produksi ASI.

Produksi ASI bisa saja lebih sedikit dalam rentang waktu yang sama dibandingkan dengan pompa ASI elektrik. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020 . 6 menit baca

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . 6 menit baca

Pentingnya Memenuhi Asupan Nutrisi Si Kecil dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan si Kecil dapat menentukan kesehatannya di masa depan. Asupan nutrisi untuk anak harus menjadi prioritas utama Anda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 31/03/2020 . 4 menit baca

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Bayi, Parenting, Menyusui 06/01/2020 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . 4 menit baca
tips menyeimbangkan pekerjaan dan bayi

9 Tips Menyeimbangkan Pekerjaan dan Merawat Bayi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 5 menit baca
manajemen perah asi ibu bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 4 menit baca
ibu menyusui positif coronavirus

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020 . 6 menit baca